Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Implementasi pendekatan kontekstual pada PAI

Implementasi pendekatan kontekstual pada PAI

oleh: xxxzcv     Pengarang : uswatuncha
ª
 
Beberapa hal yang harus diperhatikan guru pendidikan agama Islam dalammengimplementasikan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran pendidikanagama Islam antara lain:a. Pembelajaran Berbasis Masalah.Langkah pertama yang harus dilakukan guru PAI dalam pembelajaranberbasis masalah adalah mengobservasi suatu fonomena. Dalam pembelajaranPAI misalnya, menyuruh siswa untuk mengikuti proses pembagian zakat yangdilakukan oleh panitia zakat fitrah. Langkah kedua yaitu, memerintahkansiswa untuk mencatat tentang pengalaman dan permasalahan yang telahdidapat selama mengikuti proses pengamatan pembagian zakat fitrah. Setelahsiswa mencatat peermasalahan yang telah didapatkan dalam pengamatannyamaka siswa mengungkapkannya melalui diskkusi dengan teman-temannya.Langkah ketiga yaitu guru PAI dianjurkan untuk meranngsang siswa untukberpikir kritis dalam memecahkan permasalahan yang telah didapat. Langkahkeempat yaitu guru diharapkan untuk memotivasi siswa agar mereka berani bertanya membuktikan asumsi dan mendengarkan pendapat yang berbedadengan mereka.b. Memanfaatkan Lingkungan Siswa untuk Memperoleh Pengalaman Belajar.Guru memberikan penguasaan kepada siswa untuk melakukankegiatan yang berhubungan dengan konteks lingkungan siswa, antara lain disekolah, keluarga dan masyarakat. Hal ini dapat dilakukan guru denganmemberikan tugas kepada peserta didik untuk mengikuti salah satu kegiatankeagamaan yang berhubungan dengan materi PAI seperti, mengikuti sholatberjama’ah dan yang lainnya. Dengan adanya kegiatan seperti itu diharapkanpeserta didik dapat memperoleh pengalaman langsung dari kegiatan yangmereka lakukan.c. Memberikan Aktivitas Kelompok.Dalam proses pembelajaran, guru dianjurkan untuk dapat melakukanproses pembelajaran dengan membentuk kelompok-kelompok belajar. Siswadibagi menjadi beberapa kelompok yang heterogen. Dengan adanyakelompok-kelompok dalam proses pembelajaran maka akan memperluasprespektif peserta didik terhadap materi dan membangun kecakapaninterpersonal peserta didik. Kegiatan pembelajaran ini dapat dilakukan denganmendatangkan ahli ke kelas, bekerja dengan kelas sederajat, atau dapatdilakukan dengan bekerja dengan kelas di atasnya.d. Membuat Aktivitas Belajar Mandiri.Melalui aktivitas ini peserta didik mampu mencari, menganalisis danmenggunakan informasi sendiri walupun masih memerlukan bantuan guru.Supaya dapat melakukannya, siswa harus lebih memperhatikan bagaimanamereka memproses informasi, menerapkan strategi pemecahan masalah, danmenggunakan pengetahuan yang telah mereka peroleh.e. Menyusun Refleksi.Dalam kegiatan pembelajaran ini peserta didik diperintahkan untukmerenungkan kembali pengalaman yang telah mereka dapat dalam prosespembelajaran yang baru dilaluinya. Kegiatan ini dilakukan pada akhir prosespembelajaran. Misalnya dalam proses pembelajaran PAI tentang sholatberjama’ah peserta didik disuruh untuk merenungkan tentang keutamaansholat berjama ’ah. Selain kegiatan tersebut diatas, refleksi juga dapatdilakukan dengan cara siswa menyatakan langsung tentang materi yangmereka peroleh pada hari itu, membuat catatan kecil di buku, memberikankesan dan saran mengenai pembelajaran, diskusi kecil, atau menyampaikanhasil karya.f. Membuat Aktivitas Belajar Bekerjasama dengan Masyarakat.Masyarakat merupakan patner lembaga pendidikan dalammengembangkan pelaksanaan pendidikan, khususnya dalammenyelenggarakan proses pembelajaran. Dalam penyelenggaraanpembelajaran PAI, guru dapat bekerja sama dengan masyarakat setempatuntuk mempermudah proses penyampaian materi pembelajaran danmenjadikan pembelajaran lebih bermakna. Misalnya peserta didik diajakuntuk berkunjung ke pondok pesantren, peserta didik diajak untukbersilaturrahmi kepada guru-guru mereka, dan yang lainnya.g. Membuat Penilaian Autentik.Dalam pembelajaran kontekstual, penilaian autentik dapat membantusiswa untuk menerapkan informasi akademik dan kecakapan yang telahdiperoleh pada situasi nyata unt uk tujuan tertentu. Penilaian autentikmemberikan kesempatan luas bagi peserta didik untuk menunjukkan apa yangtelah mereka pelajari selama proses pembelajaran. Adapun jenis penilaianyang dapat digunakan guru antara lain; portofolio, tugas kelompok, tugasindividu dan jenis penilaian yang lainnya.Pendekatan kontekstual dalam pembelajaran PAI ditujukan agar pesertadidik dalam mengikuti proses pembelajaran tidak bosan, pembelajaran akan lebihmenyenangkan dan bermakna, belajar terintegrasi menggunakan berbagai sumberbelajar, dan yang paling berarti dengan pendekatan kontekstual adalah siswa dapatmengaitkan pengalaman belajarnya dengan kehidupan nyata mereka. Penerapanpendekatan kontekstual dalam pembelajaran PAI menjadi sebuah keharusan, karenapembelajaran PAI tidak hanya berorientasi pada penyampaian pengetahuan tentangIslam, akan tetapi proses pembelajaran PAI bertujuan menjadikan peserta didik agarmampu memahami, manghayati dan mempraktikkan ajaran agama Islam dalamkehidupan sehari- hari.
Diterbitkan di: 21 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.