Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Belajar

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Belajar

oleh: priaberuntangggg     Pengarang : mutmainna
ª
 
Keberhasilan anak didik dalam pendidikan, berkaitan erat dengan kondisinya. Baik kondisi yang berasal dari anak didik sendiri maupun kondisi lingkungan dimana dia melangsungkan kehidupannya sehari-hari. Adapun kondisi tersebut bisa disebut dengan istilah faktor. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dapat dikelompokkan menjadi dua,yaitu:1) Faktor InternalFaktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri anak didik. Faktor ini mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap pola belajarnya. Adapun faktor internal ini dapat diklasifikasikan kedalam dua bagian. Yaitu faktor jasmani (fisiologis) dan faktor rohani (psikologis).a) Faktor jasmani(fisiologis)Jasmani sering dididentikkan dengan tubuh. Lebih luasnya adalah faktor yang terdapat dalam phisik anak didik. Berikut beberapa faktor yang berhubungan dengan jasmani. Yaitu : 1) KesehatanProses belajar anak akan terganggu jika kondisi kesehatan anak juga terganggu. Jika kesehatan terganggu, tubuh akan cepat lelah, lemah dan menimbulkan ketidak semangatan anak dalam belajar. Jika anak tidak semangat, maka dia tidak bisa menerima rangsangan belajar dengan baik.2) Cacat TubuhKondisi phisik anak dikatakan tidak sempurna karena cacat tubuh yang dia miliki. Anak yang memiliki cacat tubuh seperti contoh agak tuli,dia akan sulit mendengarkan pelajaran yang disampaikan oleh guru. Oleh karena itu, hendaknya anak dengan cacat tubuh yang dimilikinya, ditempatkan di sekolah khusus. Dengan begitu, dia kan mendapatkan perhatian yang sama dengan teman-teman yang sama dengannya.b) Faktor PsikologisFaktor psikologis adalah faktor yang berada pada sekitar kondisi kejiwaan anak atau dengan bahasa lain, faktor psikologis bisa disebut dengan faktor rohani. Faktor psikologis meliputi tujuh hal, yaitu : 1) InteligensiAdalah kemampuan anak untuk memberikan solusi tepat untuk memecahkan suatu masalah dimanapun dia berada dan dalam situasi apapun.Anak dengan intelegensi tinggi yang dimilikinya, akan lebih mudah mencapai keberhasilan belajar, jika dibandingkan dengan anak dengan inteligensi rendah yang berada pada situasi dan suasana belajar yang sama. Inteligensi berhubungan erat dengan IQ. Berikut klasifikasi tingkatan skor IQ.􀂾 Dibawah 30: Idiot􀂾 30-49 : embisiel (embicile)􀂾 50-69 : Debiel (morrons)􀂾 70-79 : Batas Potensi (boderline)􀂾 80-89 : Bodoh (doll)􀂾 90-109 : normal (average)􀂾 110-119 : Superior (cerdas)􀂾 120-139 : Amat cerdas (very superior)􀂾 140 Keatas : Luar Biasa (genius)Dan satu hal yang perlu diketahui adalah IQ tiap anak tidak sama dalam tiap jenjang pendidikan yang sedang dia tempuh. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka semakin tinggi pula skor IQ nya.2) BakatBakat atau aptitude menurut Hilgard ”The Capacity to Learn” adalah kemampuan anak untuk belajar. Hasil belajar anak akan lebih baik jika apa yang dipelajarinya, sesuai dengan bakat yang telah dia miliki. Seperti contoh, anak yang mempunyai bakat dalam bidang teknik, ia akan mudah mempelajari matematika, fisika, elektro dan sebagainya. Oleh karena itu, mencari tahu tentang bakat yang dimiliki seorang anak sangat penting, karena sangat berpengaruh terhadap belajar. Dan bagi orang tua hendaknya mendidik anak sesuai dengan bakat yang dimilikinya. 3) MinatMinat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan.Seorang anak yang tidak memiliki minat dalam belajar, ia cenderung tidak menghiraukan pelajaran yang disampaikan oleh guru karena dia tidak merasa senang. Tidak adanya minat kemungkinan karena pelajaran tidak sesuai dengan bakatnya, tidak sesuai dengan kebutuhan dan kecakapan yang dimilikinya. Ada dan tidaknya minat seorang anak dalam belajar, dapat dilihat dari cara seorang anak dalam mengikuti pelajaran.4) MotivasiMotivasi adalah keinginan atau dorongan untuk belajar. Seseorang akan berhasil dalam belajarnya, jika dia mempunyai keinginan untuk belajar. Motivasi meliputi dua hal, yaitu mengetahui apa yang akan dipelajari dan memahami mengapa hal tersebut patut untuk dipelajari. Tanpa adanya motivasi dalam belajar, anak tidak akan dapat mengerti apa yang dipelajari dan tidak dapat memahami mengapa hal tersebut perlu dipelajari. Sehingga sulit mencapai keberhasilan belajar.5) Perhatian atau konsentrasiPerhatian atau konsentrasi adalah keaktifan jiwa anak untuk memusatkan perhatiannya terhadap suatu obyek yang di tuju dalam belajar. Perhatian anak terhadap pelajaran tak lepas dari ke empat faktor diatas. Perhatian anak terhadap pelajaran akan muncul karena inteligensi, bakat, minat dan motivasi dia dalam belajar. Pelajaran akan menarik perhatian anak jika sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya. Motivasi sangat membantu tumbuhnya proses perhatian yang dapat meningkatkan inteligensi seorang anak.2) Faktor eksternalFaktor eksternal adalah faktor yang dapat mempengaruhi belajar anak didik yang berasal dari luar dirinya. Adapun faktor eksternal terbagi menjadi empat, yaitu :a. Faktor sosial yang terdiri atas :1) Faktor lingkungan keluarga2) Faktor lingkungan sekolah3) Faktor lingkungan masyarakat4) Faktor lingkungan kelompokb. Faktor budaya, seperti adat istiadat, ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenianc. Faktor lingkungan fisik, seperti fasilitas rumah dan fasilitas belajard. Faktor lingkungan spiritual dan keagamaan
Diterbitkan di: 28 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.