Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Sejarah KEPEMIMPINAN DALAM ISLAM

Sejarah KEPEMIMPINAN DALAM ISLAM

oleh: HestiSolBonita    
ª
 

SEJARAH KEPEMIMPINAN DALAM ISLAM

Seribu tahun lebih ummat Islam di pimpin dalam bentuk kerajaan yang kemudian meminjam nama khilafah sebagai nama dari bentuk pemerintahan mereka, padahal pewarisan kepemimpinan tidak pernah ada dalam ranah pemikiran Islam.

Sejak Rasulullah SAW wafat sejarah mencatat empat kali pergantian kepemimpinan khilafah Islamiyah yang di sepakati oleh para sahabat. Namun sejak akhir kepemimpinan Ali R.A perubahan khilafah berubah tanpa bisa di bendung oleh keinginan syahwat kepemimpinan ummat manusia. Bisa di katakan dari sinilah awal perdebatan akan Islam dan khilafah mulai begulir dengan panas.

Dinasti Umawiyah berdiri tegak sejak tahun 41 H (661 M) di Damaskus yang di deklarasikan oleh Mu’awiyah bin Abi Sufyan berumur kurang lebih 90 tahun dimulai pada masa kekuasaan Muawiyah sebagai khalifah pertama. Pemerintahan yang bersifat demokratis yang pernah berlangsung selama pemerintahan khulafaurrasyidin berubah menjadi monarchiheridetis (kerajaan turun temurun), yang diperoleh melalui kekerasan, diplomasi dan tipu daya, bukan dengan pemilihan atau suara terbanyak (syura). Suksesi kepemimpinan secara turun temurun dimulai ketika Muawiyah mewajibkan seluruh rakyatnya untuk menyatakan setia terhadap anaknya, Yazid. Muawiyah bermaksud mencontoh monarchi di Persia dan Bizantium. Dia memang tetap menggunakan istilah khalifah, namun dia memberikan interprestasi baru dari kata-kata itu untuk mengagungkan jabatan tersebut. Dia menyebutnya “khalifah Allah” dalam pengertian “penguasa” yang diangkat oleh Allah.

Pada tahun 743 M kekuasaan khilafah Umawiyah habis di Jazirah Arab, sejak jatuhnya khilafah Umawiyah kepemimpinan ummat Islam tetap berjalan namun berbentuk kerajaan kecil selama berapa tahun lamanya. Setelah dinasti Umawiyah makin lemah disusul pemberontakan terjadi di mana-mana maka pada tahun 132 H (750 M) dinasti Abbasiyah muncul mendeklarasikan khilafah. Sistem kepemimpinannya meneruskan gaya kepemimpinan dinasti sebelumnya. Keilmuan yang makin matang di tengah-tengah masyarakat Islam membawa gaya kepemimpinan dinasti ini banyak mengalami perubahan. Selama dinasti berkuasa, pola pemerintahan yang diterapkan berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik, sosial dan budaya.

Dinasti Abbassiyah hancur akibat serangan bala tentara Hulagu Khan dari Mongol pada tahun 1258 M, akibat penyerangan ini, kota Baghdad yang di kenal sebagai pusat keilmuan Islam luluh lantak, peradaban Islam yang pernah mencapai keemasannya hilang dalam hitungan hari, hingga menjadikan masa ini titik awal kemunduran ummat Islam.

Tahun 1288 M seorang pemimpin dari Asia Tengah bernama Usman yang cukup gigih, disegani dan kuat memulai kepemimpinan Khilafah Utsmaniyah, sistem kepemimpinannya mengikuti dua dinasti besar yang telah mendahuluinya, kepemimpinannya berakhir pada tahun 1924 M setelah mengalami pembangkrutan dari imperialis serta kudeta yang dilakukan oleh seorang Jendral Kemal Attaturk. Membaca sejarah kepemimpinan tiga dinasti yang pernah menjadi pusat pemerintahan ummat Islam dapat kita mengambil kesimpulan bahwa kepemimpinan (khilafah) yang sering kali kita baca dalam literatur Islam tercermin dalam bentuk pewarisan kekuasaan diantara keluarga sebuah klan.

Diterbitkan di: 10 September, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.