Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Asas-asas BK Pola 17

oleh: laskarilmubro     Pengarang : anapuspita
ª
 
1) Asas KerahasiaanSegala sesuatu yang dibicarakan klien kepada konselor tidakboleh disampaikan kepada orang lain, atau lebih- lebih hal atau keteranganyang tidak boleh atau tidak layak diketahui orang lain. Asas kerahasiaanini merupakan asas kunci dalam usaha Bimbingan dan Konseling.2) Asas KesukarelaanProses Bimbingan dan Konseling harus berlangsung atas dasarkesukarelaan, baik dari pihak klien, maupun dari pihak konselor. Kliendiharapkan secara sukarela tanpa ragu-ragu ataupun merasa terpaksa,menyampaikan masalah yang dihadapinya, serta mengungkapkan segenapfakta, data dan seluk beluk berkenaan dengan masalahnya itu kepadakonselor dan konselor juga hendaknya dapat memberikan bantuan dengantidak terpaksa, atau dengan kata lain konselor memberikan bantuandengan ikhlas. 3) Asas KeterbukaanDalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling sangat diperlukansuasana keterbukaan, baik dari konselor maupun dari klien. Keterbukaanini bukan hanya sekedar bersedia menerima saran-saran dari luar,malahan lebih dari itu diharapkan masing-masing pihak yangbersangkutan bersedia membuka diri untuk kepentingan pemecahanmasalah. Individu yang membutuhkan bimbingan diharapkan dapatberbicara sejujur mungkin dan berterus terang tentang dirinya sendirisehingga dengan keterbukaan ini penelaahan serta pengkajian berbagaikekuatan dan kelemahan klien dapat dilaksanakan. Dengan kata lain, bahwa Bimbingan dan Konseling dapat berhasildengan baik jika peserta didik yang bermasalah mau menyampaikanmasalah yang dihadapi kepada guru pembimbing dan guru pembimbingbersedia membantunya.4) Asas KekinianMasalah klien yang langsung ditanggulangi melalui upayaBimbingan dan Konseling ialah masalah-masalah yang sedang dirasakankini (sekarang), bukan masalah yang sudah lampau dan juga bukanmasalah yang mungkin akan dialami di masa mendatang. Bila ada hal-haltertentu yang menyangkut masa lampau atau masa mendatang yang perludibahas dalam upaya Bimbingan dan Konseling yang sedang diselenggarakan, pembahasan itu hanyalah merupakan latar belakang ataulatar depan dari masalah yang dihadapi sekarang. Yang paling pentingadalah apa yang perlu ditanggulangi sekarang, sehingga masalah yangdihadapi itu teratasi. 34Asas kekinian juga mengandung pengertian bahwa konselor tidakboleh menunda-nunda pemberian bantuan. Jika diminta bantuan olehklien atau jelas-jelas terlihat misalnya adanya siswa yang mengalamimasalah, maka konselor hendaklah segera memberikan bantuan. Konselortidak selayaknya menunda-nunda memberi bantuan dengan berbagaidalih. Konselor harus mendahulukan kepentingan klien dari pada yanglain- lain. Jika dia benar-benar memiliki alasan yang kuat untuk tidakmemberikan bantuannya ini, maka dia harus dapat mempertanggungjawabkan bahwa penundaan yang dilakukan itu justru untuk kepentinganklien. 5) Asas KenormatifanUsaha Bimbingan dan Konseling tidak boleh bertentangandengan norma-norma yang berlaku, baik ditinjau dari norma agama, adat,hukum atau Negara, ilmu maupun kebiasaan sehari-hari. Asaskenormatifan ini diterapkan terhadap isi maupun proses penyelenggaraanBimbingan dan Konseling. Seluruh isi layanan harus sesuai dengan norma-norma yang ada. Demikian pula prosedur, teknik dan peralatanyang dipakai tidak menyimpang dari norma-norma yang dimaksudkan.6) Asas KeahlianUsaha Bimbingan dan Konseling perlu dilakukan asas keahliansecara teratur dan sistematik dengan menggunakan prosedur, teknik danalat (instrumentasi Bimbingan dan Konseling) yang memadai. Untuk itupara konselor perlu mendapat latihan secukupnya, sehingga dengan ituakan dapat dicapai keberhasilan usaha pemberian layanan. PelayananBimbingan dan Konseling adalah pelayanan professional yangdiselenggarakan oleh tenaga-tenaga ahli yang khusus dididik untukpekerjaan itu. 7) Asas KeterpaduanLayanan Bimbingan dan Konseling memadukan berbagai aspekindividu yang dibimbing, sebagaimana diketahui individu yang dibimbingitu memiliki berbagai segi kalau keadaannya tidak saling serasi danterpadu akan justru menimbulkan masalah. Di samping keterpaduan padadiri individu yang dibimbing, juga diperhatikan keterpaduan isi danproses layanan yang diberikan. Jangan hendaknya aspek layanan yangsatu tidak serasi atau bahkan bertentangan dengan aspek layanan yanglain. 8) Asas KegiatanYaitu asas Bimbingan dan Konseling yang menghendaki agarpeserta didik (klien) yang menjadi sasaran layanan berpartisipasi secaraaktif di dalam penyelenggaraan layanan atau kegiatan bimbingan. Dalamhal ini guru pembimbing perlu mendorong peserta didik untuk aktif dalamsetiap layanan atau kegiatan, Bimbingan dan Konseling yangdiperuntukkan baginya.9) Asas KemandirianYaitu asas Bimbingan dan Konseling yang menunjuk pada tujuanumum Bimbingan dan Konseling, yaitu peserta didik (klien) sebagaisasaran layanan Bimbingan dan Konseling diharapkan menjadi individuindividuyang mandiri dengan cir i-ciri mengenal dan menerima dirisendiri dan lingkungannya, mampu mengambil keputusan, mengarahkanserta mewujudkan diri sendiri.10)Asas KedinamisanUpaya layanan Bimbingan dan Konseling menghendakiterjadinya perubahan pada diri individu yang dibimbing, yaitu perubahantingkah laku ke arah yang lebih baik. Perubahan ini tidaklah sekedarmengulang hal-hal yang bersifat monoton, melainkan perubahan yangselalu menuju ke sesuatu pembaruan yang lebih maju. 11)Alih TanganBila usaha Bimbingan dan Konseling telah dilakukan secaraoptimal, tetapi belum berhasil atau masalahnya di luar kewenangannya,maka penanganannya dapat dialih tangankan kepada pihak lain yangberwenang.4012)Asas Tut Wuri HandayaniAsas ini menunjuk pada suasana umum yang hendak terciptadalam rangka hubungan keseluruhan antara konselor dan klien. Lebihlebihdi lingkungan sekolah, asas ini makin dirasakan keperluannya danbahkan perlu dilengkapi dengan “ing ngarso sung tulodo, ing madyamangun karso”
Diterbitkan di: 26 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.