Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Landasan Teoritik dan Empirik Pembelajaran Berbasis Proyek

Landasan Teoritik dan Empirik Pembelajaran Berbasis Proyek

oleh: lelakysejathy     Pengarang : ellyikasus
ª
 
Pembelanjaan berbasis proyek (PBL) berdasarkan pada psikologikognitif. Fokus pengajaran tidak begitu banyak pada apa yang sedangdilakukan siswa (perilaku mereka) melainkan pada yang apa mereka pikirkan(kognitif mereka) melainkan pada yang apa mereka pikirkan (kognitif mereka)pada saat mereka melakukan kegiatan itu. Pada PBL guru berperan sebagaipembimbing dan fasilitator sehingga siswa belajar untuk berpikir danmenyelesaikan proyek/tugas yang sudah diberikan guru. Pembelajaran berbasis proyek (PBL) dilandaskan oleh beberapa ahli,yaitu:a. John Dewey dan kelas demokratisMetode proyek berasal dari gagasan John Dewey tentang konsep“Learning by Doing” yakni proses perolehan hasil belajar denganmengerjakan tindakan-tindakan tertentu sesuai dengan tujuannya, terutamaproses penguasaan anak tentang bagaimana melakukan sesuatu tujuan.Pada penelitian John Dewey menggambarkan suatu pandangan tentangpendidikan di mana sekolah seharusnya mencerminkan masyarakat yanglebih besar dan kelas merupakan laboratorium untuk memecahkanmasalah kehidupan nyata.Dewey menganjurkan guru untuk mendorong siswa terlibat dalam proyekatau tugas berorientasi masalah dan membantu mereka menyelidikimasalah-masalah intelektual dan sosial. Dewey dan Kill Patrickmengemukakan bahwa pembelajaran di sekolah seharusnya lebih memilikimanfaat daripada dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok keciluntuk menyelesaikan proyek yang menarik dan pilihan mereka sendiri.6b. Pieget , Vygotsky dan konstruktivismeJean Piaget dan Lev Vygotsky adalah tokoh dalam pengembangan konsepkonstruktivisme. Dan pada konsep inilah dasar pijak pembelajaranberbasis proyek diletakkan. Piaget mengemukakan bahwa siswa dalam segala usia secara aktif terlibat dalam perolehan informasi danmembangun pengetahuan mereka sendiri. Pengetahuan tidak statis tetapisecara terus menerus tumbuh dan berubah pada saat siswa menghadapipengalaman baru yang memaksa mereka membangun dan memodifikasipengetahuan awal mereka.Vygotsky, seperti halnya Piaget percaya bahwa perkembangan intelektualterjadi pada saat individu berhadapan dengan pengalaman baru danmenantang. Dan ketika mereka berusaha untuk memecahkan masalahyang dimunculkan oleh pengalaman tersebut. Dalam upaya mendapatkanpemahaman, individu mengaitkan pengetahuan baru dengan pengetahuanawal yang telah dimilikinya dan membangun pengertian baru. Namunberbeda denga n Piaget tentang perkembangan intelektual setiap individuyang tanpa memandang latar konteks sosial. Vygotsky percaya bahwainteraksi sosial dengan orang lain memacu terbentuknya ide baru danmemperkaya perkembangan intelektual siswa.Pembelajaran terjadi melalui interaksi sosial dengan guru dan temansejawat. Melalui tantangan dan bantuan dari guru dan teman sejawat yanglebih mampu, siswa bergerak ke arah di mana pembelajaran baru terjadipembelajaran konstruktivis yang menekankan kebutuhan siswa untukmenyelidiki lingkungannya dan membangun secara pribadi pengetahuanbermakna merupakan dasar ilmiah untuk pembelajaran berbasis proyek(PBL).
Diterbitkan di: 10 Agustus, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.