Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Langkah-langkah Penggunaan Metode Diskusi

Langkah-langkah Penggunaan Metode Diskusi

oleh: haisan     Pengarang : lusiani
ª
 
Guru mengemukakan masalah yang akan didiskusikan dan memberikanpengarahan seperlunya mengenai cara-cara pemecahannya. Dapat pulamasalah yang akan didiskusikan itu tentu bersama-sama oleh guru dansiswa. Yang penting judul atau masalah yang akan didiskusikan itu harusdirumuskan sejelas-jelasnya agar dapat di pahami baik-baik oleh setiapsiswa.2. Dengan pimpinan guru para siswa membentuk kelompok-kelompokdiskusi, memilih pimpinan diskusi ketua, sekretaris (pencatat), pelapor,(kalau perlu), mengatur tempat duduk, ruangan, saranan, dan sebagainya.Pimpinan diskusi sebaiknya berada di tangan siswa

Hambatan-hambatan di dalam Diskusi

Ada bermacam-macam faktor penghambat di dalam usaha mencapaitujuan belajar lewat formasi diskusi,baik yang ada pada pihak siswa maupunmateri (bahan) yang didiskusikan.Faktor-faktor penghambat dari pihak siswa sudah jelas persoalannya.Mereka memang sedang belajardan latar belakang mereka jelas berbeda-beda.Adalah tugas guru untuk membimbing mereka melalui berbagai macamperanan selah diuraikan di muka. Namun janganlah dilupakan hendaknya gurumembatasi diri dari kebiasaan atau kecenderungan terlalu sering mencampuri(intervensi) proses pemikiranan atau percakapan para siswa. Hendaknya guru tidak tergesa-gesa memberikan jawaban atau pemecahan masalah sebelumsiswa mencoba mencari dan menemukan sendiri.Kecuali siswa itu yang perlu mendapat perhatian guru adalah materi(bahan) yang akan di diskusikan dan tugas apa yang harus di lakukan olehsetiap kelompok dan atau anggota kelompok.Dalam hubungan ini maka informasi tentang materi dan tugas yang harusdi laksanakan siswa harus jelas. Tiap kelompok dan anggota-anggotanya takboleh ragu-ragu atau masih kabur mengenai bahan diskusi maupun tujuannya.Hambatan lain dalam diskusi biasanya ialah bahwa setiap orangmenginginkan segera di capainya persetujuan atau kesimpulan. Sikap sepertiini mematikan jalan menuju terjadinya perubahan sikap para siswa olehmereka sendiri. Perubahan sikap ini lebih penting daripada yang lain di dalamproses belajar mengajar lewat formasi diskusi. Perubahan sikapyang dimaksud antara lain ialah agar setiap siswa mau mendengarkan pendapat oranglain, sensitif dan kritis terhadap pendapat yang berbeda, maupun menanggapipendapat orang lain yang berbeda, dalam konteks yang sama dan sebagainya.Dalam hubungan ini sama sekali tidak bijaksana apabila guru selalumengkritik pendapat siswa, apalagi kritik secara pribadi (personal critize)terhadap siswa.
Diterbitkan di: 14 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.