Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Mekanisme kerja pengadministrasian kegiatan Bimbingan dan Konseling

Mekanisme kerja pengadministrasian kegiatan Bimbingan dan Konseling

oleh: laskarilmubro     Pengarang : anapuspita
ª
 
Mekanisme kerja pengadministrasian kegiatan Bimbingan danKonseling menurut Ahmad. Juntika Nurihsan dan Akur Sudianto seperti yangtertera dalam bukunya manajemen bimbingan dan konseling di SMAmengatakan bahwa agar pelakasanaan layanan Bimbingan dan Konseling disekolah dapat berjalan secara teratur dan mencapai tujuan, perlu adanyaadministrasi yang baik, teratur dan mantap. Sebab tanpa administrasi yang baik,teratur dan mantap, proses pelaksanaan layanan bimbingan tidak akan mencapaitujuan dan sasaran yang telah di tetapkan. 75Adapun mekanisme kerja administrasi Bimbingan dan Konseling disekolah sebagai berikut:a. Pada permulaan memasuki sekolah, dilakukan pencatatan pribadi siswadengan menyebarkan angket, baik yang diisi oleh siswa itu sendiri maupundiisi oleh orang tua. Siswa yang melanjutkan studi ke jenjang pendidikanyang lebih tinggi, data pribadi yang telah diisi perlu dilengkapi dengan datanilai prestasi belajar sebelumnya, misalnya buku raport, ijazah, STTB di SDserta nilai testing masuk kalau ada. Apabila data yang telah masuk darimasing-masing siswa sudah dianggap memadai dan lengkap, maka data-dataitu dihimpun dalam satu file, map, buku pribadi untuk masing-masing siswasecara teratur dan sistimatis.b. Catatan kejadian siswa tentang tingkah laku dalam kelas selama prosesbelajar mengajar berlangsung dibuat oleh guru bidang studi dan disampaikan kepada wali kelasnya. Catatan anekdot yang diterima darimasing-masing guru bidang studi atau wali kelas, dihimpun dalam bentuklaporan observasi mingguan kemudian dimasukkan ke dalam buku pribadisiswa.c. Dari hasil laporan observasi yang telah disampaikan oleh wali kelas dankemudian dimasukkan ke dalam buku pribadi siswa oleh petugasadministrasi bimbingan, seterusnya dipelajari oleh guru pembimbing.Materi-materi yang dipelajari oleh guru pembimbing sering disebut studikasus. Bila dipandang masalah itu cukup serius dan menonjol sertamendesak untuk ditanggulangi, maka siswa (kasus) bersangkutan dipanggiloleh guru pembimbing untuk diadakan konseling. Bila dari proses konselingyang telah diselenggarakan oleh guru pembimbing dianggap belum cukupmemadai untuk memecahkan masalah siswa bersangkutan, maka perludiselenggarakan konferensi kasus. Penyelenggaraan konferensi kasus harusdiketahui dan diikuti oleh kepala sekolah.d. Hasil sosiometri yang berupa sosiogram oleh wali kelas dimasukkan kedalam buku pribadi siswa sebagai bahan studi kasus. Apabila dijumpaimasalah-masalah yang menonjol dalam sosiogram misalnya adanya siswayang terisolir, maka guru pembimbing dapat secara langsung memanggilsiswa bersangkutan untuk diadakan konseling.e. Hasil wawancara, daftar presensi, daftar nilai raport yang diselenggarakanoleh wali kelas dimasukkan ke dalam kartu pribadi siswa. f. Hasil kunjungan rumah yang diselenggarakan oleh wali kelas, guru bidangstudi disampaikan kepada guru pembimbing untuk dipakai sebagai bahanrapat-rapat dengan kepala sekolah. Hasil laporan home visit yang telahdisampaikan kepada wali kelas/ guru pembimbing oleh koordinatorBimbingan dan Konseling dihimpun dalam catatan kasus pribadi.g. Hasil pemeriksaan dari petugas khusus atau tenaga ahli, misalnya hasilpemeriksaan psikologis dari psikolog, hasil pemeriksaan fisik ataukesehatan dari dokter atau jururawat dimasukkan ke dalam buku pribadisiswa dan juga disampaikan kepada kepala sekolah untuk diketahui.h. Laporan harian, mingguan, bulanan, semesteran dan tahunan kegiatanbimbingan seperti kegiatan konseling perorangan, bimbingan kelompok,konseling kelompok, himpunan data, konferensi kasus, kunjungan rumahmembuat rencana layanan atau pendukung, mempersiapkan bahan untuklayanan atau pendukung, mengadakan evaluasi dan analisis hasil evaluasi,dan merencanakan program tindak lanjut yang dibuat oleh guru pembimbingatau koordinator guru pembimbing dilaporkan kepada kepala sekolah untukdiperiksa. Dan seterusnya dilaporkan kepada pengawas Bimbingan danKonseling sekolah.i. Data-data informasi yang berasal dari berbagai sumber dan telah dihimpundalam buku pribadi, map pribadi siswa hendaknya diperiksa oleh kepalasekolah, koordinator Bimbingan dan Konseling, wali kelas, gurupembimbing dan guru bidang studi dalam mempelajari buku pribadi serta menemukan dan memecahkan berbagai kasus yang dihadapi oleh parasiswa.Dengan terwujudnya mekanisme, pola kerja, atau prosedur kerja yangrapi, teratur, dan baik serta dilandasi oleh bentuk-bentuk kerjasama denganpersonil sekolah dalam administrasi pelaksanaan Bimbingan dan Konseling disekolah, maka dapat dihindari kecenderungan terjadinya penyimpangan dalamprogram pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di sekolah.Dengan diadministrasikannya seluruh kegiatan, personalia, fasilitas,keuangan, pengawasan, pembinaan dan pengembangan Bimbingan danKonseling secara jelas dan cermat, maka program Bimbingan dan Konselingtersebut dapat dipertanggungjawabkan secara penuh
Diterbitkan di: 26 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Ajarin Buat Blog yang bagus lah !!!! Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.