Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Tinjauan Pembelajaran Tematik Pada Pendidikan Agama Islam

Tinjauan Pembelajaran Tematik Pada Pendidikan Agama Islam

oleh: laskarilmubro     Pengarang : dalilah
ª
 
Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang notabenemayoritas masyarakat memeluk agama Islam. Seharusnya PAI mendasaripendidikan-pendidikan lain, serta menjadi primadona bagi masyarakat, orang tuadan siswa. Pendidikan Agama Islam juga seharusnya mendapat waktu yangproporsional terutama di sekolah umum, waktu yang tersedia hanya dua jamdengan muatan materi yang begitu padat dan memang penting yakni menuntutpemerataan pengetahuan hingga berbentuk watak dan kepribadian yang berbedajauh dengan tuntutan terhadap mata pelajaran lainnya.Memang tidak adil menimpa tanggung jawab atas segala kesenjangan antaraharapan dan kenyataan Pendidikan Agama Islam di sekolah, sebab PAI di sekolahbukannya satu-satunya faktor yang menentukan dalam pembentukan watak dankepribadian siswa. Apalagi dalam pelaksanaan PAI tersebut masih terdapat kelemahan-kelemahan yang mendorong dilakukannya penyempurnaan terusmenerus.Disamping itu masih terdapat serentetan respon kritis terhadap pendidikanIslam di sekolah yang dilontarkan berbagai pihak misalnya kelulusan siswa dalampendidikan Islam hanya diukur dengan seberapa banyak hafalan dan mengerjakanujian dikelas, akibatnya penanaman kepribadian kurang berhasil.Kondisi tersebut perlu dijadikan bahan pemikiran oleh para pengelola dantenaga kependidikan PAI, untuk mengembangkan suatu sistem perbaikan yangberkesinambungan, sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan. Belajar dapatdipandang sebagai aktivitas psikolo gis yang memerlukan dorongan dari luar. Olehkarena itu hal-hal yang harus diupayakan antara lain : 1) Bagaimana memotivasipeserta didik dan bagaimana materi belajar harus dikemas sehingga bisamembangkitkan motivasi, gairah, nafsu belajar. 2) Belajar perlu dikaitkan denganseluruh kehidupan peserta didik, agar dapat menumbuhkan kesadaran merekaterhadap manfaat dari perolehan belajar. Sehubungan dengan itu, dalam prosespembelajaran yang paling penting adalah apa yang dicapai peserta didik, bukanapa yang dikehendaki dan diajarkan oleh guru. Dengan kata lain yang dipelajarioleh peserta didik merupakan kebutuhan, dan sesuai dengan kemampuan mereka,bukan kehendak yang ingin dicapai oleh guru. Untuk itu pembelajaran tematik merupakan pembelajaran yang mengadakanhubungan erat dan sesuai antara berbagai aspek yang mempengaruhi peserta didikdalam proses belajar. Pembelajaran tematik juga disebut dengan pembelajaranterpadu (integrated), perlunya pendekatan tematik dalam pembelajaran karenapembelajaran tematik mempunyai korelasi tinggi yaitu kenyataan bahwa dunianyata itu menunjukkan adanya keterpaduan dan bahwa peserta didik ternyatalebih baik belajar menghubung-hubungkan berbagai fakta yang ada.Pembelajaran ini berbasis gaya baru untuk membangun pemikiran siswa agarlebih aktif dan kreatif, yang merupakan pendekatan pembelajaran yangmengembangkan strategi aktif dan efesien. efektif dengan melibatkan siswasecara langsung belajar mengalami (kontekstual) dalam suasana kelas yangmenyenangkan, dinamis, dia logis dan demokratis.Oleh karena itu Pendidikan Agama Islam benar-benar diminati dan benarbenartertanam dalam diri siswa. Maka cara belajar PAI juga harusmenyenangkan, karena dalam tematik kegiatan belajar mengejar dirancang khususuntuk memudahkan siswa dalam memahami pelajaran.Pembelajaran tematik (pembelajaran terpadu) merupakan suatupembelajaran yang menyatupadukan serangkaian pengalaman belajar, sehinggaterjadi saling berhubungan antara satu dengan yang lain dan berpusat pada sebuah pokok persoalan. Pembelajaran ini didasari oleh psikologi Gestalt yangmenyatakan bahwa keterpaduan ini lebih berarti dari bagian-bagiannya. Hal inidisebabkan, karena adanya sinergistik efek yang ditimbulkan sebagai hasilketerpaduan tersebut. Prinsip belajar psikologi Gestalt adalah :1. Dasar situasi secara keseluruhan ditentukan oleh adanya keterpaduan antaraberbagai bagian, bukan oleh bagian-bagian yang terpisah.2. Bagian-bagian dari situasi belajar hanya mengandung arti apabilaberhubungan dengan situasi belajar secara keseluruhan.3. Faktor-faktor yang memadukan bagian-bagian situasi belajar adalah motivasipeserta didik atas dorongan guru.4. Adanya efek keterpaduan yang timbul merupakan interaksi antar berbagaibagian situasi dalam belajar.Dari prinsip Gestalt tersebut, pendekatan tematik bertujuan :1. Membentuk pribadi harmonis dan sanggup bertindak dalam menghadapiberbagai situasi yang memerlukan keterampilan pribadi.2. Menyesuaikan pembelajaran dengan perbedaan peserta didik3. Memperbaiki dan mengatasi kelemahan-kelemahan yang terdapat padametode mengajar hafalan.Penerapan pembelajaran tematik dalam pendidikan agama Islam terkait eratdengan pemahaman belajar yaitu pemahaman atau kegiatan yang perlu dilakukanoleh siswa untuk menguasai kemampuan dasar atau materi pelajaran .
Diterbitkan di: 26 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.