Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Materi Pendidikan Agama Anak

Materi Pendidikan Agama Anak

oleh: sanghokyrezqi     Pengarang : rossyd
ª
 
Untuk mewujudkan tercapainya tujuan pendidikan agama anakmaka perlu adanya materi yang disampaikan kepada peserta didik, karenamateri adalah ini atau pesan dari pendidik. Materi yang disampaikan kepada peserta didik harus sejalan danmendukung terwujudnya tujuan pendidik an agama pada anak dan sesuaidengan perkembangan agama anak.Adapun materi pendidikan agama yang harus diajarkan pada anak,pada dasarnya ada tiga pokok, yaitu sebagai berikut:a. Keimanan (Aqidah)Adalah bersifat I’tikad batin, mengajarkan ke-Esaan Allah, Esa sebagaiTuhan yang menciptakan, mengatur dan meniadakan alam ini. Ruanglingkup pengajaran keimanan itu meliputi rukun iman yang ke-6, yaitu:1) Percaya kepada Allah2) Percaya kepada para Rasul Allah3) Percaya kepada Malaikat Allah4) Percaya kepada kitab-kitab suci Al-Qur’an5) Percaya kepada hari kiamat dan6) Percaya kepada qodo’ atau qodar Allahb. Keislaman (Syari’ah)Adalah berhubungan dengan amal lahir, dalam rangka mentaati semuaperaturan dan hukum Tuhan, guna mengatur hubungan manusiadengan Tuhan dan mengatur pergaulan hidup dan kehidupan manusia.Jadi ruang lingkup pengajaran keislaman (syari’ah), meliputi:1) Sholat2) Puasa3) Zakat 4) Hajic. Ikhalas (Akhlak)Adalah suatu amalan yang bersifat pelengkap, penyempurnaan bagikedua amal di atas dan yang mengajarkan tentang tata cara pergaulanhidup manusia. Jadi yang menjadi sasaran pembicaraan akhlak,meliputi:1) Sabar2) Qona’ah3) Berani4) Jujur5) Disiplin dan6) Semua sifat yang terpujiSementara itu menurut Zuhairini materi pendidikan agama Islammeliputi:281. Pendidikan Keimanan (Aqidah)Yakni pendidikan menguatkan Tauhid dan memperteba l iman,untuk percaya mutlak kepada Allah, sehingga dalam jiwa anak itujangan sampai ada sedikitpun kecenderungan untuk mempersekutukanAllah dengan kekuatan yang lain.Jelaslah bahwa asas pendidikan keimanan terutama aqidahTauhid harus diutamakan, karena akan hadir secara sempurna dalamjiwa anak. Perasaan ketuhanan yang berperan sebagai pedoman dalam berbagai aspek kehidupannya. Maka sejak mula pertumbuhannya harusditanamkan rasa keimanan sebaik-baiknya.2. Pendidikan IbadahSikap perilaku perbuatan seorang muslim kepada khaliq-Nyaadalah sebagai pancaran jiwa umat yang taat dan patuh, taqwa sertapasrah. Karena kesadaran yang utuh, bahwa segala yang dimiliki mulaidari kehidupan pribadinya dan apa yang diperolehnya adalah sematamatakarena pemberian dari Allah SWT.Karena itu sudah selayaknya setiap hamba mengabdikandirinya kepada sang khaliq sebagaimana yang diperintahkan, dalam halini berupa:a. Mengerjakan sholat berjama’ahAnak hendaknya dibiasakan mengerjakan sholat fardhu, terutamadengan berja ma’ah sebab melalui sholat mereka belajar mengabdikepada Allah, sehingga pada saat ia baligh kewajiban sholatdilakukan tanpa merasa kebratan. Mlalui sholat dilakukan anakjuga dididik untuk selalu berdo’a dan mendekatkan diri kepadaAllah SWT, apalagi melakukan sholat berjama’ah maka termasukmendidik untuk bermasyarakat.b. Adapun pendidikan yang lain adalah membaca Al-Qur’an, Islammengajarkan sebagai seorang muslim haruslah bisa membaca danmenulis dan tidak boleh ada yang buta huruf, sebagaimana dalamAl-Qur’an dijelaskan :
Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yangMenciptakan, Dia Telah menciptakan manusia darisegumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Mahapemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantarankalam[1589], Dia mengajar kepada manusia apa yangtidak diketahuinya.”Dari penjelasan di atas penulis menyimpulkan bahwa Al-Qur’an selain sebagai pegangan hidup, disisi lain sebagai kitabyang harus dibaca dan diajarkan kepada generasi penerus kita agarmereka mengenal Al-Qur’an sejak dini dan dipraktekkan sbagaiseorang muslim yang bnar-benar mengerti tentang kitab danagamanya.c. Pendidikan AkhlakMenurut Masy’ary menyatakan bahwa : “Kedudukanakhlak dalam agam Islam terletak pada urutan nomor dua setelahpendidikan agama, karena Nabi Muhammad berkewajibanmenyampaikan risalahnya kepada seluruh umat manusia serta kewajiban memperbaiki budi pekerti sehingga umatnya menjadiumat yang mempunyai akhlaqul karimah”. 30Berdasarkan pernyataan di atas, pendidikan syari’at Islamdan pendidikan akhlaqul karimah merupakan dua buah elemenyang satu dengan lainnya saling berkaitan dan saling menguatkan.Jadi, pendidikan akhlak adalah suatu yang sangat penting dlamkehidupan manusia. Oleh karena itu pendidikan akhlak harusdiberikan kepada anak dalam lingkungan keluarga.Materi pendidikan agama anak disampaikan pada tiap-tiaptingkatan yang tidak sama, dikarenakan adanya cara berfikir danperbedaan kemampuan antara satu tingkat dengan tingkatan yanglain.Prof. Dr. Athiyah Al-Abrosyi dalam bukunya “Dasar-DasarPokok Pendidikan Agama Islam” mengutip pendapat AL-Ghozaliyang menyatakan :“Seorang guru hendaklah membatasi dirinya dalam berbicaradengan anak sesuai dengan daya pengertiannya jangandiberikan kepadanya sesuatu yang tidak dapat diterima akalnya,karena akibatnya ia akan lari dari pelajaran atau akalnyamemberontak terhadapnya.”31Dari uraian di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwaseseorang guru dalam menyampaikan suatu materi hendaklah melihat tingkat pemikiran anak didik, sehingga akan menemukantitik temu antara pemikiran guru dan pemik iran peserta didik.Berkenaan dengan ini, A. Sadali menyatakan :“Karena anak pada strata ini (6 – 12) mempunyai dayamengasimilasi dan menuju yang sangat cepat terhadap apayang mereka lihat, dengar dan rasakan, maka pendidikanseyogyanya menggunakan metode percontohan, pelaksanaanprinsip -prinsip Islam, program pendidikan Islam. Programpendidikan harusnya bersifat konkrit, tidak bersifat teoritis,akan tetapi merupakan kegiatan kelompok yang diperkuat olehsuasana lingkungan”. Rumusan lain yang senada adalah pendapat MahmudYunus sebagai berikut: kanak-kanak mempunyai pikiran yangterbatas dan pengalaman yang sedikit. Mereka hidup dengan akanpikirannya dalam alam nya ta yang dapat mereka ketahui dengansalah satu pancaindera. Mereka belum dapat mmikirkan soal-soalmaknawi, soal-soal abstrak dan hukum-hukum yang umum.33Berdasarkan pendapat di atas kita dapat memilih materimateriyang lebih cocok dengan situasi dan kondisi, serta kita harusmenyesuaikan dengan taraf berfikir dalam melaksanakanpendidikan agama bagi mereka. Misalnya praktek-praktek ibadahseperti sholat, puasa dan lain- lain, sehingga mereka dapatmengetahui bagaimana melaksanakan hal- hal di atas secara baikdan benar.
Diterbitkan di: 09 Agustus, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.