Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Karya-Karya dan Pemikiran Ikhwan Al Shafa

Karya-Karya dan Pemikiran Ikhwan Al Shafa

oleh: sanghokyrezqi     Pengarang : nisamasrif
ª
 
Aktivitas Ikhwan Al Shafa difokuskan dalam upaya mempelajari filsafat ,baik filsafat Yunani, Persia dan lain sebagainya ya ng kemudian dipadukan denganajaran Islam, sehingga menjadi suatu ikhtisar dan madhzab filsafat tersendiri.Karya Ikhwan Al Shafa adalah “Rasa’il Ikhwan Al Shafa” Rasa’il atau risalaholeh Ikhwan Al Shafa [persaudaraan murni] adalah usaha yang sangatbersungguh-sungguh, boleh jadi merupakan karya yang paling luas diantarasejenisnya dalam kebudayaan muslim periode “pertengahan”.Rasa’il atau risalah oleh Ikhwan Al Shafa [persaudaraan murni] adalahusaha yang sangat bersungguh-sungguh, boleh jadi merupakan karya yang palingluas diantara sejenisnya dalam kebudayaan muslim periode “pertengahan”. Karyatersebut meliputi 51 risalah ilmu pengetahuan saintifik - filosofik pada masa itu[paruh terakhir abad ke sepuluh] telah disingkat menjadi sebuah ensiklopedipopuler. Meskipun ke-51 risalah merupakan karya anonim, tetapi karya-karya tersebut telah dikumpulkan oleh orang Syi’ah yang menjadi anggota Ikhwan AlShafa, yang kemudian berkembang di Basrah. Beberapa orang berasal dari Bust diPersia timur jauh, dari Zanjan di Persia Barat Laut dan dari Jerusalem, anggotalainnya kemungkinan dari keturunan Arab. Edisi yang lengkap dari karya tersebutdi cetak di Bombay tahun 1887-89 dalam empat volume. Frederich Dietericimenunjukkan tentang referensinya tentang Rasa’il bahwa pemahaman yangbenar-benar terhadap isinya merupakan persyaratan bagi para cendekiawan untukmenguasai pengetahuan tentang asas-asas pendidikan sebagaimana yangditekankan secara rinci dalam karya ini.Rasa’il oleh Ikhwan Al Shafa merupakan usaha ekstensif pertama yangmenggabungkan semua pengetahuan. Risalah XIV-XL membicarakan tentangmasalah filologi dan psikologis, sangat penting bagi para mahasiswa pendidikanmaupun psikologi. 21Diantara isi risalahnya yang berhubungan dengan pengajaran :1. Tujuan pengajaran haruslah keagamaan, meskipun di dalamnya ada faedah kemasyarakat dan kebendaan.2. Pengajaran haruslah dilakukan dari yang konkrit kepada yang abstrak. 3. Kanak-kanak itu berlain-lain pembawaanya dalam mempelajari bermacammacamperusahaan-perusahaan bapaknya lebih baik baginya dari padaperusahaan lain.4. Pelajar-pelajar membutuhkan empat perkara: bertanya dan diam, mendengar,berfikir, bekerja, mencari yang benar dalam hatinya, selalu ingat akan ni’matAllah, jangan memuji diri sendiri22Diantara pemuka dan pemikir Ikhwan Al Shafa ialah: 1) Abu SulaimanMuhammad Bin Mu’syir Al-Busty, terkenal dengan sebutan Al Maqdisi. 2) AbuAl-Hasan Ali Bin Harun Al- Zanjani. 3) Abu Muhammad Al-Mihrajani. 4) AlAufi.5) Zaid Ibn Rifa’ah. Ada sebagian peneliti, yang mengatakan bahwa diantara pemuka organisasi ini termasuk Abu Hayyan At-Tauhidi, berhubungkarena beliau banyak mengenal tokoh-tokoh Ikhwan al Shafa ini. Dan ada jugayang memasukkan Abu A’la Al- Ma’arri sebagai orang terkemuka dari organisasiini, berhubung karena beliau pernah menulis puisi-puisi yang di dalamnyaterdapat kata-kata “Ikhwan Al Shafa” namun, yang jelas, bahwa di akhir usia AbuA’la ia hidup secara menyendiri di Ma’arrah, hidup dalam keadaan buta danmiskin (rahinul mahbasain) dalam keluhuran budi dan kezuhudan. 23Pemikiran Ikhwan Al Shafa mendasarkan pengembangan ilmu mereka ataspengambilan beberapa mazhab dan aliran dalam islam, disamping merekamengambil ilmu dari agama Nasrani Wastani. Mereka juga mengambil kebenaran dari ajaran Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Socrates, Plato, Zooroaster, Nabi Isa, NabiMuhammad, Ali dan lain-lain. Dalam cara berfikir mereka memadukan antaraagama dengan fisafat. 24 Perkumpulan ini meneruskan usaha kaum Mu’tazilah,yang terutama bertujuan merukunkan kembali ilmu pengetahuan dan agama,menyelaraskan hukum islam dengan filsafat Yunani dan mensintesekan semuapengetahuan dalam bentuk ensiklopedi.Walaupun Ikhwan Al Shafa pada umumnya sependapat dengan kaummu’tazillah dalam soal agama, mereka berbeda pendapat dalam berbagai hal.Mu’tazilah tidak percaya bahwa manusia dapat melihat Allah, akan tetapi IkhwanAl Shafa dengan tegas percaya bahwa di hari qiyamat Allah akan menampakandiri
Diterbitkan di: 09 Agustus, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.