Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Prinsip-Prinsip Pembelajaran Inkuiri

Prinsip-Prinsip Pembelajaran Inkuiri

oleh: priasederhanaxxx     Pengarang : fanyadhiba
ª
 
Dalam pembelajaran inkuiri terdapat beberapa prinsip yang harus
diperhatikan oleh guru, yaitu sebagai berikut :
1. Berorientasi pada Pengembangan Intelektual
Telah disebutkan sebelumnya bahwa tujuan utama pembelajaran inkuiri
adalah mengembangkan kemampuan berpikir, karena inkuiri didasari oleh
teori kognitif yang menekankan arti penting proses internal seseorang.
Dengan demikian, pembelajaran inkuiri selain berorientasi pada hasil belajar,
juga berorientasi pada proses belajar. Karena itu, kriteria keberhasilan dalam
pembelajaran inkuiri bukan ditentukan oleh penguasaan siswa terhadap suatu
materi pelajaran, tetapi sejauh mana siswa beraktivitas mencari dan
menemukan sesuatu. Pada inkuiri ini yang dinilai adalah proses menemukan
sendiri hal baru dan proses adaptasi yang berkesinambungan secara tepat dan
serasi antara hal baru dengan struktur kognitif yang telah dimiliki siswa
2. Prinsip Interaksi
Pada dasarnya, proses pembelajaran adalah proses interaksi, baik
interaksi siswa dengan guru, interaksi siswa dengan siswa, maupun interaksi
siswa dengan lingkungan. Pembelajaran sebagai proses interaksi berarti
menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, tetapi sebagai pengatur
interaksi itu sendiri. Kegiatan pembelajaran selama menggunakan pendekatan
inkuiri ditentukan oleh interaksi siswa. Keseluruhan proses pembelajaran akan
membantu siswa menjadi mandiri, percaya diri dan yakin pada kemampuan
intelektualnya sendiri untuk terlibat secara aktif. Guru hanya perlu menjadi
fasilitator dan mengarahkan agar siswa bisa mengembangkan kemampuan
berpikirnya melalui interaksi mereka. Guru juga harus memfokuskan pada
tujuan pembelajaran, yaitu mengembangkan tingkat berpikir yang lebih tinggi
dan keterampilan berpikir kritis siswa.
3. Prinsip Bertanya
Inkuiri adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan, yaitu pertanyaanpertanyaan
yang dapat dijawab dan mengantarkan pada pengujian dan
eksplorasi bermakna. Selama pembelajaran inkuiri, guru dapat mengajukan
suatu pertanyaan atau mendorong siswa mengajukan pertanyaan-pertanyaan
mereka sendiri, yang dapat bersifat open-ended, memberi peluang siswa untuk
mengarahkan penyelidikan mereka sendiri dan menemukan jawaban-jawaban
yang mungkin dari mereka sendiri, dan mengantar pada lebih banyak
pertanyaan lain. Oleh karena itu peran yang harus dilakukan guru dalam
pembelajaran inkuiri adalah sebagai penanya. Sebab, kemampuan siswa untuk
menjawab setiap pertanyaan pada dasarnya sudah merupakan sebagian dari
proses berpikir.
4. Prinsip Belajar untuk Berpikir
Belajar bukan hanya mengingat sejumlah fakta, akan tetapi belajar
adalah proses berpikir (learning how you think), yakni proses
mengembangkan potensi seluruh otak. Pembelajaran berpikir adalah
pemanfaatan dan penggunaan otak secara maksimal.
5. Prinsip Keterbukaan
Inkuiri menyediakan siswa beraneka ragam pengalaman konkrit dan
pembelajaran aktif yang mendorong dan memberikan ruang dan peluang
kepada siswa untuk mengambil inisiatif dalam mengembangkan keterampilan
pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan penelitian sehingga
memungkinkan mereka menjadi pebelajar sepanjang hayat. Inkuiri melibat
komunikasi yang berarti tersedia suatu ruang, peluang, dan tenaga bagi siswa
untuk mengajukan pertanyaan dan pandangan yang logis, obyektif, dan
bermakna, dan untuk melaporkan hipotesis mereka. Tugas guru adalah
menyediakan ruang untuk memberikan kesempatan kepada siswa
mengembangkan hipotesis dan secara terbuka membuktikan kebenaran
hipotesis yang diajukannya.
Dengan demikian, peran utama guru dalam pembelajaran inkuiri adalah :
Pertama, Motivator. Memberi rangsangan supaya siswa aktif dan gairah berpikir.
Kedua, Fasilitator. Menunjukkan jalan keluar jika ada hambatan dalam proses
berpikir siswa. Ketiga, Penanya. Menyadarkan siswa dari kekeliruan yang mereka
perbuat dan memberi keyakinan pada diri sendiri. Keempat, Administrator.
Bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan didalam kelas. Kelima, Pengarah.
Memimpin arus kegiatan berpikir siswa pada tujuan yang diharapkan. Keenam,
Manajer. Mengelola sumber belajar, waktu, dan organisasi kelas. Ketujuh,
Rewarder. Memberi penghargaan pada prestasi yang dicapai dalam rangka
peningkatan semangat inkuiri pada siswa
Diterbitkan di: 11 Agustus, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.