Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Bentuk-bentuk Problematika Anak Didik

Bentuk-bentuk Problematika Anak Didik

oleh: sangsejathi     Pengarang : aniskhoiri
ª
 
Masalah anak didik, baik masalah kemampuan maupun masalah tindaktanduknya. Anak didik datang dari rumah tangga atau keluarga yanglingkungan dan tingkat hidupnya berbeda. Masing-masing mereka membawakemampuan dan cara-caranya sendiri yang tumbuh berkembang selama dirumah tangga atau di keluarga masing- masing yang berbeda itu. Murid datangke sekolah membawa cara masing-masing yang bersifat individual. Adamurid yang cerdas dan ada pula murid yang agak lamban berpikir (bodoh).Ada yang bersikap keras dan ada pula yang patuh suka menurut. Ada yangmanja, suka dipuji dan ada pula yang mandiri. Ada yang suka mengganggudan ada pula yang menolong atau baik hati. Ada pula yang suka jail, usil danada juga yang suka cengeng serta sebagainya. Keadaan masing-masing murid ini mempengaruhi proses kegiatan belajar mengajar yang perlu mendapatperhatian guru.Problematika yang terjadi pada anak didik amatlah banyak. Di sini,problematika anak didik akan dibagi menjadi tiga bentuk, yaitu :a. Masalah kesulitan belajarDalam masalah anak didik yang dilakukan di sekolah masihterdapat beberapa hal yang menjadi hambatan bagi mereka, yaitu yangdinamakan dengan kesulitan belajar. Kesulitan ini bisa saja terjadi karenaselain siswa memiliki perbedaan individual juga memiliki latar belakangketurunan dan latar belakang intelektual yang berbeda pula pada masingmasinganak didik.Kesulitan belajar adalah kondisi proses belajar yang ditandaidengan adanya hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar.Dalam interaksi edukatif, anak didik tidak jarang menemuikesulitan dalam belajar. Setiap anak didik tumbuh dan berkembang dalamberbagai irama dan variasi sesuai dengan kodrat yang ada padanya. Iaakan belajar sekalipun akan berhasil atau tidak dan juga ia tidakmemikirkan apakah tingkah lakunya mendapat pujian atau tidak. Iabelajar dengan caranya sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan danpotensi serta keterampilan dan bakat yang ada padanya. Peran guru dalammembantu proses belajar murid sangatlah diharapkan. Setiap guru harusmemiliki sifat-sifat khusus setiap anak didik dan ia harus tabah serta berusaha memecahkan kesulitannya. Unsur pokok yang perludiperhatikan dalam masalah belajar adalah sebagai berikut :1). Kegairahan dan kesediaan untuk belajar2). Membangkitkan minat murid3). Menumbuhkan sikap dan bakat yang baik4). Mengatur proses belajar mengajar5). Berpindahnya pengaruh belajar dan pelaksanaannya dalam kehidupannyataMenurut Moh. Surya, seperti yang dikutip oleh Hallen A. (2002 :129), ada beberapa ciri tingkah laku yang merupakan manifestasi darigejala kesulitan belajar, antara lain :1). Menunjukkan hasil belajar yang rendah (di bawah rata-rata nilai yangdicapai oleh kelompok kelas)2). Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan.Mungkin murid yang selalu berusaha dan giat, tetapi nilai yangdicapai selalu rendah3). Lambat dalam melaksanakan tugas-tugas kegiatan belajar, ia selalutertinggal dari kawan-kawannya dalam menyelesaikan tugas sesuaidengan waktu yang tersedia4). Menunjukkan sikap yang kurang wajar seperti acuh tak acuh,menentang, berpura-pura, dusta dan sebagainya 5). Menunjukkan tingkah laku yang berlainan, seperti membolos, datangterlambat, tidak mengerjakan pekerjaan rumah, mengganggu di dalamdan di luar kelas, tidak mau mencatat pelajaran, mengasingkan diri,tersisih, tidak mau bekerja sama dan sebagainya6). Menunjukkan gejala emosional yang kurang wajar, seperti pemurung,mudah tersinggung, pemurah, tidak atau kurang gembira dalammenghadapi situasi tertentu, misalnya dalam menghadapi nilai rendahtidak menunjukkan sedih atau menyesal dan sebagainya.Dari apa yang dikemukakan di atas dapat dipahami adanyabeberapa manifestasi dari gejala kesulitan belajar yang dialami oleh parapeserta didik. Dari gejala-gejala yang termanifestasi dalam tingkah lakusetiap peserta didik diharapkan para pendidik/guru dapat memahami danmengidentifikasi mana siswa yang mengalami kesulitan belajar dan manapula yang tidak
Diterbitkan di: 22 Agustus, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.