Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Pengertian Komunikasi Verbal

Pengertian Komunikasi Verbal

oleh: santaixs     Pengarang : rusmanita
ª
 
Komunikasi verbal yaitu komunikasi yang menggunakan kata-katadalam penyampaian pesan atau informasinya. Tentu saja kata-kata yangterangkum tersebut harus menggunakan bahasa yang dipahami olehkonseli, agar proses konseling menjadi mudah. Ada empat macam respon dalam komunikasi verbal, yaitu: 1) Respon mendengarkan (listening respons)Respon mendengarkan adalah hal yang membedakan antarakomunikasi dalam konseling dan komunikasi biasa yang dilakukanantar individu. Dalam konseling, mendengarkan adalah responmutlak. Karena terampil mendengar berarti konselor dapatmenghargai konseli dengan baik. Mendengarkan di sini bukan hanyasekedar mampu memperhatikan dengan seksama, tetapi mendengardalam arti yang sesungguhnya tanpa evaluasi, penilaian, danpernyataan setuju atau tidak setuju. Respon mendengarkan tediridari tiga proses, yaitu:”1) Penerimaan pesan, 2) Pengelolaanpesan, 3) Pengiriman pesan.”Pesan yang disampaikan konseli merupakan inti dari apa yangdirasakan, oleh karena itu penerimaan pesanpun menjadi perhatian.Penerimaan baik, pengolahan sesuai, dan pengiriman kembali pesan tersebut dapat dilakukan dengan tepat, itu idealnya. Berikut empatrespon verbal mendengarkan dalam pengiriman pesan kembali:(a) Clarificationclarification adalah respon verbal dengan kata-kata seperti: “Apakahyang anda maksud dalam cerita tadi adalah….” (diisi dengan pesanyang disampaikan konseli). Hal ini ditujukan untuk memastikanbahwa pesan yang diterima konselor sesuai dengan isi pesan yangsesungguhnya.(b) ParaphraseParaphrase adalah respon verbal dengan mengembalikan isi pesankonseli. Yang bertujuan memfokuskan isi pesan yang sudahdisampaikan konseli, agar konseli lebih mengerti, serta memberikanstimulus untuk lebih terbuka dalam menyampaikan pesan yangmasih terpendam.(c) Reflection of feelingReflection of feeling adalah respon yang berkenaan dengan maknaperasaan yang terkandung dalam pesan konseli. Tujuannya yaituuntuk membantu konseli lebih mengenali perasaan-perasaannya danterntu saja memotifasi untuk dapat mengungkapkan perasaanperasaanyang lain.(d) summarization
Summarization adalah penyimpulan dari paraphrase dan reflectionof feeling agar lebih sederhana lagi.2) Action responses18Respon ini berkenaan dengan persepsi dan hipotesis konseloratas pesan dan tingkah laku konseli. Tujuan umumnya adalahmenyadarkan konseli terhadap kebutuhannya untuk berubah melaluiFrame of reference (kerangka rujukan) yang lebih obyektif. Adaempat respon verbal dalam action respon ini, yaitu :(a) ProbeProbe adalah respon verbal berbentuk pertanyaan terbuka yangbiasanya dimulai dengan kata-kata: bagaimana, mengapa,dimana. Probe ini bertujuan agar wawancara dapat dibukadengan memberikan motifasi konseli untuk dapatmengungkapkan dirinya lebih dalam.(b) Ability potential responsesAbility potential responses adalah pernyataan yang menunjukkanpotensi konseli dalam melakukan sesuatu. Pernyataan inipastinya ditujukan agar konseli lebih mengerti segala potensi dankemampuan pribadinya.(c) Confrontation Confrontation adalah memberikan gambaran atas kemungkinankemungkinanyang dihadapi konseli, berdasarkan pesan yangtelah disampaikan dengan menghubungkannya dengan hal lain.(d) InterpretationInterpretation adalah penafsiran atas apa yang disampaikankonseli beserta tingkah lakunya. Tujuannya yaitu untukmengidentifikasi hubungan antara pesan dan tingkah lakukonseli.Keempat respon diatas adalah bagian dari bentuk motivasi yangdiberikan konselor kepada konseli agar dapat mengetahui diri pribadinyalebih dalam. Salah satu pertanyaan pembuka yang diutarakan olehkonselor menjadi awal dari keterbukaan konseli atas dirinya.Selanjutnya proses konseling dapat dilakukan lebih lanjut,sesuaipendekatan yang diperlukan.3) Teaching responsesDalam teaching responses, konselor berperan sebagai seorangguru yang mengajarkan segala hal baru yang meliputi tingkah laku,kesadaran, dan persepsi. Ada tiga bentuk teaching responses, yaitu:(a) Instructioninstruction adalah respon verbal untuk mengajarkan pada konselitentang : - apa yang ingin dilakukannya- bagaimana melaksanakannya- apa yang harus dilakukan dan jangan dilakukaninstruction bertujuan untuk memberikan informasi tentang apayang perlu dikuatkan atau dihilangkan, serta mempengaruhi ataumemberikan informasi tentang apa-apa yang harus dilakukan.(b) Verbal setting responsesVerbal setting response adalah suatu respon verbal yangmenjelaskan alasan mengenai penggunaan konseling atautreatment serta memahamkan kegunaan dari konseling atautreatment itu sendiri.(c) Information givingInformation giving adalah respon verbal tentang data-data ataufakta- fakta yang bertujuan mengidentifikasi alternatif-alternatif,lalu mengevaluasinya dan selanjutnya menghilangkan mitosmitosyang ada dalam pemikiran.4) Sharing and teaching responsesSharing dan teaching responses adalah respon yang mengungkapkankesamaan antara konselor dan konseli. Ada dua bentuk dari responini, yaitu :(a) Self disclosure
Self disclosure adalah respon verbal yang dilakukan olehkonselor yaitu memberikan informasi tentang dirinya. Tujuannyaagar suasana konseling menjadi hangat dan terbuka, sehinggakonseli dapat mengungkapkan perasaannya, serta mampumempengaruhi perubahan tingkah laku dan persepsi konseli.(b) ImmediacyImmediacy adalah respon yang menggambarkan perasaankonselor mengenai konseli dan memberikan feed back darikonseling yang dilakukan.Respon mendengarkan(listening respons),action responses atau responyang berkenaan dengan persepsi dan hipotesis konselor atas tingkah laku yangharus diubah oleh konseli,teaching responses atau respon yang menunjukkanperan konselor sebagai guru yang mampu mengarahkan konseli menjadipribadi yang lebih baik,dan sharing and teaching responses atau perlunyarespon keterbukaan atas diri konselor agar proses konseling menjadi nyamandan terbuka.Di atas adalah empat macam respon yang harusnya menjadiperhatian bagi konselor.Karena masing-masing respon di atas,memilikimanfaat sendiri sesuai dengan keunikkan masalah yang dialami konseli.Selainitu, konselor juga memiliki kebebasan untuk menyesuaikan respon apa yangdiberikan sesuai dengan pendekatan yang dilakukan.
Diterbitkan di: 25 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.