Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Metode

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Metode

oleh: haisan     Pengarang : lusiani
ª
 
Jangan di kira bahwa pemilihan metode itu sembarangan jangan didugabahwa penentuan metode itu tanpa harus mempertimbangkan faktor-faktor lain.Sebagai suatu cara metode tidaklah berdiri sendiri, tetapi di pengaruhi olrh faktorfaktorlain. Maka itu, siapa pun yang telah menjadi guru harus mengenal danmemahaminya dan mempedominya ketika akan melaksanakan pemilihan danpenentuan metode. Tanpa mengindahkan hal ini, metode yang dipergunakannyabisa-bisa tiada arti.Bila ada para ahli yang mengatakan bahwa makin baik metode itu, makinefektif pula pencapaian tujuan adalah pendapat yang mengandung nilaikebenaran. Tetapi, jangan di dukung bila ada para ahli yang mengatakan bahwasemua metode adalah baik dan tidak ada kelemahannya, karena pernyataantersebut adalah pendapat yang keliru.Dalam pandangan yang sudah diakui kebenarannya mengatakan, bahwasetiap metode mempunyai sifat masing-masing, baik mengenai kebaikankebaikannyamaupun mengenai kelemahan-kelemahannya. Guru akan lebihmenetapkan metode yang paling serasi untuk situasi dan kondisi yang khususdihadapinya, jika memahami sifat-sifat masing-masing metode tersebut. WinarnoSurakhmad ( 1990; 97) mengatakan, bahwa pemilihan dan penentuan metode dipengaruhi oleh beberapa faktor, sebagai berikut:a. Anak DidikAnak didik adalah manusia berpotensi yang menghajatkan pendidikan.Di sekolah, gurulah yang berkewajiban untuk mendidiknya. Di ruang kelasguru akan berhadapan dengan sejumlah anak didik dengan latar belakangkehidupan yang berlainan. Status sosial mereka juga bermacam-macam.Demikian juga halnya mengenai jenis kelamin mereka, ada berjenis kelaminlaki-laki dan ada yang berjenis kelamin perempuan. Postur tubuh merekaadayang tinggi, sedang dan ada pula yang rendah. Pendek kata, dari aspekfisik ini selalu ada perbedaan dan persamaan pada setiap anak didik.Jika pada aspek biologis di atas ada persamaan dan perbedaan, makapada aspek intelektual juga ada perbedaan. Para ahli sepakat bahwa secaraintelektual, anak didik selalu menunjukkan perbedaan. Hal ini terlihat daricepatnya tanggapan anak didik terhadap rangsangan yang diberikan dalamkegiatan belajar mengajar, dan lambatnya tanggapan anak didik terhadaprangsangan yang di berikan guru. Tinggi atau rendahnya kreatifitas anak didikdalam mengolah kesan dari bahan pelajaran yang baru di terima bisa dijadikantolak ukur dari kecerdasan seorang anak. Terlihat seiring denganmeningkatkan kematangan usia anak. Daya pikir anak bergerak dari caraberpikir kongkret ke arah berpikir abstrak. Anak-anak usia SD lebihcenderung berpikie kongkret. Sedangkan anak-anak SLTP atau SLTA, sudahmulai dapat berfikir abstrak berdasarkan IQ anak, ditentukanlah klasifikasikecerdasan seseorang dengan perhitungan tertentu. Dari IQ ini pula diketahuipersamaan dan perbedaan kecerdasan seseorang.Dari aspek psikologis sudah di akui ada juga perbedaaan di sekolah,perilaku anak didik selalu menunjukkan perbedaan ada yang pendiam, adayang kreatif, ada yang suka bicara, anak yang tertutup (introver), ada yangterbuka (ektrover), ada yang pemurung, ada yang periang, dan sebagainya.Semua perilaku anak didik tersebut mewarnai suasana kelas. Dinamikakelas terlihat dengan banyaknya jumlahnya anak dalam kegiatan belajarmengajar. Kegaduhan semakin terasa jika jumlah anak didik sangat banyak didalam kelas. Semakin banyak jumlah anak didik di kelas, semakin mudahterjadi konflik dan cenderung sukar dikelola.Perbedaan individual anak didik pada aspek biologis intelektual, danpsikologis sebagaimana disebutkan di atas mempengaruhi pemilihan danpenentuan metode yang mampu sebaiknya guru ambil untuk menciptakanlingkungan belajar yang kreatif dalam sekon yang relatif lama demitercapainya tujuan pengajaran yang telah di rumuskan secara operasional.Dengan demikian jelas, kematangan anak didik yang bervariasimempengaruhi pemilihan dan penentuan metode pengajaran.b. TujuanTujuan adalah sasaran yang dituju dari setiap kegiatan belajarmengajar. Tujuan dalam pendidikan dan pengajaran berbagai-bagai jenis danfungsinya. Secara hakiki tujuan itu bergerak dari yang rendah hingga yangtinggi, yaitu tujuan intruksional atau tujuan kurikuler atau tujuan kurikulum,tujuan institusional, dan tujuan pendidikan nasional. Tujuan pembelajaranmerupakan intermedier (antara), yang paling langsung dalam kegiatan ngajarmangajar di kelas. Tujuan pembelajaran dikenal ada dua, yaitu TIU (TujuanInstruksional Umum) dan TIK (Tujuan Instruksional Khusus).Perumusan tujuan intruksional khusus, misalnya misalnya akanmempengaruhi kemampuan yang bagaimana yang terjadi pada diri anak didik.Proses pengajaran pun di pengaruhinya. Demikian juga penyeleksian metodeyang harus guru gunakan di kelas. Metode yang guru pilih harus sejalandengan taraf kemampuan yang hendak diisi ke dalam diri setiap anak didik.Artinya, metodelah yang harus tunduk kepada kehendak tujuan dan bukansebaliknya. Karena itu, kemampuan yang bagaimana yang dikehendaki olehtujuan, maka metode harus mendukung sepenuhnya.c. SituasiSituasi kegiatan belajar mengajar yang guru ciptakan tidak selamanyasama dari hari ke hari. Pada suatu waktu boleh jadi guru ingin menciptakansituasi belajar mengajar di alam terbuka, yaitu di luar ruang sekolah. Makaguru dalam hal ini tentu memilih metode mengajar yang sesuai dengan situasiyang di ciptakan itu. Di lain waktu, sesuai dengan sifat bahan dan kemampuanyang ingin di capai oleh tujuan, maka guru menciptakan lingkungan belajaranak didik secara berkelompok. Anak didik di bagi dalam beberapa kelompokbelajar di bawah pengawasan dan bimbingan guru. Di sana semua anak didikdalam kelompok masing-masing di serahi tugas oleh guru untuk memecahkansuatu masalah. Dalam hal ini tentu saja guru telah memilih metode mengajaruntuk membelajarkan anak didiknya, yaitu metode Problem Solving.Demikianlah, situasi yang di ciptakan guru mempengaruhi pemilihan danpenentuan metode mengajar.d. FasilitasFasilitas merupakan hal yang mempengaruhi pemilihan dan penentuanmetode mengajar. Fasilitas adalah kelengkapan yang menunjang belajar anakdidik di sekolah. Lengkap tidaknya fasilitas belajar akan mempengaruhipemilihan metode mengajar. Ketiadaan laboratorium untuk praktek IPA,misalnya, kurang mendukung penggunaan metode eksperimen atau metodedemontrasi. Demikian juga ketiadaan mempunyai fasilitas olah raga, tentusukar bagi guru menerapkan metode latihan. Justru itu, keampuhan suatumetode mengajar akan terlihat jika faktor lain mendukungnya.
Diterbitkan di: 14 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.