Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan nilai-nilai moral keagama

Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan nilai-nilai moral keagama

oleh: priasederhanaxxx     Pengarang : arinirizki
ª
 
Perkembangan moral seorang anak banyak dipengaruhi oleh
lingkungan dimana ia hidup. Tanpa masyarakat (lingkungan), kepribadian
seorang individu tidak dapat berkembang; demikian pula halnya dengan
aspek moral pada anak. Nilai – nilai moral yang dimiliki seorang anak lebih
merupakan sesuatu yang diperoleh anak dari luar. Anak belajar dan diajar
oleh lingkunganya mengenai bagaimana ia harus bertingkahlaku yang baik
dan tingkahlaku yang bagaimana yang dikatakan salah atau tidak baik
Lingkungan ini dapat berarti orang tua, saudara – saudara, teman – teman,
guru –guru, dan sebagainya.
Suatu sistem yang paling awal berusaha menumbuh kembangkan
sistem nilai, moral, dan sikap kepada anak adalah keluarga. Ini didorong oleh
keinginan dan harapan orang tua yang cukup kuat agar anaknya tumbuh dan
berkembang menjadi individu yang memiliki dan menjunjung tinggi nilainilai
luhur, mampu membedakan yang baik dan yang buruk, yang benar dan
yang salah, yang boleh dan tidak boleh dilakukan, serta memiliki sikap dan
prilaku yang terpuji sesuai dengan harapan orang tua, masyarakat sekitar, dan
agama. Melalui proses pendidikan, pengasuhan, perintah, larangan, hadiah,
hukuman, dari intervensi edukatif lainya, para orang tua menanamkan nilainilai
luhur, moral, dan sikap yang baik bagi anak- anaknya agar dapat
berkembang menjadi generasi penerus yang diharapkan.
Disini keluarga merupakan lingkungan yang terdekat untuk
membesarkan, mendewasakan dan didalamnya anak mendapatkan
pendidikan yang pertama kali. Keluarga merupakan kelompok masyarakat
terkecil, akan tetapi merupakan lingkungan paling kuat dalam membesarkan
anak yang belum sekolah. Oleh karena itu keluarga mempunyai peran
penting dalam perkembangan anak, keluarga yang baik akan berpengaruh
positif bagi perkembangan anak, sedangkan keluarga yang jelek akan
berpengaruh negatif.
Lingkungan pendidikan setelah keluarga, adalah lingkungan sekolah.
Sekolah sebagai lembaga formal yang di serahi tugas untuk
menyelenggarakan pendidikan tentunya tidak kecil perananya dalam
membantu perkembangan hubungan sosial remaja. Dalam konteks ini, guru
juga harus mampu mengembangkan proses pendidikan yang bersifat
demokratis. Jika guru tetap berpendirian bahwa dirinya sebagai tokoh
intelektual dan tokoh otoritas yang memegang kekuasaan penuh,
perkembangan hubungan sosial remaja akan terganggu. Untuk itu guru harus
mampu mengembangkan perannya selain sebagai guru juga sebagai
pemimpin yang demokratis.
Oleh karena itu sekolah sering disebut sebagai lingkungan kedua
setelah keluarga. Pendidikan sekolah lebih bersifat formal, (dalam keluarga
bersifat informal), karena tidak seperti dalam lingkungan keluarga, disekolah
ada kurikulum sebagai rencana pendidikan dan pengajaran, ada guru – guru
yang lebih profesional, ada sarana dan prasarana dan fasilitas pendidikan
khusus sebagai pendukung proses pendidikan, serta ada pengelolaan
pendidikan yang khusus pula Guru juga harus berupaya agar pelajaran yang diberikannya cukup
menarik minat anak, sebab tidak jarang anak menganggap pelajaran yang
diberikan oleh guru kepadanya tidak bermanfaat. Tugas guru tidak hanya
semata – mata mengajar, melainkan juga mendidik. Artinya, selain
menyampaikan pelajaran sebagai upaya mentrasfer pengetahuan kepada
peserta didik, juga harus membina peserta didik menjadi manusia dewasa
yang bertanggung jawab.
Agar pendidikannya berhasil dengan baik, maka seyogyanya para guru
memahami keadaan dan ciri – ciri pertumbuhan dan perkembangan yang
sedang mereka (remaja) lalui, dan kegoncangan jiwa yang disertainya.
Perkembangan moral menurut Durkheim (dalam Djuretna, 1994)
berkembang karena hidup dalam masyarakat, dan moral pun dapat berubah
karena kondisi sosial. Oleh karena itu, moral masyarakat berkuasa terhadap
individu. Menurut Hurlock prilaku moral dapat dipilah dalam tiga bagian,
yakni:
a. Prilaku moral yang sesuai dengan kelompok sosial
b. Prilaku tak moral merupakan yang tidak sesuai dengan harapan sosial
c. Prilaku amoral adalah prilaku yang disebabkan ketidak acuhan terhadap
harapan kelompok sosial dari pada pelanggaran sengaja terhadap standar
kelompoknya. Kejadian perampokan, pemerasan, pencurian seperti yang
termuat dalam surat kabar, merupakan prilaku yang amoral. Dalam kaitan
ini kepada anak – anak diperlukan pengarahan tentang pengaruh krisis
moral dalam kehidupannya.
Robert H. Thoulees mengemukakan empat faktor keberagamaan yang
dimasukkan dalam kelompok utama, yaitu:
a. Pengaruh – pengaruh sosial
b. Berbagai pengalaman
c. Kebutuhan, dan
d. Proses pemikiran
Faktor sosial mencakup semua pengaruh sosial dalam perkembangan
sikap keberagamaan, yaitu: pendidikan orang tua, tradisi – tradisi sosial dan
tekanan – tekanan lingkungan sosial untuk menyesuaikan diri dengan
berbagai pendapat dan sikap yang disepakati oleh lingkungan.
Pada umumnya ada anggapan bahwa kehadiran keindahan, keselarasan
dan kebaikan yang dirasakan dalam dunia nyata memainkan peranan dalam
pembentukan sikap keberagamaan. Dan inilah yang dapat dikategorikan
dalam faktor kedua. Dengan merenungkan keadaan di sekeliling kita akan
keindahan yang meliputi segalanya, jiwa yang suci akan dapat mendengar
dan melihat indahnya alam sekeliling itu, yang akhirnya sampai pada
kesadaran jiwa akan keagungan Allah sebagai sang pencipta.
Diterbitkan di: 11 Agustus, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    contoh faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan nilai,moral dan sikap? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    faktor pengaruh perkembangan nilai-nlai budaya Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    APA SAJA FAKTOR-FAKTOR MORAL Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.