Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Implementasi PENDIDIKAN INTEGRATIF

Implementasi PENDIDIKAN INTEGRATIF

oleh: priasangatsangatberuntung     Pengarang : novian
ª
 
Membangun sumber daya manusia dalam arti kata yang luas memerlukanilmu yang betul dan ketrampilan yang baik serta nilai-nilai agama yang bergunasupaya pengelolaan sumber yang bernilai ilmu pengetahuan dapat terarah.Penyalahgunaan dan penyelewengan terhadap sumber merupakan akibat daripotensi sumber daya manusia tidak dibentuk secara seimbang. Penekanan kadang-kadang bertumpu pada pemberian pengetahuan dan ketrampilan mengenaipengelolaan sumber ilmu pengetahuan yang tidak dikaitkan dengan nilai,etika,dan akhlak. Nilai- nilai dasar seperti amanah, adil, benar, jujur, bijaksana,umpamanya itu sangat penting bila dihubungkan dengan sumber daya. Tanpanilai yang dikaitkan dengan Allah manusia cenderung bersifat tamak dan akhirnyamenyalahgunakan ketrampilan dan bakatnya. Adapun bentuk dari kecakapanhidup beragama seperti kejujuran, keadilan, kebenaran yang diterapkan dalampelajaran pendidikan agama islam dan bakat yang ada seperti menggambar(kaligrafi), nasyid, qori’ yang di terapkan dalam kegiatan ekstrakurikuler.Oleh karena itu, pembanguna nilai-nilai yang fitrah sifatnya bermuladalam keluarga, kemudian berkembang di sekolah dan diterapkan dalammasyarakat dan sistem supaya setiap tahap pendidikan yang berlaku salingmengukuhkan dan menguatkan bukan saling menimbulkan kekeliruan.Pada sistem pendidikan integratif ini sumber daya manusia tidak sajaharus di bayangkan dengan prinsip-prinsip nilai yang berazaskan agama tetapimemerlukan rancangan yang bijak sesuai dengan masa depan perubahan. Padaprinsipnya pembangunan sumber daya manusia harus disertai denganmemberikan orientasi sains dan teknologi, tetapi dalam masa yang sama dasarnilai yang dirancang agar tercipta sistem pendidikan integratif. Hal ini menunjangsekali dalam pendidikan kecakapan hidup beragama lebih luas sekedarketrampilan bekerja apabila sekedar ketrampilan manual. Pendidikan kecakapanhidup beragama merupakan konsep pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan siswa belajar agar memiliki keberanian dan kemauan menghadapimasalah hidup dan kehidupan secara wajar tanpa merasa tertekan kemudiansecara kreatif menemukan solusi serta mampu mengatasinya.Untuk memudahkan pelaksanaan program pendidikan kecakapan hidupberagama diperlukan adanya model pengembangan yang bersifat umum untukmembantu guru/sekolah dalam mengembangkan muatan kecakapan hidupberagama dalam proses pembelajaran. Pendidikan kecakapan hidup beragamabukan merupakan mata pelajaran yang berdiri sendiri melainkan terintegrasimelalui mata pelajaran-mata pelajaran, sehingga pedidikan kecapakan hidup dapatmerupakan bagian dari semua mata pelajaran yang ada.Di samping itu perlu kesadaran bersama bahwa peningkatan mutupendidikan merupakan komitmen untuk meningkatkan mutu sumberdayamanusia, baik sebagai pribadi maupun sebagai modal dasar pembangunan bangsa,dan pemerataan daya tampung pendidikan harus disertai dengan pemerataan mutupendidikan sehingga mampu menjangkau seluruh masyarakat. Oleh kerenanyapendidikan harus dapat mengembangkan potensi peserta didik agar beranimenghadapi problema yang dihadapi tanpa merasa tertekan, mau dan mampu,serta senang mengembangkan diri untuk menjadi manusia unggul. Pendidikanjuga diharapkan mampu mendorong peserta didik untuk memelihara diri sendiri,sambil meningkatkan hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, masyarakat, danlingkungannya. Dengan demikian jelas bahwa perlu dirancang suatu modelpendidikan kecakapan hidup untuk membantu guru/sekolah dalam membekali
peserta didik dengan berbagai kecakapan hidup, yang secara integratifmemadukan potensi generik dan spesifik guna memecahkan dan mengatasiproblema hidup peserta didik dalam kehidupan di masyarakat dan lingkungannyabaik secara lokal maupun global. Panduan ini merupakan suatu model atau contohyang dapat digunakan sebagai acuan sekolah atau guru dalam mengembangkanpembelajaran berorientasi kecakapan hidup beragama sesuai dengan situasi dankondisi sekolah bersangkutan. Dalam hal ini di sekolah kreatif SDMuhammadiyah 16 Surabaya dapat melaksanakan pendidikan integratif dalammenunjang kecakapan hidup beragama.
Diterbitkan di: 30 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.