Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

oleh: priasempoerna     Pengarang : sanabund
ª
 
Secara global, faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapatdibedakan menjadi tiga macam, yakni:a. Faktor internal (faktor dari dalam siswa), yakni keadaan/kondisi jasmanidan rohani siswa.b. Faktor eksternal (faktor dari luar siswa), yakni kondisi lingkungan disekitar siswa.c. Faktor pendekatan belajar (approach to learning), yakni jenis upayabelajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswauntuk melakukan kegiatan mempelajari materi-materi pelajaran.Faktor-faktor di atas dalam banyak hal sering saling berkaitan danmemperngaruhi satu sama lain. Seorang siswa yang bersikap conservingterhadap ilmu pengetahuan atau bermotif eksentrik (faktor eksternal)umpamanya, biasanya cenderung mengambil pendekatan belajar sederhanadan tidak mendalam. Sebaliknya, seorang siswa yang berinteligensi tinggi(faktor internal) dan mendapat dorongan positif dari orang tuanya (faktoreksternal), mungkin akan memilih pendekatan belajar yang lebih mementingkan kualitas hasil belajar. Jadi, karena pengaruh faktor-faktortersebut di ataslah, muncul siswa-siswa yang high-achievers (berprestasitinggi) dan under-achievers (berprestasi rendah) atau gagal sama sekali.Dalam hal ini, seorang guru yang kompeten dan professional diharapkanmampu mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan munculnya kelompokkelompoksiswa yang menunjukkan gejala kegagalan dengan berusahamengetahui dan mengatasi faktor yang menghambat proses belajar mereka.66a. Faktor internal siswaFaktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri meliputi duaaspek yaitu: aspek fisiologis (yang bersifat jasmaniah) dan aspekpsikologis (yang bersifat ruhaniah).1) Aspek fisiologisKondisi umum jasmani dan tonus (tegangan otot) yangmenandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi-sendinya,dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikutipelajaran. Kondisi organ tubuh yang lemah, apalagi jika diserta pusingkepala berat misalnya, dapat menurunkan kualitas ranah cipta(kognitif) sehingga materi yang dipelajarinya pun kurang atau tidakberbekas. Untuk mempertahankan jasmani agar tetap bugar, siswasangat dianjurkan mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi.Selain itu, siswa juga dianjurkan memilih pola istirahat dan olah raga ringan yang sedapat mungkin terjadwal secara tetap danberkesinambungan.67Kondisi organ-organ khusus siswa, seperti tingkat kesehatanindera pendengar dan indera penglihat, juga sangat mempengaruhikemampuan siswa dalam menyerap informasi dan pengetahuan,khususnya yang disajikan di kelas. Untuk mengatasi kemungkinantimbulnya masalah mata dan telinga, selaku guru yang profesionalseyogyanyalah bekerja sama dengan pihak sekolah untuk memperolehbantuan pemeriksaan rutin (periodik) dari dinas kesehatan setempat.Kiat lain yang tak kalah penting untuk mengatasi kekurangsempurnaanpendengaran dan penlihatan siswa-siswa tertentu ialah denganmenempatkan mereka di deretan bangku terdepan secara bijaksana.2) Aspek psikologisBanyak faktor yang termasuk aspek psikologis yang dapatmempengaruhi kuantitas dan kualitas perolehan belajar siswa. Namun,di antara faktor-faktor rohaniah yang pada umumnya dipandang lebihesensial itu adalah tingkat kecerdasan, sikap siswa, bakat siswa, minatsiswa dan motivasi siswa. a) Kecerdasan siswaKecerdasan pada umumnya dapat diartikan sebagaikemampuan psiko-fisik untuk mereaksi rangsangan ataumenyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara yang tepat.Jadi, kecerdasan bukan persoalan kualitas otak saja, melainkanjuga kualitas organ-organ tubuh yang lainnya. Akan tetapi,memang harus diakui bahwa peran otak dalam hubungannyadengan kecerdasan manusia lebih menonjol daripada peran organtubuh yang lainnya, lantaran otak merupakan "menara pengontrol"hampir seluruh aktivitas manusia.69b) Sikap siswaSikap adalah gejala internal yang berdimensi afektif berupakecenderungan untuk mereaksi atau merespons dengan cara yangrelatif tetap terhadap objek orang, barang, dan sebagainya, baiksecara positif maupun negatif. Sikap siswa yang positif, terutamakepada anda dan mata pelajaran yang anda sajikan merupakanpertanda awal yang baik bagi proses belajar siswa tersebut.Sebaliknya sikap negatif siswa terhadap anda dan mata pelajarananda, apalagi jika diiringi kebencian kepada anda atau kepada matapelajaran anda dapat menimbulkan kesulitan belajar siswa tersebut. Untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya sikapnegatif siswa seperti tersebut, guru dituntut untuk terlebih dahulumenunjukkan sikap positif terhadap dirinya sendiri dan terhadapmata pelajaran yang menjadi keahliannya. Dalam hal bersikappositif terhadap mata pelajarannya, seorang guru sangat dianjurkanuntuk senantiasa menghargai dan mencintai profesinya. Guru yangdemikian tidak hanya menguasai bahan-bahan yang terdapat dalambidang studinya, tetapi juga mampu meyakinkan kepada para siswaakan manfaat bidang studi itu bagi kehidupan mereka.c) Bakat siswaSecara umum, bakat adalah kemampuan potensial yangdimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yangakan dating. Dengan demikian, sebetulnya setiap orang pastimemiliki bakat dalam arti berpotensi untuk mencapai prestasisampai ke tingkat tertentu sesuai dengan kapasitas masing-masing.Jadi, secara global bakat mirip dengan inteligensi.d) Minat siswaSecara sederhana minat berarti kecenderungan dankegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.Menurut Reber, minat tidak termasuk istilah popular di dalam psikologi karena ketergantungannya yang banyak pada faktorfaktorinternal lainnya, seperti pemusatan perhatian, keingintahuandan kebutuhan.Namun terlepas dari masalah popular atau tidak, minatseperti yang dipahami dan dipakai oleh orang selama ini dapatmempengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar siswa dalambidang studi tertentu. Guru dalam kaitan ini seyogyanya berusahamembangkitkan minat siswa untuk menguasai pengetahuan yangterkandung dalam bidang studinya dengan cara yang kurang lebihsama dengan kiat membangun sikap positif seperti terurai dimuka.e) Motivasi siswaPengertian dasar motivasi ialah keadaan internal organismebaik manusia ataupun hewan yang mendorongnya untuk berbuatsesuatu. Dalam pengertian ini, motivasi berarti pemasok dayauntuk bertingkah laku secara terarah.Dalam perkembangan selanjutnya, motivasi dapatdibedakan menjadi dua, yaitu: motivasi intrinsik dan motivasiekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah hal dan keadaan yang berasaldari dalam diri siswa sendiri yang dapat mendorongnya melakukantindakan belajar. Termasuk dalam motivasi intrinsik siswa adalah perasaan menyenangi materi dan kebutuhannya terhadap materitersebut, misalnya untuk kehidupan masa depan siswa yangbersangkutan.Adapun motivasi ektrinsik adalah hal dan keadaan yangdatang dari luar individu siswa yang juga mendorongnya untukmelakukan kegiatan belajar. Pujian dan hadiah, peraturan/tatatertib sekolah, suri teladan orangtua, guru, dan seterusnyamerupakan contoh-contoh konkret motivasi ektrinsik yang dapatmenolong siswa untuk belajar. Kekurangan atau ketiadaanmotivasi, baik yang bersifat internal maupun yang bersifateksternal, akan menyebabkan kurang bersemangatnya siswa dalammelakukan proses mempelajari materi-materi pelajaran baik disekolah maupun di rumah
Diterbitkan di: 02 Agustus, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.