Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Pengertian keagamaan

oleh: priasederhanaxxx     Pengarang : arinirizki
ª
 
Agama atau religi merupakan bagian yang cukup terpenting dalam
jiwa remaja. Sebagian orang berpendapat bahwa moral dan religi dapat
mengendalikan tingkah laku anak yang beranjak pada usia remaja
sehingga mereka tidak akan melakukan hal- hal yang merugikan kepada
masyarakat atau bertentangan dengan norma – norma agama. Disisi lain
tidak adanya moral atau religi ini seringkali dituding sebagai penyiapan
meningkatnya kenakalan remaja dikalangan masyarakat.
Yang dimaksud dengan keagamaan atau relegi adalah kepercayaan
terhadap suatu zat yang mengatur dalam semesta ini adalah sebagian
dari moral, sebab sebenarnya dalam keagamaan dan moral juga diatur
nilai – nilai perbuatan yang baik dan buruk. Agama oleh karena Agama
juga memuat dan pedoman bagi remaja untuk bertingkah laku dalam
kehidupan pribadi dan bermasyrakat, harus benar- benar tertanam dalam
jiwa kaum remaja.
Menurut Syekh Musthofa Abdul Rozik memberikan konklusinya
terhadap makna agama sebagai terjemahan dari kalimat ”dien” adalah,
peraturan- peraturan yang berdiri pada kepercayaan – kepercayaan yang
bertaut dengan keadaan- keadaan yang suci, artinya yang membedakan
mana yang halal dan haram, yang dapat membawa atau mendorong
umat yang menganut untuk menjadi suatu umat yang mempunyai
kesatuan rohani yang kuat.
Jika pengertian agama dan moral tersebut dihubungkan satu dan
lainnya tampak saling berkaitan erat. Dalam hubungan ini Zakiah
Daradjat berpendapat “ jika ambil ajaran agama, maka moral adalah
sangat penting bahkan yang terpenting, dimana kejujuran, kebenaran,
keadilan dan pengabdian adalah diantara sifat – sifat terpenting dalam
agama”. Tentang eratnya hubungan antara agama dengan moral
sebagaimana tersebut diatas dapat di analisis dari seluruh ajaran yang
terdapat dalam agama yang pada akhirnya berjuang pada pembentukan
moral. Perintah mengucapkan dua kalimat syahadat yang mengawali
bentuk pengakuan keIslaman seseorang, mengandung pesan moral agar
segala ucapan dan perbuatannya dimotivasi oleh nilai nilai yang berasal
dari tuhan dan rasulnya, sekaligus di arahkan untuk mendapatkan
keridho’annya.
Jadi nilai moral keagamaan adalah nilai yang berdasarkan asas
kepercayaan terhadap Allah, kepercayaan kehidupan akhirat, sesuai
dengan dasar Islam yang berlandaskan Al-Quran dan Hadis. Nilai juga
adalah suatu nilai yang objektif atau mutlak dan tidak berubah, tanpa
mengambil kira faktor masa, tempat dan juga siapa yang
mengamalkannya. Nilai keagamaan inilah nilai akhlak yang diwajibkan
ke atas penganut Islam supaya menbentuk kehidupan bahagia di dunia
dan akhirat.
Berkaitan dengan nilai – nilai moral agama, maka guru dituntut
mempunyai kemampuan atau kompetensi. Kompetensi adalah
keseluruhan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dipergunakan
oleh seseorang dalam kaitannya dengan suatu tugas tertentu.
Kompetensi guru adalah pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang
harus ada pada dirinya agar dapat menunjukkan tingkah lakunya sebagai
guru.
Guru biasanya bekerja dalam batas kewenangan kelembagaanya.
Setiap lembaga memiliki nilai – nilai tertentu yang harus di taati oleh
guru, baik nilai yang tertuang secara tertulis maupun tidak.
Guru juga mempunyai hak untuk menentukan nilai mana yang
akan dipakai atau di tinggalkan, tetapi guru harus mengenal dirinya
sendiri, mengenal nilai yang dimilikinya, dan mengikuti nilai itu dengan
jujur. Tugas guru ialah membantu membelajarkan siswa dengan
berpegang teguh pada nilai – nilai yang dimilikinya
Diterbitkan di: 11 Agustus, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.