Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Penyimpangan seks dan dampaknya

Penyimpangan seks dan dampaknya

oleh: priasederhanaxxx     Pengarang : fakiharifi
ª
 
Dalam kehidupan yang semakin modern serta dengan adanya
keberagaman psikologi manusia, ternyata banyak peneliti menemukan datadata
baru tentang adanya penyimpangan seksual. Penyaluran hasrat seksual
yang tidak lazim(abnormalitas) memiliki beragam bentuk, diantaranya ialah
sebagai berikut:
a. Homoseks
Homoseksual merupakan rasa tertarik dan mencintai dengan
(kelamin) sejenis, untuk kaum pria sering juga disebut ”gay”, sedangkan
untuk wanita dikenal dengan istilah lesbian.
Penyebab homoseksualitas pada pria sampai saat ini masih
diperdebatkan, beberapa penyebabnya antara lain:
1) Faktor bawaan (herediter) berupa ketidakseimbangan hormonhormon
seks.
2) Pengaruh lingkungan yang tidak baik/ tidak menguntungkan bagi
perkembangan kematangan seksual yang normal.
3) Pernah menghayati pengalaman homoseksual yang menggairahkan
pada masa remaja.
4) Pengalaman traumatis terhadap ibu atau seorang wanita sehingga
timbul kebencian antipati terhadap wanita.
b. Lesbian
Beberapa tinjauan kemuncula n lesbianisme antara lain wanita
yang bersangkutan terlalu mudah jenuh dalam hubungan senggama
dengan suami atau laki-laki serta ia tidak pernah merasakan orgasme.
Faktor traumatis terkait dengan pengalaman mendapat perlakuan kejam
dari laki-laki atau suaminya dapat juga menjadi salah satu penyebabnya.
Lesbianisme bisa juga merupakan suatu pelarian ketidakbahagiaan hidup
dan kekecewaan, hingga mencari satu hal yang baru dalam hidupnya.
c. Zoofilia
Zoofilia adalah rasa cinta manusia yang abnormal kepada
binatang. Biasanya cara pemuasan seks dengan jalan bersenggama,
mengelus-elus binatang, melihat aktivitas seks binatang, tidur bersama,
mencium dan memanipulasi tubuh binatang atau bisa juga dengan
menggunakan kulit binatang sebagai jimat atau simbol seks(fethisisme).
d. Nekrofilia
Nekrofilia ialah menggunakan mayat sebagai media pemuas seks,
baik dengan melihatnya atau senggama dengan mayat. Terkadang juga
diikuti dengan perusakan pada mayat(mutilasi). Pelaku biasanya
dihinggapi rasa histeris yang begitu hebat karena mengalami trauma
serius, hingga tidak berani melakukan hubungan seks dengan orang
hidup.
Seorang dengan gejala nekrofilia biasanya juga seorang
pembunuh. Tidak jarang penyimpangan seks ini disertai dengan
penyimpangan lain seperti pedofilia, homoseks, dan kanibalis.
e. Pornografi dan Obscentia
Kata pornografi berasal dari bahasa Yunani porne yang bermakna
pelacur dan kata grafos yang artinya tulisan, gambar, atau visualisasi
yang dapat menggairahkan seks. Sedangkan obscenity merupakan pola
tingkah laku, gerak- gerik, perkataan, dan ekspresi lainnya yang bersifat
erotis dengan cara tentunya melanggar kesopanan, jorok, dan
menjijikkan. Seorang obscenity pasti pornografis sedangkan seorang
pornografis belum tentu obscenity. Sebab perilaku obscenity lebih
membutuhkan rasa ”tebal muka” yang biasanya diakibatkan oleh
kehidupan seks bebas.
f. Pedofilia
Kata pedofilia terdiri dari dua unsur kata yakni ’pais-paidos’: anak
dan ‘phileo-philos’: mencinta, jadi pedofilia adalah orang dewasa yang
menyalurkan kepuasan seksnya pada anak berupa memperlihatkan alat
kelamin, membelai-mencium-mendekap-menimang anak dengan nafsu
dan merasa melakukan senggama.
Penyimpangan seksual ini termasuk yang paling stragis karena
dapat merusak masa depan serta psikologi seorang anak. Individuindividu
dengan pola rangsangan semacam ini dapat tertarik kepada
anak laki-laki, anak perempuan, atau keduanya. Dalam sebuah survei,
pelaku pedofilia ini dengan prosentase 90% laki-laki dan 10% wanita.38
g. Fethisisme
Fethisisme merupakan tindakan seksual seseorang dengan
menggunakan benda-benda tertentu sebagai simbol kekasih atau seks
sebagai penyaluran. Benda yang dimaksud disanjung, dipuja, dan
dicintai secara berlebihan. Dengan benda yang sama ia mendapatkan
kepuasan seks dengan cara diciumi, dipeluk, dibelai, dan digunakan
untuk masturbasi. Jenis benda yang digunakan biasanya cindera mata
dari kekasih yang telah meninggalkannya, atau telah mati, atau bahkan
milik orang yang dikagumi secara diam-diam, seperti pakaian dalam,
rambut, sapu tangan, sepatu, dan sebagainya.
h. Frottage
Aktivitas yang dilakukan oleh orang yang mengalami
abnormalitas seks ini menyalurkan kepuasan seksnya dengan cara
membelai, mengelus-elus, atau meraba orang yang disenanginya, tanpa
disadari oleh korban. Pelaku biasanya orang yang sangat pemalu,
diselimuti rasa rendah diri yang kronis, dan tidak berdaya dalam
mengungkapkan keinginan untuk bersenggama.
i. Geronteseksualiti
Geronteseksualiti adalah seorang pemuda yang menyukai
berhubungan seks dengan wanita yang sudah tua atau usia lanjut yang
terkadang karena pertimbangan ekonomi, ada juga yang memang untuk
penyaluran kepuasan seksnya. Lelaki seperti ini lebih bergairah untuk
bersenggama dengan wanita berusia lanjut dibandingkan dengan wanita
muda meski ia telah memiliki istri.
j. Incest
Inces ialah hubungan seks antara pria dan wanita di dalam ataupun
di luar ikatan pernikahan, keduanya masih memiliki tali kekerabatan
yang dekat. Sebenarnya secara hukum islam dan biologis (kesehatan)
tidak diizinkan terjadinya hubungan seks tersebut sebagaimana
disebutkan dalam Surat An Nisa ayat 22-24. Sebab dampak dari
hubungan ini biasanya adalah munculnya keturunan yang memiliki
penyakit-penyakit genetik, cacat mental dan fisik.
Inces biasanya terjadi pada golongan bangsawan yang ingin
melestarikan kelangsungan kebangsawanannya atau pada masyarakat
yang terisolir dan enggan untuk berhubungan dengan masyarakat
kelompok lain. Variasi inces dapat pula terjadi dalam hubungan
dengan keluarga seatap rumah karena tidak adanya pembatasan
pergaulan, sering tidur bersama, atau karena suasana rumah yang
sering mendukung.
k. Saliromania
Kegiatan pelaku saliromania adalah pria yang mendapatkan
kepuasan seks dengan mengotori atau menodai badan dan pakaian
wanita, atau pengganti dan representasi(perwujudan) kaum wanita.
Tindakan tersebut merupakan simbol kebencian dan dendam yang
terlampiaskan dengan menodai/mengotori tubuh, patung atau gambar
wanita dengan telur busuk, tinta, cat, kotoran manusia, dan lain
sebagainya.
l. Wifeswaping
Wifeswaping (swap, swop = bertukar,berganti) atau disebut tukar
istri/tukar kunci, biasanya dilakukan dalam satu perkumpulan
(sleutelclub = klub kunci). Prosesnya adalah dengan mengundi kuncikunci
kamar yang berisi istri- istri para suami yang tergabung dalam klub
dengan istri orang lain yang berada dalam kamar sesuai hasil undian.
Pada suku Eskimo tertentu meminjamkan istri malah dianggap
kesopanan dan keramahtamahan terhadap seorang tamu.
Penyebab terjadinya wifeswaping ini misalnya adanya kebosanan
dalam perkawinan, ketidak serasian kepribadian antara suami- istri, atau
ingin mendapatkan variasi seks dalam bentuk lain.
Berbagai macam penyimpangan seksual di atas tidak satupun yang
memiliki dampak positif bagi pribadi seseorang, apalagi bagi remaja.
Bahkan dalam ajaran agama islam hal tersebut telah ditetapkan
keharamannya.
Diterbitkan di: 11 Agustus, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.