Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Pengertian metode problem posing

Pengertian metode problem posing

oleh: asakaks     Pengarang : kholilatun
ª
 
Di dalam proses belajar mengajar, guru harus memiliki strategi agartujuan yang diinginkan dapat dicapai secara efektif dan efisien, makapenguasaan materi saja tidaklah mencukupi. Salah satu langkah untuk strategiini adalah harus menguasai berbagai teknik penyampaian materi dan jugadapat menggunakan metode yang tepat dalam proses belajar mengajar sesuaimateri yang digunakan oleh guru adalah untuk menyampaikan informasikepada siswa agar mereka dapat memiliki pengetahuan, keterampilan dansikap. Seorang guru yang menggunakan satu metode diharapkan dapatmemberikan kesenangan dan kepuasan pada anak didik yang merupakan salahsatu faktor dalam memotivasi siswa agar mampu menggunakanpengetahuannya untuk memecahkan suatu masalah yang dihadapi.Kemudian untuk mengetahui pengertian metode problem posingadalah sebagai berikut :Menurut Brown dan Walter (1993) istilah problem posing pertama kalidilalui secara resmi oleh National Council of Teachers of Mathematics . Problem posing adalah istilah dalam bahasa Inggris yang berarti pembentukansoal.Problem posing salah satu pembelajaran yang berpedoman padapandangan konotruktivisme prinsip penting dalam psikologi pendidikanmenurut teori ini adalah pengetahuan tidak diperoleh secara pasif olehseseorang melainkan melalui tindakan. 2 Sedangkan menurut Nur dalampembelajaran konstruktivisme guru tidak hanya memberi pengetahuan kepadasiswa, tetapi siswa harus membangun sendiri pengetahuannya.3 Dari pendapatdi atas dapat dipelajari bahwa belajar adalah suatu aktivitas yang berlangsungsecara interaktif antara faktor intern pada diri siswa dengan faktor eksternsehingga menimbulkan perubahan tingkah laku. Guru hanya membantu siswauntuk menerapkan ide- ide mereka dan menerapkan strategi belajar yang telahmereka temukan untuk belajar mereka sendiri.Suryanto mengartikan bahwa kata “problem” sebagai masalah soal,sehingga pengajuan masalah dipandang sebagai suatu tindakan merumuskanmasalah atau soal dari situasi yang diberikan. 4Silver mencatat bahasa istilah “menanyakan soal” biasanyadiaplikasikan pada 3 bentuk aktivitas kognitif yang berbeda : a. Menanyakan pre-solusi, dimana seorang siswa membuat soal dari situasiyang diadakan.b. Menanyakan di dalam solusi, dimana seseorang siswa merumuskan ulangsoal seperti yang telah diselesaikan.c. Menanyakan setelah solusi, dimana seorang siswa memodifikasi tujuandan kondisi soal yang sudah diselesaikan untuk membuat soal-soal baru. 5Dan yang diterapkan oleh obyek penelitian ini adalah pre-solusi, yaitusuatu bentuk menanyakan sebelum solusi.Dalam penelitian ini, pengajuan soal diartikan sebagaiperumusan/pembentukan soal/pertanyaan dari situasi (informasi) yangdisediakan. Gunanya sebagai penguatan terhadap konsep yang diajarkan danmemperkaya konsep-konsep dasar
Diterbitkan di: 25 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.