Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Prinsip-Prinsip Penelitian Tindakan Kelas

Prinsip-Prinsip Penelitian Tindakan Kelas

oleh: xxxzcv     Pengarang : sitifaikot
ª
 
Penelitian tindakan kelas dapat berjalan dengan baik apabila dalammerencanakan dan pelaksanaannya menggunakan enam prinsip sebagaiberikut :1). Tugas pertama dan utama guru di sekolah adalah mengajar siswa danmetode Penelitian Tindakan Kelas yang akan diterapkan tidak akanmengganggu komitmennya sebagai pengajar. Oleh karena itu guru dalammengerjakan tugas ini hendaknya memperhatikan tiga hal sebagai berikut:a. Guru dalam mencobakan sesuatu tindakan pembelajaran yang baruselalu ada kemungkinan hasilnya tidak sesuai dengan yangdikehendaki, bahkan mungkin lebih jelek dari “cara lama”, karenabagaimanapun tindakan perbaikan itu masih pada taraf dicobakan.Guru harus menggunakan pertimbangan dan tanggung jawabprofesionalnya dalam rangka memberikan yang terbaik kepada siswa.b. Siklus tindakan dilakukan dengan mempertimbangkan keterlaksanaankurikulum secara keseluruhan. c. Penetapan siklus dalam tindakan Penelitian Tindakan Kelas mengacupada penguasaan yang ditargetkan.2). Metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yangberlebihan sehingga mengganggu proses pembelajaran. Oleh sebab itusejauh mungkin harus digunakan prosedur pengumpulan data yang dapatditangani sendiri oleh guru, sementara ia tetap aktif berfungsi sebagai guruyang bertugas secara penuh.3). Metode yang digunakan harus cukup handal (reliable) sehinggamemungkinkan guru untuk mengidentifikasi serta merumuskan hipotesissecara cukup meyakinkan, mengembangkan strategi yang dapat diterapkanpada situasi kelasnya serta memperoleh data yang digunakan untukmenjawab hipotesis yang dikemukakannya. Meskipun ada kelonggaranpenerapan asas-asas dasar telaah yang taat kaidah harus tetapdipertahankan.4). Masalah penelitian yang diangkat oleh guru seharusnya merupakanmasalah yang benar-benar merisaukannya dan bertolak dari tanggungjawab profesionalnya. Guru sendiri memiliki komitmen terhadappengatasannya. Selain itu komitmen ini juga diperlukan sebagai motivatorbagi guru untuk bertahan dalam pelaksanaan kegiatan yang jelas-jelasmenuntut lebih dari yang sebelumnya diperlukan dalam rangkapelaksanaan tugas-tugas mengajarnya. Pendorong utama pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas adalah komitmen profesional untukmemberikan layanan terbaik kepada siswa.5). Dalam menyelenggarakan Penelitian Tindakan Kelas, guru harus selalubersikap konsisten menaruh kepedulian tinggi terhadap prosedur etikayang berkaitan dengan pekerjaannya. Penelitian harus dikomunikasikandengan pimpinan lembaga, disosialisasikan kepada teman sejawat,dilakukan sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah dilaporkan hasilnya denganaturan penyusunan karya ilmiah di samping tetap mengedepankankemaslahatan siswa.6). Dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas sejauh mungkin guruharus menggunakan wawasan yang luas daripada perspektif kelas. Artinya,permasalahan tidak dilihat terbatas dalam konteks kelas atau matapelajaran tertentu, melainkan dalam perspektif misi dan visi sekolahsecara keseluruhan. 7). SWOT sebagai dasar berpijak, penelitian tindakan kelas harus dimulaidengan melakukan SWOT (Strength : Kekuatan, Weakness : Kelemahan,Opportunity : Kesempatan, dan Threat : Ancaman). Empat hal tersebutdilihat dari sudut guru yang melaksanakan maupun siswa yang dikenaitindakan. Dengan berpijak pada hal tersebut, penelitian tindakan kelasdapat dilaksanakan hanya apabila ada kesejalanan antara kondisi yang adapada guru dan juga pada siswa. Kekuatan (Strength) dan kelemahan (Weakness) yang ada pada diripeneliti dan subjek tindakan di identifikasi secara cermat sebelummengidentifikasi yang lain. Dua unsur yang lain yaitu kesempatan(Opportunity) dan ancaman (Threat), di identifikasi dari yang ada di luardiri guru atau peneliti dan juga di luar diri siswa atau subjek yang dikenaitindakan. Dalam memilih sebuah tindakan yang akan dicoba, penelitiharus mempertimbangkan apakah ada sesuatu di luar diri dan subjektindakan yang kiranya dapat dimanfaatkan, juga sebaliknya berpikir daribahaya, di luar diri dan subjeknya sehingga dapat mendatangkan resiko.Hal ini terkait dengan prinsip pertama, bahwa penelitian tindakan tidakboleh mengubah situasi asli yang biasanya tidak mengundang resiko.8). Upaya empiris dan sistemik, Prinsip ini merupakan penerapan dari prinsipSWOT. Dilakukannya analisis SWOT, tentu saja apabila guru melakukanpenelitian tindakan, berarti sudah mengikuti prinsip empiris (terkaitdengan pengalaman) dan sistemik yang berpijak pada unsur-unsur yangterkait dengan keseluruhan sistem yang terkait dengan objek yang sedangdikerjakan. Pembelajaran adalah sebuah sistem, yang keterlaksanaannyadidukung oleh unsur-unsur yang saling terkait. Jika guru mengupayakancara mengajar baru, harus memikirkan tentang sarana pendukung yangberbeda, mengubah jadwal pelajaran dan hal- hal lain terkait dengan carabaru yang diusulkan tersebut.9). SMART dalam perencanaanSMART adalah kata dari bahasa Inggris yang artinya cerdas. Akan tetapidalam proses perencanaan kegiatan merupakan singkatan SMART(Spesifik : Khusus, tidak terlalu umum, Manageable: dapat dikelola,dilaksanakan, Acceptable dan Achievable : dapat diterima di lingkunganatau dapat dicapai, dijangkau, Realistic : operasional, tidak di luarjangkauan, dan Time-Bound : diikat oleh waktu, terencana). Ketika gurumenyusun rencana tindakan, harus mengingat hal-hal yang disebutkandalam SMART, tindakan yang dipilih peneliti harus :a. Khusus spesifik, tidak terlalu luas.b. Mudah dilakukan atau tidak sulit.c. Dapat diterima oleh subjek yang dikenai tindakan, artinya siswa tidakmengeluh gara-gara guru memberikan tindakan, dan juga lingkungantidak terganggu karenanya.d. Tidak menyimpang dari kenyataan dan jelas bermanfaat bagi dirinyadan subjek yang dikenai tindakan.e. Tindakan tersebut sudah tertentu jangka waktunya, yaitu kapandilihat hasilnya.Di antara unsur dari SMART, unsur yang sangat penting karenaterkait dengan subjek yang dikenai tindakan adalah acceptable, dapatditerima oleh subjek yang akan diminta melakukan sesuatu oleh guru.Oleh karena itu, sebelum guru menentukan tindak lanjut tentang tindakan yang akan diberikan, siswa harus diajak bicara agar dapat disepakati. Gurudapat mengharapkan tindakan yang dilakukan oleh siswa dilandasi ataskesadaran dan kemauan penuh. Dampak dari kemauan itu menghasilkansemangat yang tinggi.Demikian juga apabila Kepala Sekolah atau pengawas inginmelakukan penelitian tindakan kelas, harus disepakati antara guru dansiswa, agar guru dan siswa sama-sama puas dengan hasil penelitian yangdilakukan oleh guru. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaiankarya tulis ilmiah adalah bahwa metode pembelajaran yang dilakukanadalah sebagai berikut :a. Bukan seperti biasanya tetapi harus cemerlangPenelitian tindakan harus dapat menunjukkan bahwa tindakan yangdiberikan kepada siswa atau subjek tindakan lain memang berbedadengan dari apa yang sudah biasa dilakukan, yaitu kesadaran dankeinginan untuk meningkatkan diri, apa yang sudah ada, tindakanyang dilakukan harus berbeda dari hasil biasanya. Oleh karena itu gurudalam melakukan tindakan harus memilih metode pembelajaran yangsesuai sehingga memberikan hasil yang lebih baik.b. Terpusat pada proses, bukan semata-mata hasilPenelitian tindakan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru ataupeneliti untuk memperbaiki atau meningkatkan hasil dengan mengubah cara, metode, pendekatan atau strategi yang berbeda daribiasanya.9
Diterbitkan di: 21 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.