Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Teori perkembangan psikososial Erik H. Erikson

Teori perkembangan psikososial Erik H. Erikson

oleh: nasailmuu     Pengarang : rusmanita
ª
 
Banyak teori perkembangan yang ada dalam dunia psikologi.Namunpenulis hanya menuliskan teori perkembangan Erk Erikson, karena adanyakesesuaian dengan pembahasan dalam skripsi ini, yaitu perkembangan yanglebih fokus pada perkembangan psikososial individu.Erikson adalah tokoh psikologi yang lebih berkonsentrasi pada pengaruhlingkungan sosial pada perkembangan kepribadian individu oleh karena ituteorinya disebut sebagai teori perkembangan psikososial. Erikson membagitahap perkembangan psikososial menjadi delapan tahap.Yang mana masing- masing tahap nantinya memiliki dua komponen yaitu yang baik (yangdiharapkan) dan yang tidak baik (yang tidak diharapkan) . Keberhasilanindividu memecahkan konflik pada setiap tahap perkembangan,akanberdampak pada kepribadian individu selanjutnya.Bila komponen baik yangberhasil diperoleh, maka baik pula perasaan yang terbawa pada tahapselanjutnya, dan begitu pula sebaliknya. Berikut tahap-tahapperkembangannya:a. Trust versus mistnis/kepercayaan dasar atau kehilangan percaya (0-1tahun) Pola asuh pada anak yang menunjukkan pengertian dan perhatian atassegala kebutuhannya, akan menimbulkan perasaan trust atau percaya padadiri anak akan dunianya. Namun apabila orang tua atau yang bertugasmengasuh anak menunjukkan sikap menolak, maka akan timbul rasa takutdan ketidak percayaan atas orang-orang dan lingkungan sekitarnya.Perasaan yang sudah melekat pada anak ini akan terbawa pada tahap-tahapselanjutnya.Keberhasilan melewati konflik pada masa ini akan melahirkan harapanpada diri seorang anak.b. Autonomy versus shame/kemandirian atau rasa bersalah (2-3 tahun) Pada masa ini anak mulai menampakkan kemandirian dalam dirinya,yaitu dengan belajar untuk berjalan maupun bicara.Sikap orang tua yangmendukung kemandirian anak pada usia ini akan menimbulkan rasapercaya diri. Namun sikap mendikte dan suka menyalahkan kemandiriananak, akan menimbulkan rasa takut dan malu. Malu karena takut salah dandisalahkan. Sikap yang harus ditunjukkan oleh orang tua yaitu denganmemuji segala usahanya, tanpa maksud untuk menyalahkan. Melibatkanpendapat anak ketika menanyakan sesuatu juga akan merangsangkepercayaan dirinya, contohnya “ bola itu berwarna hiiii….” denganbegitu seorang anak dapat lebih belajar untuk berpikir,namun tetap adapengarahan.Keberhasilan melewati masa krisis pada masa ini adalah timbul adanyasense of identity atau citra diri yang sesuai dengan masanya.c. Inisiatif versus guilt/inisiatif atau rasa bersalah (3-6 tahun) Masa usia pada tahap ini adalah saat anak mulai senang untukbermain. Bermain pada fase ini,tentu saja memiliki makna penting. Karenaanak mulai mengembangkan kreatifitasnya. Pada fase ini, anak mulaimenggali sense of identity pada fase sebelumnya, terutama sehubungandengan jenis kelamin. Biasanya anak lelaki akan lebih dekat dengan ibunya,begitu juga sebaliknya. Menghadapi hal ini, orang tua tidak perlumenyalahkan mereka, karena ini adalah wajar. Menyalahkan mereka hanya akan memberikan rasa bersalah dalam diri anak. Dan ini bukanlah hal yangbaik.Keberhasilan melewati masa krisis dalam tahap ini, akanmenghasilkan a sense of porpose yaitu peraaan anak yang memilikikepercayaan diri untuk menentukan pilihannya tanpa merasa bersalah.d. Mastery versus inferiority/penguasaan atau rendah diri (6-12 tahun) Usia ini, anak-anak mulai berinteraksi dengan lingkungan di luarrumah seperti sekolah, bermain dengan tetangga, dan sebagainya.Semuaaktifitas dimaknai belajar oleh mereka.Yaitu belajar untuk segala sesuatuyang disenangi, seperti olah raga, musik dan macam-macamnya.Orang tuayang mendukung aktifitas dengan menyalurkan keinginan mereka akanmenimbulkan rasa mastery atau rasa mampu menguasai segalanya. Namunsikap orang tua yang malas, takut melepaskan anaknya di lingkungan luarrumah, maka hanya rasa rendah diri yang dibentuk.Keberhasilan melewati masa ini akan menghasilakan sense of masteryatau keyakinan untuk menguasai masalah yang mereka hadapi.e. Ego identity versus role confusion/identitas diri atau kekacauan peran (12-18/20 tahun) 78Masa ini yang menurut Erikson adalah masa yang paling penting.Masa dimana seorang anak memasuki masa pergolakan jiwa dalam menentukan siapa dirinya. Masa remaja adalah masa krisis dalam penentuanidentitas diri. Karena mereka harus mengenal siapa diri merekasebenarnya,agar dapat menjadi pribadi yang utuh dan dapat melebur denganmasyarakat sekitar.Kehadiran role model atau contoh sangat penting dalam masa ini.Contoh sebagai figur yang dapat memberikan nilai positif dalam kehidupandan bukan model yang negatif. Keberhasilan remaja dalam menentukanidentitas dirinya akan berakibat baik pada masa dewasanya. Begitusebaliknya, apabila remaja tidak berhasil menentukan siapa dirinya, makayang terjadi adalah kekacauan peran yang berakibat pada perilaku sosialyang menyimpang.f. Intimacy versus isolation/keintiman atau pengasingan (18/19-30 tahun) 79Setelah melewati fase pengenalan terhadap diri sendiri, makaselanjutnya adalah berani untuk bertanggung jawab atas segala keadaan diri.Seperti apa,yaitu dengan membina keintiman dengan orang lain. Keintimansebagai bentuk keberhasilan individu akan pengenalan diri, karena sudahberani untuk berbagi dengan orang lain dengan segala kekurangan dankelebihan. Kepercayaan diri juga menentukan keberhasilan individu untukmembuat suatu keintiman.Namun apabila individu tidak berhasil membina keintiman, maka diaakan mengalami keterasingan diri. g. Generativity versus stagnation/perluasan atau stagnasi (20-50 tahun) 80Generativity adalah rasa peduli terhadap orang lain, setingkat di ataslove. Apabila love mengharapkan timbal balik dan berorientasi padakeuntungan diri sendiri, maka generativity adalah rasa peduli tanpamengharapkan balasan.Individu yang senang melakukan kegiatan sosial,dapat digolongkan dalam individu yang memiliki generativity.Selalu ada bagian yang tidak diharapkan dalam setiap tahapperkembangan ini, begitu juga dalam fase ketujuh ini. Individu yang kurangmemiliki rasa perduli terhadap sesama, adalah termasuk kelompok yangmengalami stagnasi atau kemandegan. Karena individu tersebut tidakmempunyai sesuatu yang baru yang dapat menguntungkan orang lain, bukanhanya bagi diri sendiri saja.h. Usia lanjut (60 tahun ke atas)Usia lanjut bukan berarti hanya pasrah menunggu kematian. Eriksonberpendapat bahwa masa ini sama pentingnya dengan masa-masasebelumnya. Karena fase ini individu dapat mengembangkan ego integrityatau integritas diri, dengan tidak adanya rasa takut mati, yang disebabkanmemiliki perasaan puas akan kehidupan terdahulunya yang sukses melewatirasa sulit dan keberhasilan menggapai cita-cita. Tetapi despair atau rasa putus asa juga dapat dirasakan oleh individuyang memiliki pengalaman buruk tentang kegagalan di masa lalu.Dari kedelapan tahapan perkembangan di atas, penulis akanmemberikan pendapat tentang perkembangan psikososial anak usia remaja,yang sesusai dengan bahasan skripsi. Remaja adalah masa krisis yangpenting diperhatikan karena rawan akan pengaruh negatif. Keberhasilanremaja dalam menyelesaikan tugasnya dalam membongkar teka-tekiidentitas dirinya akan berpengaruh pada kesiapan diri pribadinya ketikaberanjak dewasa82. Identitas diri positif akan membantu remaja untukmenghadapi segala konflik di masa dewasanya.
Diterbitkan di: 27 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa penyebab faktor perkembangan psikososial? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa pengertian,teori,hukum dasar,pola dan tahapan perkembangan individu? itu prtanyaan nya Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.