Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Latar Belakang dan Pengertian Pendekatan Kontekstual

Latar Belakang dan Pengertian Pendekatan Kontekstual

oleh: xxxzcv     Pengarang : uswatuncha
ª
 
Pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning) saat inimulai banyak mendapatkan perhatian dalam pengembangan pendidikan,khususnya dalam proses penyelenggaraan pembelajaran. Pendekatan inidikembangkan olen John Dewey pada tahun 1961, dan kemudian diteruskan olehThe Washington State Consortium for Contextual Teaching and Learning yangbergerak dalam dunia pendidikan di Amerika Serikat93. Pada saat itu kondisidunia pendidikan di Amerika Serikat mengalami keterpurukan. Prosespembelajaran diselenggarakan dengan sistem tradisional, yang akibatnya menghasilkan out put yang tak mampu bersaing dengan negara lain. Pada saat ituCTL sebagai suatu cara untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan pada sistempendidikan di Amerika.Latar belakang filosofis pendekatan kontekstual dipengaruhi oleh filsafatkonstruktivisme yang mulai digagas oleh Mark Baldwin dan diteruskan oleh JeanPiaget dengan teorinya perkembangan kognitif. Menurut tokoh konstruktivisme,hakikat pengetahuan peserta didik bukan hanya merupakan hasil pemberian dariseorang guru, akan tetapi pengetahuan mereka dikonstruk oleh setiap individuberdasarkan pengalaman hidup mereka sehari-hari. Adapun latar belakangpsikologis dari dikembangkannya pendekatan kontekstual yaitu berpijak padaaliran psikologi kognitif. Menurut aliran ini proses belajar terjadi karenapemahaman individu akan lingkungan. Belajar bukanlah peristiwa mekanisseperti keterkaitan stimulus dan respon. Belajar melibatkan proses mental sepertiemosi, minat, motivasi, pengalaman dan pengetahuan. 95Berangkat dari dua latar belakang dikembangkannya pendekatankontekstual diatas, maka belajar menurut pendekatan kontekstual merupakanproses mengkonstruk pengetahuan sesuai dengan pengalaman yang dimilikipeserta didik, belajar bukan merupakan proses menghafal, dan bukan sekedarmengumpulkan fakta yang lepas-lepas, akan tetapi pengetahuan pada dasarnyamerupakan organisasi dari semua yang dialami. Belajar merupakan prosespemecahan masalah dan proses pengalaman sendiri yang berkembang secara bertahap dari yang sederhana menuju yang kompleks, dan pada hakikatnya belajaradalah menangkap pengetahuan dari kenyataan. 96Dari sini, pendekatan kontekstual adalah sebuah konsep pendekatanpembelajaran yang holistik yang bertujuan memotivasi siswa untuk memahamimakna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebutdengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial, dankultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/ keterampilan yang secarafleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan kepermasalahanlainnya.Adapun menurut penulis, pendekatan kontekstual adalah pendekatanpembelajaran yang mengaitkan materi pemelajaran dengan kehidupan dunia nyatasiswa dan membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya denganpenerapannya dalam kehidupan mereka sehari- hari, dengan melibatkan tujuhkomponen utama pembelajaran efektif, yakni; konstruktivisme (Constructivism),bertanya (Questioning), menemukan ( Inquiri), masyarakat belajar (LearningCommunity), pemodelan (Modeling), dan penilaian sebenarnya (AuthenticAssessment).Dari pengertian diatas, pendekatan kontekstual mempunyai karakteristiksebagai berikut:a. Dalam pendekatan kontekstual, pembelajaran merupakan proses pengaktifanpengetahuan yang sudah ada, maksudnya apa yang akan dipelajari oleh peserta didik tidak terlepas dari pengetahuan yang sudah dimiliki danpengetahuan yang telah dipelajari.b. Pembelajaran yang kontekstual adalah belajar dalam rangka memperoleh danmenambah pengetahuan baru.c. Pengetahuan yang diperoleh dalam pembelajaran bukan untuk dihafa l, akantetapi untuk dipahami.d. Pengetahuan yang telah diperoleh dalam pembelajaran harus dapatdiaplikasikan dalam kehidupan sehari- hari siswa.e. Adanya refleksi terhadap strategi pengembangan pengetahuan sebagai umpanbalik untuk proses perbaikan dan penyempurnaan strategi
Diterbitkan di: 21 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.