Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Media dan Konstruksi Realitas

Media dan Konstruksi Realitas

oleh: priahokkyyy     Pengarang : haorrahman
ª
 
Dalam teori paradigma konstruksionis fakta merupakan realita yangdikonstruksi, fakta tidaklah berdiri sendiri melainkan dikelilingi olehberbagai kepentingan. Termasuk fakta/pengetahuan yang disajikan olehmedia masa merupakan hasil konstruksi para jurnalis. Pengetahuanmerupakan konstruksi dari individu yang mengetahui dan tidak dapatditransfer kepada individu lain yang pasif. Karena itu konstruksi harusdilakukan sendiri olehnya terhadap pengetahuan itu, sedangkanlingkungan adalah sarana terjadinya konstruksi. Jika dilihat, seluruh isi media cetak elektronik baik cetak maupun noncetak selalu menggunakan bahasa verbal (kata -kata/tulisan) ataupun nonverbal (Gambar, Photo). Bahasa me rupakan instrument yang pokok dalammenyampaikan informasi. Bahasa adalah alat yang penting dalamberkomunikasi yakni dalam menyampaikan dan merespon informasi.Pemilihan kosa kata dalam menyajikan informasi sangat mempengaruhidalam pembentukan realita da lam sebuah media massa tak terkecuali pers.Jadi alat untuk mengkonstruksi sebuah realita adalah pemilihan bahasayang digunakan baik bahasa verbal maupun non verbal. Dalam kehidupan sehari-hari mungkin orang akan mengabaikanrealitas yang ada, tapi pada dasarnya realitas yang terabaikan tersebutmerupakan realitas yang teratur dan terpola. Inilah yang ingin ditegaskanoleh berger bahwa realitas sehari-hari memiliki dimensi yang objektif dansubjektif. Dimensi objektif yang dijelaskan oleh kaum fungsional dandunia subjektif yang ditekankan ahli psikologi sosial.Dalam sejarah umat manusia, objektivikasi, internalisasi, daneksternalisasi merupakan tiga proses yang berjalan terus.Objektifvikasimerupakan realitas objektif yang diserap oleh orang. Internalisasimerupakan proses sosiali realita objektif dalam suatu masyarakat.Eksternalisasi merupakan proses dimana semua manusia yang mengalamisosialisasi yang tidak sempurna itu secara bersama-sama membentuk suaturelitas baru.Seperti yang dikutip Eriyanto dari Berger realitas tidak dibentuk secarailmiah, tidak juga sesuatu yang diturunkan oleh Tuhan. Tetapi sebaliknya,ia dibentuk dan dikonstruksi. Pendekatan konstruksionis mempunyaipenilaian sendiri bagaimana media, wartawan dan berita dilihat. Bahwafakta adalah hasil kontruksi, jadi realitas itu bersifat subjektif. Realitas ituada karena dihadirkan oleh subjektifitas wartawan. Realitas tercipta lewatsudut pandang tertentu. Realita dapat dilihat berbeda oleh setiap orangyang berbeda. Hal ini sangat bertolak belakang dengan pandanganpositivistik realita bersifat eksternal hadir sebelum wartawan meliputnya Jadi bagi kaum positivis realita bersifar objektif dan tinggal diliput olehwartawan. 3Kaitannya agama dengan konstruksi sosial adalah, agama merupakansumber legitimasi yang paling efektif dan paling meluas. Seperti yangdikutip Margaret M Poloma dari Berger “secara historis arti penting agamadalam proses legitimasi bisa dijelaskan dalam hubungannya dengankemampuan agama yang unik untuk menempatka n fenomena manusia kedalam kerangka pemikiran kosmis”. Dengan demikian dalam konstruksirealitas secara sosial agama dapat dikatakan melayani dua tujuan penting.(1) Ia menyediakan nomos, atau makna dari realitas sosial. (2) Diamengesahkan, atau memberikan tanda terima realitas itu4. Jadi dalamkonstruksi realitas menurut Berger agama sangat mempunyai perananyang besar dalam melegetimasi sebuah pembentukan relitas sosial. Karenaagama mempunyai ajaran-ajaran yang diyakini kebenarannya olehmasyarakat banyak.Dalam pembentukan konstruksi, media merupakan agen dalammembentuk suatu realitas. Dalam pandangan posivistik media dilihatsebagai saluran murni untuk menyalurkan suatu informasi tanpa adaunsure subjektifitas. Hal ini sangat bertolak belakang dengan paradigmakonstruksionis, media bukanlah sekedar saluran murni yang bebas nilai.Media merupakan subjek yang mengkonstruk realita, lengkap denganpandangannya, bias dan keberpihakkannya,. Media dianggap sebagai agen konstriuksi sosial. Berita bukanlah cermin dari realitas melainkan refleksidari realitas. Berita terbentuk karena adanya konstruksi realitas. Disinidapat dilihat bahwa berita merupakan arena pertarungan bagi pihak-pihakyang berkaitan dan berkepentingan dengan peristiwa tersebut
Diterbitkan di: 29 Agustus, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    trus informasi yang subjektif sendiri itu apa? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.