Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Pola Interaksi Masyarakat Pesisir

Pola Interaksi Masyarakat Pesisir

oleh: laskarilmubro     Pengarang : audiyahira
ª
 
Masyarakat peisir merupakan masyarakat yang mata pencahariannyasebagai nelayan. Dan kehidupan masyarakatnya dekat dengan laut dan pantai.Menurut Nur Cholis Madjid dengan pendek kata masyarakat pesisir yang mata pencahariannya sebagai nelayan adalah hidup dekat dengan air. Airitulah yang digunakan sumber penghasilan atau kehidupan kesehariannya.Pada kenyataannya, ada kalanya seorang menjadikan aktifitasmenangkap ikan sebagai mata pencaharian pokok, dan adapula yang hanyadijadikan sebagai kegiatan tambahan yang menginginkannya bisameningkatkan pendidikan untuk menopang hidup dan terpenuhinya sesuatuyang di butuhkan. Pada umumnya masyarakat pesisir yang mencari ikan di laut, baiklaki-laki maupun perempuan pada waktu yang tidak tetap, tidak bisa hanyapada pagi, siang, sore dan malam hari, peluang itu akan mereka dapatkansesuai dengan situasi dan kondisi cuaca dan keadaan ikan, dan dalam mencariikan di lakukan secara gotong royong.Hubungan sosial masyarakat pesisir antara sesama warga bersifatakrab dan melekat serta tolong menolong, mereka menganggap di antaramereka seperti hubungan saudara sendiri. Istilah di atas adalah suatukarakteristik yang melekat pada masyarakat pesisir untuk bersaudara sesamawarga masyarakat pesisir, karena itu merupakan kondisi dinamis sebuahmasyarakat, dimana anggota-anggotanya bergerak atas dasar ikatan emosionaluntuk melakukan sesuatu demu tercapainya kepentingan bersama. Dalam kehidupan bermasyarakat, masyarakat pesisir memiliki ataumengenal aturan-aturan, aka tetapi ketaatan terhadap peraturan tergantungpada nilai intung rugi secara pribadi. Hal ini karena mobilitas sosial dikedepankan oleh komoditas masyarakat nelayan. 10Masyarakat nelayan juga mengenal adanya hubungan bilateral, suatusistem sistem yang menghitung hubungan melalui garis hubungan keluarga,baik laki- laki maupun perempuan. Biasanya masyarakat pesisir yang yangberprofesi sebagai nelayan yang berkelompok-kelompok, dari situlah merekahidup dengan ikatan tertentu dalam ekonominya di dasarkan pada kegiatanpenangkapan ikan. Dalam sistem upah (ekonomi) yang mereka pakai adalahbiasanya sistem berhasil, yaitu yang bergabung dalam sebuah perahu untukmendapatkan upah dengan jumlah uang sebagaimana suatu gajian, melainkanmereka mendapatkan bagian dari hasil menangkap ikan, pembagian initergantung bagaimana perjanjian pemilik perahu dengan penangkap ikan.
Diterbitkan di: 26 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.