Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Pengertian Metode Sufistik

Pengertian Metode Sufistik

oleh: sangsejathi     Pengarang : cahyono
ª
 
Secara etimologi, metode dalam bahasa arab dikenal dengan istilahthariqah yang berarti langkah-langkah strategis yang dipersiapkan untukmelakukan suatu pekerjaan. Metode juga dapat diartikan sebagai cara yangdipergunakan oleh guru dalam membelajarkan peserta didik saatberlangsungnya proses pembelajaran.Secara terminologi, para ahli mendefinisikan metode sebagai berikut:Hasan Langgulung mendefinisikan bahwa metode adalah cara atau jalan yangharus dilalui untuk mencapai jalan pendidikan.Abdur al-Rahman Ghinaimah mendefinisikan bahwa metode adalah caracarayang praktis dalam mencapai tujuan pengajaran.Ahmad Tafsir mendefinisikan bahwa metode mengajar adalah cara yangpaling tepat dan cepat dalam mengajarkan mata pelajaran. Metode juga diartikan seperangkat cara, jalan dan teknik yang digunakanoleh pendidik dalam proses pembelajaran agar peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran atau menguasai kompetensi tertentu yang dirumuskandalam silabi pelajaran. Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa metodesufistik adalah metode yang dapat kita gunakan secara sufi misalnya metodedongeng atau cerita karena dengan metode itu dapat menimbulkanketeladanan bagi siswa terutama cerita yang berhubungan dengan Nabi danRosul serta para orang-orang sholeh. Pengertian global ajaran Islam telah memberikan konsep dasar filosofis,berkaitan dengan unsur pendidikan secara umum (tataran pedagogis).Kemudian dari konsep dasar itulah para ahli atau pemikir mengembangkannyamenjadi ide- ide teknis dan spesifik terkait dengan cara-cara mendidik, strategibelajar-mengajar, dan sebagainya dengan lebih prosedural berdasarkan tatarandidaktik-metodik.Satu dari sekian luas kajian dalam ruang lingkup pendidikan Islam adalahaspek metodologinya. Dalam metodologi pendidikan, antara lain membahastentang metode (cara), usaha, pendekatan, teknik, dan strategi yang dapatdigunakan untuk mencapai semua tujuan-tujuan yang ingin diraih dalamkegiatan pendidikan Islam. Bahkan dalam ajaran Islam, Allah SWTmengingatkan akan pentingnya menggunakan cara-cara yang tepat dalam mengajak manusia ke jalan yang baik, sebagaimana Firman-Nya dalam QS.An-Nahl (16): 125 berikut: Artinya :“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaranyang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. SesungguhnyaTuhanmu, dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat darijalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapatpetunjuk.” (Departemen Agama 2004, hal. 281).Menurut Al-Ghazali kata hikmah, mau’izhah, dan mujahadah merupakantiga cara berdakwah dalam tiga kelompok yang berbeda. Masing-masingkelompok orang yang diajak ke jalan Allah SWT cocok dengan cara masingmasing,seperti jika hikmah diberikan kepada kelompok mau’izhah, makasama seperti memberi anak yang masih menyusui dengan daging burung,begitu pun sebaliknya.26 Agak berbeda dengan Ghazali, Ibnu Rusydmemahami ayat di atas dalam kaitannya menyeru ke jalan Allah, yaitu denganhikmah diartikannya sebagai dakwah dengan pendekatan substansi yangmengarah pada filsafat. Dengan nasihat yang baik, yang berarti retorika yangefektif dan populer, dan dengan mujahadah yang lebih baik maksudnya Artinya :“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaranyang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. SesungguhnyaTuhanmu, dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat darijalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapatpetunjuk.” (Departemen Agama 2004, hal. 281).Menurut Al-Ghazali kata hikmah, mau’izhah, dan mujahadah merupakantiga cara berdakwah dalam tiga kelompok yang berbeda. Masing-masingkelompok orang yang diajak ke jalan Allah SWT cocok dengan cara masingmasing,seperti jika hikmah diberikan kepada kelompok mau’izhah, makasama seperti memberi anak yang masih menyusui dengan daging burung,begitu pun sebaliknya.26 Agak berbeda dengan Ghazali, Ibnu Rusydmemahami ayat di atas dalam kaitannya menyeru ke jalan Allah, yaitu denganhikmah diartikannya sebagai dakwah dengan pendekatan substansi yangmengarah pada filsafat. Dengan nasihat yang baik, yang berarti retorika yangefektif dan populer, dan dengan mujahadah yang lebih baik maksudnya
Diterbitkan di: 22 Agustus, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa pengertian sufistik Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.