Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Strategi Penanganan dalam Mengembangkan Potensi Anak Hiperaktif

Strategi Penanganan dalam Mengembangkan Potensi Anak Hiperaktif

oleh: garaspati     Pengarang : laeladwi
ª
 
  • Terapi (Penanganan)Dapat diketahui bahwa anak hiperaktif memiliki gangguan utama, yaituterkait dengan masalah kognitif (sulit berkonsentrasi) dan masalah sosialisasi(bersikap semaunya sendiri/implusif) serta masalah sikap tidak mau diam(suka bergerak-gerak). Hal ini tidak boleh dibiarkan, karena mengakibatkanterhambatnya usaha dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki,maka dari itu perlu diberikan penanganan (terapi) sehingga problem-problemtersebut dapat teratasi.Menurut beberapa ahli Taylor, Osman, Nanik, Feldman, tindakanpenanganan (terapi) yang efektif yang dapat dilakukan untuk mengatasiproblem-problem ADHD/GPPH ialah terapi modifikasi perilaku, terapi dietmakanan dan terapi obat-obatan (farmasi).a. Terapi modifikasi perilakuSecara umum, terapi modifikasi perilaku dapat diartikan sebagaihampir segala tindakan yang bertujuan untuk membentuk perilaku yangdiharapkan. Menurut Mikarsa, Lumbantoning dan Nanik, terapi modifikasi perilaku terdiri dari pencegahan (preventif) dan penanganan(kuratif).1) Pencegahan (preventif) meliputi:a) sediakan lingkungan yang sehatIbu hamil hendaknya memperhatikan kesehatan dirinya dalamjanin yang dikandungnya. Terkait dengan nutrisi dan keadaan jiwa,karena kondisi fisik maupun mental sangat berpengaruh terhadaptingkat aktivitas dan konsentrasi anaknya kelak.b) Memilih metode kelahiran yang alamiBanyak ahli berpendapat bahwa metode alami merupakan caraterbaik untuk menghindari kerusakan sistem syaraf pusat bayi.Penelitian membuktikan adanya hubungan hiperaktivitas denganmetode melahirkan. Penggunaan forceps dan obat secaraberlebihan kerap “bertanggung jawab atas hiperaktivitas anak”.c) Selaraskan stimulasiHindari stimulasi yang tidak sesuai, jangan berlebih- lebihan ataukurang, misalnya anak sering mendengar omelan dan pertengkaranterus menerus (hingga anak terlalu sering mendengar nada tinggidan keras).d) Ajarkan kegiatan yang bertujuanJika balita berjalan dari ruang tamu ke kamarnya sambilmemandang apa saja yang dijumpainya (kucing lewat, pintu kamar39dan lain- lain) itu dapat dikatakan aktivitas tanpa tujuan. Tegaskanagar anak tidak mengulanginya.e) Mengamati model dan menjadi modelPada umumnya anak cenderung meniru orang yang dekatdengannya. Oleh karena itu, berhati- hatilah berperilaku, jadilahmodel yang baik baginya.f) Manfaatkan kata-kataAjarkan anak untuk mengekspresikan keinginan melalui kata-kataorang tua atau pendidik perlu melakukan ini untuk membericontoh pada anak.2) Penanganan (kuratif)a) Beri dorongan verbalDengan memberi perhatian yang penuh kepada anak hiperaktif,yaitu dengan memberi pujian atas sikap mereka yang mamputenang, mampu berkonsentrasi dan mampu menyelesaikantugasnya dengan baik.b) Jelaskan harapan orang tua kepada anakAnak harus tahu dengan jelas sebab-sebab perbuatannya dan apayang diharapkan darinya. Misalnya katakan “kalau terus meloncat40loncat seperti itu, kamu tidak bisa menyelesaikan gambar bagus itu,atau ajari anak “kalau sedang bosan, tarik napas panjang saja”.c) Sediakan lingkungan yang teraturMinimalkan gangguan terhadap perhatian anak, dengan melakukanstrukturisasi. Singkirkan obyek yang dapat menggoda perhatiananak dan hindarkan kegiatan yang mengacaukan jadwal yangsudah ditetapkan.d) Terapi fisikBantulah anak menyalurkan energinya secara terarah. Jika anakmerasa ingin bergerak terus, ajaklah anak berlari mengitariruangan beberapa menit, atau senam ringan. Dengan demikiananak dapat menginterupsi gerakan tidak terarahnya dan belajarmengontrol gerakannya.e) Metode self talkMetode berbicara dengan dirinya sendiri membantu mengarahkantindakan. Ajarkan anak mengucapkan kalimat pengarah diri,misalnya “Aku harus selesaikan tugas ini, setelah itu mengerjakanyang lain”. Mula-mula kalimat diucapkan dengan tegas dan keras,jika sudah terbiasa volume suara dikurangi.f) Mencatat prestasiDengan metode evaluasi dini, anak terdorong untuk terusmeningkatkan prestasinya. Ajak anak mencatat problem yang dapat dipecahkannya. Untuk tiap prestasi anak dapat memberihadiah bagi dirinya sendiri.g) Dukungan keluargaPenanganan anak hiperaktif memerlukan konsistensi serta dukungankeluarga, yang mana dapat menciptakan ketentraman dalam jiwa anak
Diterbitkan di: 18 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    saya tinggal di yogja, kemana saya harus berkonsultasi mengenai anak saya yang hiperaktif? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.