Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Dimensi- dimensi Self-Efficacy

Dimensi- dimensi Self-Efficacy

oleh: nasailmuu     Pengarang : sandranina
ª
 
Menurut Albert Bandura (1977) pengukuran Self-Efficacy yangdimiliki seseorang mengacu pada tiga dimensi yaitu:a. MagnitudeMenunjuk kepada tingkat kesulitan yang di yakini olehindividu untuk dapat di selesaikanb. StreghtMenunjuk kepada kuat atau lemahnya keyakinan individuterhaap kesulitan tugas yang bisa dikerjakan. Self-Efficacy yang lemahmudah ditiadakan oleh pengalaman yang sulit. Sedangkan orang yangmemiliki keyakinan yang kuat dalam kopetensi akan mempertahankanusahanya yang meskipun mengalami kesulitanc. GeneralityMenunjukkan apakah keyakinan efficacy akan berlangsungdalam omain tertentu atau berlaku dalam berbagai macam aktifitas dansituasi. Adapun pengukuran Self-Efficacy dapat dilakukan melaluisalah satu dimensi di atas atau kombinasi antara dimensi magnitudedan streght.Fungsi dan pengaruh Self-Efficacy Mekanisme Self-Efficacy memuat penjelasan bagaiman a Self-Efficacy bekerja atau bagaimana berlangsungnya Self-Efficacy padaindividu. Menurut Bandura persepsi diri atas efficacy yang berlansungdalam diri inividu keberadaanya sebagai fungsi ynag menentukanbagaimana cara individu bertindak, memberikan pola-pola pemikiran danreaksi emosi.Secara lebih rinci pengaruh dan fungsi Self-Efficacy tersebutadalah sebagai berikut:a. Pemilihan PerilakuBandura menjelaskan bahwa dalam kehiupan sehari- hari orangharus membuat keputusan untuk mencoba berbagai tindakan danseberapa lama menghadapi kesulitan-kesulitan, teori belajar sosialmenyatakan bahwa permulaan dan pengaturan transaksi denganlingkungan sebagian ditentukan oleh penilaian Self-Efficacy ,orangcenderung menghindari situasi-situasi yang diyakini melampauikeyakinan kemampuannya, akan tetapi dengan penuh keyakinan, mereka akan mengambil dan melakukan kegiatan yang diperkirakandapat diatasinya. Self-Efficacy yang mendorong individu untuk terlibataktif dalam kegiatan, akan mendorong perkembangan kompetensi.Sebaliknya Self-Efficacy yang mengarahkan individu untukmenghindari lingkungan dan kegiatan, akan memperlambatperkembangan kompetensi dan melindungi persepsi diri yang negativedari perubahan yang akan membangun individu.b. Besar usaha dan ketekunanPenilaian efficacy yang yang menentukan seberapa besar usahayang dikeluarkan, dan seberapa kuat inividu bertahan dalam rintangandan pengalaman yang menyakitkan. Semakin kuat presepsi Self-Efficacy maka akan semakin giat dan tekun usahanya ketikamenghadapi kesulitan, individu yang mempunyai keraguan tentangkemampuannya akan mengurangi usaha-usahanya bahkan inifidutersebut akan menyerah. Sedangkan mereka yang memiliki efficacyyang kuat, akan menggunakan usaha yang lebih besar untuk mengatasitantangan.Dengan kata lain usaha manusia untuk mencapai sesuatu danuntuk mewujudkan keberadaan diri yang positif, memerlukan perasaankeunggulan pribadi (sense of personal efficacy) yang optmis. Hal ini di karenakan oleh keadaan realitas sosial yang yang biasanya penuhdengan kesulitan sehingga untuk menghaapi hal itu individu harusmemiliki perasaan keunggulan pribadi yang kuat untukmempertahnakan usaha yang teguh dalam menghadapi kesulitan danrintangan tersebut, maka disinilah peranan keyakinan diridiperhitungkan. Presepsi efficacy yang lemah merupakan hambatan internalmenuju kemajua dan menghalangi kemampuan untuk mengatasihambatan eksternal secara effektif.Self-Efficacy yang rendah dapat menghalangi kemampuan utukmengatasi hambatan eksternal secara efektif. Self-Efficacy yang rendahdapat menghalangi usaha meskipun individu memiliki keterampilan,dan keadaan ini akan lebih mudah untuk menyebabkan individu putusasa.c. Pola berpikir dan reaksi emosionalPenilaian individu tentang kemampuannya juga akanmempengaruhi pola berfikir dan reaksi emosional mereka. Individuyang menialai dirinya inefficacy dalam menghadapi tuntutanlingkungan akan mengalami defisiensi personal, dan akan berfikir tentang potensi kesulitan yang lebih besar dari sebenarnya. Akibat darifikiran tersebut akan menghasilkan reaksi emosional yang tinggi,sepanjang orang percaya mereka dapat mencegah, mengurangi ataumungkin mengakhiri peristiwa yang menyakitkan (aversive) merekamempunyai sedikit alasan untuk takut. Dan perubahan-perubahan akanjelas dalam intensitas reaksi sebagai fungsi Self-Efficacy yang berbedamembuktikan, bahwa stress yang berlebihan disebabkan oleh persepsiineficcacy dari tugas-tugas itu sendiri.Alam memecahkan masalah yang sulit, individu yangmempunyai efficacy tinggi cenderung mengantribusikan kegagalannyapada usaha-usaha yang kurang, sedangkan individu yang memilikiefficacy rendah, menganggap kegagalan berasal dari kurangnyakemampuan.
Diterbitkan di: 27 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.