Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Macam-macam majaz metafora

Macam-macam majaz metafora

oleh: priasederhanaxxx     Pengarang : nuraini
ª
 
Macam-macam metafora itu ada tiga macam:
a. Amtsalil Qur’an yang jelas yaitu perumpamaan yang di dalamnya terdapat
lafal amtsal (lafal yang menunjukkan kepada persamaan atau
perumpamaan). Matsal jenis ini banyak terdapat di dalam Al-qur’an.
Contohnya seperti dalam ayat 17 surat Al-Baqarah:
Artinya: “Perumpamaan mereka (kaum munafikin) adalah seperti orang
yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi
sekelilingnya, Allah menghilangkan cahaya (yang menyinari)
mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan tidak dapat
melihat. Mereka tuli, bisu dan buta maka tidaklah mereka akan
kembali (ke jalan yang lurus). ‘’
Dalam ayat tersebut, Allah mengumpamakan orang-orang munafik
seperti api yang menyala yang di dalamnya ada unsur kehidupan. Begitu
pula Al-qur ‘an diturunkan, pertama untuk menyinari hati dan keduanya
untuk menghidupkannya. Allah menyebutkan keadaan orang munafik juga
di dalam dua hal, mereka diumpamakan menghidupkan api untuk
menyinari dan memanfaatkannya agar dapat berjalan dengan sinar api tadi.
Tetapi sayang mereka tidak bisa memanfaatkan api itu, karena Allah telah
menghilangkan cahayanya, sehingga masih tinggal panasnya saja yang
akan membakar badan mereka, sebagaimana mereka tidak menghiraukan
seruan Al-qur’an, dan hanya pura-pura membacanya saja.
b. Al-Amstasul kaminah, yaitu perumpamaan terselubung, yang di dalamnya
tidak terdapat lafal tamtsil tetapi artinya menunjuklkan kepada arti
perumpamaan yang indah, singkat dan padat, sehingga mengena kalau
dinukilkan kepada yang menyerupainya.
Jadi, sebenarnya Al-qur ‘an sendiri tidak menjelaskan sebagai
bentuk perumpamaan terhadap makna tertentu. Tegasnya macam ini ialah
merupakan matsal (perumpamaan) maknawi yang tersembunyi, bukan
matsal lafdhi yang jelas. Contohnya: seperti bentuk-bentuk berikut:
1) seorang ulama mengatakan bahwa orang Arab tidak mengucapkan
sesuatu perumpamaan, kecuali tentu ada persamaannya di dalam Alqur’an.
Ada seorang Arab berkata: “sebaik-baik urusan adalah yang
ditengah”. Lalu ditanyakan, mana persamaannya di dalam Al-qur’an?
Dijawab dengan: Kamu akan mendapatkannya dalam ayat sebagai
berikut: Artinya: “Bahwa sapi betina itu yang tidak tua dan tidak muda,
pertengahan antara itu”.
Artinya: “ Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalat,
dan janganlah pula merendahkannya, dan carilah jalan
tengah di antara kedua itu.”
2) Kalau ada ucapan: “sebagaimana kamu meminjam, maka sebegitulah kamu
akan ditagih. Maka akan didapatkan pula di dalam Al-qur’an
perumpamaan yang seperti di atas dalam ayat-ayat sebagai berikut:
Artinya : ‘’ Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan
yang paling sempurna
Artinya: ‘’Barangsiapa mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi
pembalasan dengan kejahatan itu.’’
3) Ungkapan: orang mukmin itu tidak boleh terperosok dalam satu lubang
sampai dua kali, juga ada perumpamaannya dalam Al-qur’an, yaitu
dalam ayat 64 surat Yusuf:
Artinya: “Ya’qub berkata: “Bagaimana aku akan mempercayakannya
(Bunyamin) kepadamu,kecuali seperti aku telah mempercayakan
saudaranya (Yusuf) kepada kamu dahulu. Maka Allah adalah sebaikbaik
penjaga dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para
penyayang.
c. Al-amtsalul mursalah adalah beberapa jumlah kalimat yang bebas tanpa
lafal tasybih, atau beberapa ayat Al-qur’an yang berlaku sebagai
perumpamaan. Contohnya:
Artinya: “sekarang jelaslah kebenaran itu.”
Artinya: “Katakanlah, tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya
masing-masing”.
Diterbitkan di: 11 Agustus, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.