Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Pengertian Santri

oleh: sadarjayaa     Pengarang : ernawati
ª
 
Sebelum membahas pengertian Santri, sebagai golongan sosioreligius,hendaknya orang lebih dahulu memperhatikan hubungan yangsangat mendasar antara agama dan masyarakat. Sudah umum diterima baikbahwa setiap masyarakat terjadi dari sejumlah satuan yang lebih kecil danmencakup lebih banyak hal. Ada beberapa diantara satuan-satuan tersebutyang terjadi dari para anggota yang berkerabat satu dengan yang lain,apakah karena darah atau karena perkawinan. Sebenarnya banyak faktoryang menentukan hubungan antara anggota-anggota sebuah keluarga,marga atau suku. Berbagai kegiatan di antara para anggota itu dapatmenambah kekuatan dan keterpaduan satuan-satuan masyarakat itu.Beberapa macam kegiatan dan kepentingan bersama tertentu dapat lebiherat memadukan para anggota satu kelompok. Di antara ikatan yang akanmenambah keterpaduan sosial bagi satu kelompok adalah agama.Keberadaan satuan atau golongan sosio-religius, seperti Santridisebabkan dan didasarkan pada sikap religius para anggotanya.Keterpaduan golongan ini ditambah dan diperluas oleh pengalamanreligius yang mendorong himpunan itu, dalam hal ini satu sikap golonganyang diungkapkan dalam sebuah satuan sosial ditentukan oleh dua faktorpertama, peranan tradisi yang berubah dan berkembang sesuai denganzaman. Kedua, penghayatan sesuatu yang suci sebagai dasar untuk sikapreligius, apakah secara perseorangan atau secara bersama Istilah Santri yaitu orang muslim shaleh yang memeluk agamaIslam dengan sungguh-sungguh dan dengan teliti menjalankan perintahperintahagama Islam sebagaimana yang diketahuinya. Santri dalamkonteks penelitian ini adalah masyarakat yang agamis dalam artian sangatmenjunjung tinggi norma-norma dan nilai-nilai agama. Perilaku apa yangtidak sesuai dengan agama dianggap tabu.Secara sosiologis kata Santri dalam perspektif kultural merupakanartikulasi dari istilah masyarakat agamis. Karena itu (seharusnya) budayayang di klaim sebagai budaya Santri seharusnya mampu menggambarkantata kehidupan masyarakat yang erat kaitannya dengan nuansa-nuansaIslam. Dulu Desa Leran Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik dikenalfanatik (muslim ortodoks) karena memang masyarakatnya mampumenempatkan budaya Islam sebagai kebudayaan yang dominan.Dengan meminjam kategorisasi Kuntowijoyo (1994) tentangbudaya Santri, budaya agama atau kesantrian dapat dilihat dari wujudspiritualitas, etika, dan simbol-simbol. Pesantren merupakan institusipendidikan agama yang memiliki pengaruh banyak kata dalampembentukan budaya Islam di lingkungan masyarakat. Ini karena daripesantren, nilai-nilai spiritualitas, etika, dan simbol agama dimasifikasidan dipasarkan ke dalam kehidupan masyarakat.Sedangkan dalam kajian Geertz menyebutkan bahwa, “Santri dijawa memiliki jiwa kewirausahaan yang potensial. Semangat ini berkaitdengan watak agama Islam sebagai agama kaum pedagang yang kemudian menghasilkan budaya pantai dengan ciri-ciri keterbukaan,mobilitas tinggi, kosmopolitanisme, egalitarianisme, dan penghargaanterhadap kerja keras”, (Madjid, 1997). Namun, beberapa hal yangdiungkapkan oleh Kuntowijoyo maupun Geertz kian hari kian sulit untukditemui di Gresik, utamanya dikalangan masyarakat Desa LeranKecamatan Manyar Kabupaten Gresik.12Bersama dengan Surabaya dan Sidoarjo, Gresik berada pada zonaSurabaya raya yang merupakan pusat wilayah gerbang Kertosusila(Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan). Kiantingginya tingkat perkembangan sektor industri merupakan hal yang tidakterelakkan.Di bawah kondisi ini, mau tak mau, Gresik pun melahirkan satukelompok sosial masyarakat yang baru; masyarakat buruh pabrik.Kelompok ini lahir dan sangat tergantung geliat sektor industri pabrikuntuk menopang keberlangsungan hidupnya.Dimana masyarakat Desa Leran Kecamatan Manyar KabupatenGresik sebelumnya bekerja pada sektor pertanian dengan memberdayakantenaga manusia dan hewan beralih ke sektor industri, yang dilengkapidengan teknologi yang canggih dan tepat guna. Mengakibatkanmasyarakat setempat lambat laun mengalami tranformasi dari masyarakatsantri menuju masyarakat industri. Tidak bisa dinafikan, Desa Leran Kecamatan Manyar KabupatenGresik yang notabene mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai buruhpabrik selama kurang lebih 10 jam setiap hari dengan libur satu hari yaituhari minggu saja, membuat mereka tidak bisa intens khususnya dalamkegiatan yang berkaitan dengan agama. Hal ini juga berlaku padaperubahan cara berpakaian yang mana sebelum adanya perkembanganindustri masyarakat Desa Leran Kecamatan Manyar Kabupaten Gresikdikenal sangat islami dalam artian berpakaian sopan dengan menutupsemua bagian aurat yang seharusnya tidak ditampakkan. Karena kebijakanyang diberikan oleh pihak pengelola industri yang mengharuskan parapekerjanya khususnya pekerja wanita dituntut tidak memakai jilbab(kerudung) dengan mengenakan baju berlengan pendek.Mau tidak mau hal itu pun terbawa dalam kehidupan sehari-hariyang tampaknya tidak hanya pada masyarakat buruh pabrik tapi jugadirasakan masyarakat sekitarnya.Masyarakat santri yang normatif kini menunjukkan kepada arahperubahan baik dilihat dari segi perubahan nilai dan sikap sepertikepribadiannya.
Diterbitkan di: 03 September, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa pengertian santri secara luas Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.