Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Teori Fenomenologi

oleh: priasejhtiandempati     Pengarang : muhammad
ª
 
Makna fenomenologi adalah realitas, tampak, sedangkan menurutbahasa (logos) ilmu.Jadi fenomenologi adalah ilmu yang berorientasi untuk dapatmendapatkan penjelasan tentang realitas sosial yang tampak.Fenomena yang tampak adalah refleksi dari realitas yang tidakberdiri sendiri. Karena ia memiliki makna yang memerlukan penafsiranlebih lanjut. Tokoh-tokoh teori fenomenologi antara lain Edmund Husserl,Alfred Schurts dan Peter L. Berger.Fenomenologi menerobos fenomena untuk dapat mengetahuimakna (hakikat) terdalam dari fenomena tersebut.Menurut Edmund Husserl teori fenomenologi lahir atas reaksiterhadap kelemahan positivisme August Comte yang menawarkan reduksi,yaitu penundaan kesimpulan atas fenomena yang diteliti, antara lainmenentukan:a. Reduksi Edris, yaitu menentukan struktur dasar untuk sampai padayang hakiki.b. Reduksi fenomenologi, yaitu obyek dipandang gejalanya agarmengetahui subyektifitas-transenden.c. Reduksi Transenden, yaitu menghilangkan baugraund terdiri daripengetahuan obyek hingga menemukan kesadaran murni obyek.Menurut Alferd Shutz sebagai salah seorang dimana yang terakhirini berpendirian bahwa tindakan manusia menjadi suatu hubungan sosialbila manusia memberikan arti atau makna tertentu terhadap tindakan itu,dan manusia itu. Memahami pula tindakannya itu sebagai sesuatu tindakansangat menentukan terhadap kelangsungan proses interaksi sosial. Baiksebagai aktor yang memberikan arti terhadap tindakannya sendiri maupunbagi pihak lain yang akan menerjemahkan dan memahaminya serta yangakan bereaksi atau bertindak sesuai dengan yang dimaksudkan oleh aktor. Alfred Shutz menekankan adanya hubungan antara pengetahuandengan prilaku manusia sehari-hari agar manusia menjadi mahluk sosial.Fenomenologi Peter L. Berger cara kerja memberikan maknatentang obyek yang berupa ide, nilai, budaya, norma dilihat sebagai pusatorganisasi yang mensosialisasikan maknanya pada masing-masinganggotanya, diantaranya:a. Eksternalisasi, yaitu suatu pencurahan kedirian manusia secara terusmenerus ke dalam dunia, baik dalam aktivitas fisik maupun mentalnya.b. Obyektifitas, yaitu disandangnya produk-produk aktivitas itu (baikfisis maupun mental), suatu realitas yang berhadapan dengan paraprodusennya semula, dalam bentuk suatu kefaktaan (faktisitas) yangeksternal terhadap, dan lain dari, para prosedur itu sendiri.c. Internalisasi, yaitu peresapan kembali realitas tersebut oleh manusia,dan mentransformasikannya sekali lagi dari struktur-struktur duniaobyektif ke dalam struktur-struktur kesadaran subyektif.
Diterbitkan di: 30 Agustus, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pointer tentang fenomenologi berger Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pointer tentang fenomenologi dari berger Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    dalam buku apa saja saya dapat menemukan tentang teori fenomenologi ini? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    contoh teori fenomenologi Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.