Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Pengembangan PENDIDIKIAN SENI UNTUK KURIKULUM EKSTRA KURIKULER SEKOLAH

Pengembangan PENDIDIKIAN SENI UNTUK KURIKULUM EKSTRA KURIKULER SEKOLAH

oleh: Apeace     Pengarang: Mistaram adalah dosen Jurusan Seni dan Desain; Fakultas Sastra; Universitas Negeri Malang.
ª
 
MENGEMBANGKAN PENDIDIKIAN SENI KEDALAM KURIKULUM EKSTRA KURIKULER DI SEKOLAH

Dari beberapa gagasan dasar dalam konsep kurikulum, untuk menyusun kurikulum ekstra kurikuler kegiatan seni di sekolah, konsep kurikulum yang sesuai adalah Konsep Kurikulum Pragmatis. Konsep Kurikulum Pragmatis mempunyai fungsi untuk lebih membekali suatu ilmu, teknologi dan nilai-nilai yang harus dipikirkan. Kurikulum dengan konsep pragmatis ini penuh dengan kegiatan-kegiatan siswa yang berupa penjelajahan dan perumusan masalah, pemecahan masalah dan penyelenggaraan eksperimen yang bertemakan penemuan dan inkuiri.
Konsep Kurikulum yang dalam formulasinya sederhana, diketengahkan oleh Tyler, yaitu bentuk kurikulum dari hasil pengembangan Bobbit. Krikulum yang dikembangkan oleh Tyler ada empat komponen, yaitu: Objectives; Selecting learning experiences; Organizing learning experiences; dan Evaluation of Student Progress. Masing-masing komponen tersebut dimaksudkan untuk menjawab setiap pertanyaan sebagai berikut :
- What educational purposes should the school seek to attain?
- What educational experiences can be provided that are likely to attain
these purposes?
- How can these educational experiences be affectively organized?
- How can be ditermine whether these purposes are being attained?
(Tyler, 1949:1 dalam Fahrurozy, 1982).
Mengkaji dan menelaah kurikulum, berarti harus mengkaji sesuatu sistem, dimana sub-sub sistem didalamnya merupakan bagian yang saling terkait dan berinteraksi, Kurikulum bisa sangat luas rentangannya, karena kurikulum melingkupi berbagai aspek, seperti Curriculum Model, Curriculum Implementation, Curriculum Evaluation, Hidden Curriculum, Scholl Base Curriculum dan Curriculum Theory.
Mengingat isi kurikum di sekolah bahwasannya pendidikan kesenian merupakan satu bidang studi yang integral, maka porsi yang diberikan kepada anak didik mulai dari sekolah dasar sampai pada sekolah menengah atas mempunyai alokasi waktu yang terbatas. Untuk mengembangkan daya hayat, daya kreasi dan ekspresi perlu dilakukan kegiatan ekstra kurikuler pendidikan seni, khususnya bagi anak yang mempunyai bakat seni.
Kegiatan esktra kuriuler kesenian selain mempunyai tujuan jangka panjang, juga mempunyai tujuan jangka pendek, yang kompetensinya untuk program-program tertentu, seperti untuk kegiatan pementasan sekolah, wisuda dan lain-lainnya. Untuk itulah perlunya disusun kurikulum kegiatan ekstra kurikuler yang mampu menampung anak berbakat seni, untuk mengembangkan daya hayat, daya kreasi dan ekspersi sehingga kebakatannya dapat dikembangkan secara optimal. Untuk menyusun Kurikulum ekstra kurikuler pendidikan seni ini juga harus mempertimbangkan perkembangan jiwa anak di sekolah, mulai tingkat bermain, tingkat ekspresi murni, tingkat pengenalan realis, tingkat mencoba-coba, tingkat mencari dan menemukan dan tingkat pendalaman seni.
Diterbitkan di: 14 September, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pengembangan pendidikan seni di sekolah Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.