Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Perencanaan Sistem Pendidikan Inklusi

Perencanaan Sistem Pendidikan Inklusi

oleh: priapunyapusaka     Pengarang : lailatusy
ª
 
Mutu pendidikan (lulusan) sangat dipengaruhi oleh mutu prosesbelajar mengajar, sementara itu mutu proses belajar mengajar sangatditentukan oleh berbagai faktor (komponen) yang saling terkait satu sama lainantara lain:a. Kurikulum (Bahan Ajar)Kurikulum memiliki kedudukan yang sangat strategis, karenakurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan. Melaluikurikulum, Sumber Daya Manusia dapat diarahkan, dan kemajuan suatubangsa akan ditentukan. Oleh karena itu, kurikulum harus dikembangkansesuai dengan tahap perkembangan peserta didik, kebutuhanpembangunan nasional, serta perkembangan ilmu pengetahuan danteknologi.Kurikulum pendidikan inklusi menggunakan kurikulum sekolahreguler (kurikulum nasional) yang dimodifikasi (diimprovisasi) sesuai dengan tahap perkembangan anak berkebutuhan khusus, denganmempertimbangkan karakteristik (ciri-ciri) dan tingkat kecerdasannya.Modifikasi dapat dilakukan dengan cara:1) Modifikasi alokasi waktuModifikasi alokasi waktu disesuaikan dengan mengacu pada kecepatanbelajar siswa.2) Modifikasi Isi/MateriModifikasi isi/materi disesuaikan dengan kemampuan siswa. Jikainteligensi anak di atas normal, materi dapat diperluas atau ditambahmateri baru. Jika inteligensi anak relatif normal, materi dapat tetapdipertahankan. Jika inteligensi anak di bawah normal materi dapatdikurangi atau diturunkan tingkat kesulitan seperlunya, atau bahkandihilangkan bagian tertentu.3) Modifikasi Proses Belajar-Mengajar- Menggunakan pendekatan Student Centered, yang menekankanperbedaan individual setiap anak.- Lebih terbuka (divergent)- Memberikan kesempatan mobilitas tinggi, karena kemampuansiswa di dalam kelas heterogen. - Menerapkan pendekatan pembelajaran kompetitif seimbangdengan pendekatan pembelajaran kooperatif.- Disesuaikan dengan tipe belajar siswa.4) Modifikasi Sarana dan Prasarana- Untuk anak berkebutuhan khusus yang memiliki intelegensi di atasnormal maka perlu disediakan laboratorium, alat praktikum, dansumber belajar lainnya yang memadai.- Untuk anak berkebutuhan khusus yang memiliki intelegensi relatifnormal, dapat menggunakan sarana-prasarana seperti halnya anaknormal.- Untuk anak berkebutuhan khusus yang memiliki intelegensi dibawah normal, maka pelu tambahan sarana-prasarana khusus yanglebih banyak,terutama untuk memvisualisasikan hal-hal yangabstrak agar menjadi lebih konkrit.5) Modifikasi lingkungan belajar- Diupayakan lingkungan yang kondusif untuk belajar- Ada sudut baca (perpustakaan kelas)6) Modifikasi pengelolaan kelas - Pengelolaan kelas hendaknya fleksibel, yang memungkinkan mudahdilaksanakannya pembelajaran kompetitif (individual), pembelajarankooperatif (kelompok/berpasangan), dan pembelajaran klasikal. 30b. Tenaga Pendidik (Guru)Secara umum tenaga pendidik (guru) di sekolah dasar yangmenyelenggarakan pendidikan inklusi terdiri atas guru kelas, guru matapelajaran (Pendidikan Agama serta Pendidikan Jasmani dan Kesehatan),dan Guru Pendidikan Khusus (GPK).1) Guru KelasGuru kelas adalah pendidik atau pengajar pada suatu kelastertentu di sekolah dasar yang sesuai dengan kualifikasi yangdipersyaratkan, bertanggung jawab atas pengelolaan pembelajaran danadministrasi kelasnya. Kelas yang dipegangnya tidak menetap, dapatberubah-ubah pada setiap tahun pelajaran sesuai dengan kondisisekolah. Guru kelas biasanya ada pada kelas-kelas bawah, yaitu kelas1, 2, dan 3.2) Guru Mata PelajaranGuru yang mengajar mata pelajaran tertentu sesuai kualifikasiyang dipersyaratkan. Di sekolah dasar biasanya untuk mata pelajaranPendidikan Agama serta mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan diajarkan oleh guru mata pelajaran, sedangkan matapelajaran lain oleh guru kelas.3) Guru Pembimbing KhususGuru pembimbing khusus adalah guru yang mempunyai latarbelakang pendidikan luar biasa atau yang pernah mendapat pelatihankhusus tentang pendidikan luar biasa. Tugas guru pembimbing khususantara lain:- Menyusun instrumen assessment pend idikan bersama-sama denganguru kelas dan guru mata pelajaran.- Membangun sistem koordinasi antara guru, pihak sekolah denganorang tua siswa.- Memberikan bimbingan kepada anak berkelainan, sehingga anakmampu mengatasi hambatan/kesulitannya dalam belajar.- Memberi bantuan kepada guru kelas dan guru mata pelajaran agardapat memberikan pelayanan pendidikan khusus kepada anak luarbiasa yang membutuhkan. c. Peserta DidikSebagaimana yang diterangkan di atas bahwa pendidikan inklusiadalah suatu program pendidikan yang memberikan kesempatan bagiABK bersekolah umum dan belajar bersama-sama anak normal disertai dengan pemberian layanan pendidikan yang sesuai dengan karakteristikdan kebutuhan peserta didik. Maka, tentulah peserta didiknya juga terdiridari anak normal dan anak berkelainan atau anak berkebutuhan khusus,yang mana anak berkebutuhan khusus tersebut meliputi:1) Anak Tunagrahita (Retardasi Mental)Pendidikan atau layanan anak harus senantiasa ditingkatkandengan beberapa cara, antara lain:a) Setiap hal yang baru harus terus diulang-ulang.b) Tugas-tugas harus singkat dan sederhana.c) Dorong dan bantu anak untuk bertanya dan mengulang.d) Mengajar sesuatu harus dipotong atau dipecah menjadi bagianyang kecil sehingga mudah ditangkap anak.e) Gunakan selalu peragaan dan mengulang prosesnya jika mengajarmereka.f) Guru memberikan tugas-tugas pada tingkat kesulitan yang layakbagi setiap siswa.g) Guru merespon dengan perhatian dan pemahaman kepada siswayang mempunyai tingkat kemampuan lebih rendah. h) Melakukan umpan-balik (feedback) sesegera mungkin terhadapperilaku khusus yang dilakukan dengan baik, jika perlu diberikanmelalui bentuk rewards atau pemberian hadiah. 2) Anak Berkesulitan Belajar SpesifikLayanan kebutuhan bagi anak berkesulitan belajar spesifik dikelas inklusif adalah:a) Ubahlah cara mengajarkan dan jumlah materi baru yang akandiajarkan.b) Berikan dorongan secara langsung dan berulang-ulang.c) Buatlah sistem penghargaan kelas yang dapat diterima dapatdiakses.d) Dapat digunakan alat atau media pembelajaran yang sesuai denganmateri dan kebutuhan peserta didik, sehingga anak tertarik dantermotivasi untuk giat belajar.e) Dapat digunakan model pembelajaran bagi inklusi yang sesuaidengan materi dan kebutuhan peserta didik. Misalnyapembelajaran kooperatif, di dalam kelas siswa didorongbekerjasama dalam melakukan tugas. Bekerjasama dalamkelompok akan mendorong perkembangan kemampuan sosial dankomunikasi anak-anak 3) Anak Tunanetra (anak yang memiliki gangguan penglihatan)a) Kebutuhan pembelajaran anak tunanetra.Karena keterbatasan anak tunanetra, maka pembelajaranbagi anak tunanetra harus mengacu kepada prinsip-prinsip:- Kebutuhan akan pengalaman konkrit,kebutuhan akanpengalaman memadukan,kebutuhan akan berbuat dan bekerjadalam belajar.b) Media pendidikan anak tunanetra.Media bagi anak tunanetra dikelompokkan menjadi dua,yaitu:- Kelompok buta yang media pembelajarannya adalah tulisanBraille.- Kelompok low vision dengan medianya adalah tulisan awasyang dimodifikasi (misalnya huruf diperbesar, penggunaan alatpembesar tulisan).4) Anak Tunarungu (anak yang memiliki gangguan pendengaran)Kebutuhan pembelajaran anak tunarungu, adalah:a) Dalam berbicara jangan membelakangi anak.b) Jangan bergerak di sekitar ruangan ketika sedang bicara di kelas.c) Anak hendaknya duduk dan berada di tengah paling depan kelassehingga mudah membaca bibir guru. d) Usahakan tangan anda jauh dari wajah ketika sedang bicara.e) Dorong anak untuk selalu memperhatikan wajah guru dan bicaradengan anak dengan posisi berhadapan dan bila memungkinkankepala guru sejajar dengan kepala anak.f) Pastikan menghadap kelas ketika sedang menerangkan materi daripapan tulis.g) Guru bicara dengan volume biasa tetapi gerakan bibirnya harusjelas.
Diterbitkan di: 02 Agustus, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.