Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Ciri-Ciri Terapi Rasional Emotif

Ciri-Ciri Terapi Rasional Emotif

oleh: sangraja     Pengarang : nur laila
ª
 
Ciri-ciri dari terapi rasional emotif dapat diuraikan sebagai berikut:(a) Dalam menelusuri masalah klien yang dibantunya, konselor berperanlebih aktif dibandingkan dengan kliennya.(b) Dalam proses hubungan konseling, harus diciptakan dan dipeliharahubungan baik dengan klien. (c) Tercipta dan terpeliharanya hubungan baik itu dipergunakan oleh konseloruntuk membantu klien mengubah cara berpikirnya yang tidak logismenjadi rasional.(d) Dalam proses hubungan konseling, konselor tidak terlalu banyakmenelusuri kehidupan masa lampau klien.(e) Diagnosis (rumusan masalah) yang dilakukan dengan konseling rasionalemotif terapi bertujuan untuk membuka ketidaklogisan pola berpikirklien. Dari uaraian di atas, dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri terapi rasionalemotif adalah menggunakan teknik directive counseling (teknik langsung),dimana antara konselor dengan klien yang lebih aktif adalah konselor. . Dalamkonseling rasional emotif, konselor tidak terlalu banyak menelusuri kehidupanmasa lampau klien dan harus pandai menciptakan hubungan yang baikdengan klien agar klien dapat terbuka dalam mengutarakan permasalahannya,sehingga konselor dapat dengan mudah dalam membantu klien mengubahcara berpikir klien, karena tujuan terapi rasional emotif adalah membukaketidaklogisan klien dalam berfikir.5. Peranan Konselor dan Langkah-Langkah Konseling dalam Terapi RasionalEmotifPeran konselor dalam proses konseling rasional emotif akan tampakjelas dalam langkah- langkah konseling sebagai berikut: Langkah PertamaDalam langkah ini, konselor berusaha menunjukkan klien bahwamasalah yang dihadapinya berkaitan dengan keyakinannya yang irasional.Disini klien harus belajar untuk memisahkan keyakinan rasional dari yangirasional. Pada tahap ini, peran konselor adalah sebagai propagandis yangberusaha mendorong, membujuk, meyakinkan, bahkan sampai kepadamengendalikan klien untuk menerima gagasan ya ng logis dan rasional.Jadi pada langkah ini, peran konseling ialah menyadarkan klien bahwamasalah yang dihadapinya disebabkan oleh cara berpikirnya yangirasional.Langkah KeduaPeran konselora adalah menyadarkan klien bahwa pamecahanmasalah yang dihadapinya merupakan yanggung jawab sendiri. Maka dariitu dalam konseling rasional emotif ini konselor berperan untukmenunjukkan dan menyadarkan klien, bahwa gangguan emosional yangselama ini dirasakannya akan terus menghantuinya kalau dirinya akantetap berpikir tidak logis. Oleh karenanya, klienlah yang harusbertanggung jawab secara keseluruhan terhadap masalahnya sendiri.Langkah KetigaPada langkah ini, konselor berperan mengajak klienmenghilangkan cara berpikir yang irasional. Konselor tidaklah cukupmenunjukkan kepada klien bagaimana proses ketidaklogisan berpikir ini,tetapi lebih jauh dari itu konselor harus berusaha mengajak klienmengubah cara berpikirnya dengan cara menghilangkan gagasan yangirasional.Langkah keempatPeran konselor mengembangkan pandangan-pandangan yangrealitas dan menghindarkan diri dari keyakinan yang irasional. Konselorberperan untuk menyerang inti cara berpikir yang irasional dari klien danmengajarkan bagaimana caranya mengganti cara berpikir irasionalmenjadi rasional.Dari keempat langkah tersebut, jelaslah keaktifan peran konselordalam konseling rasional emotif adalah untuk meyadarkan klien dan agarmenerima gagasan yang logis dan rasional. Dan dalam hal ini klienlah yangharus memikultanggung jawab terhadap masalahnya. Konselor hanyamengarahkan dan mengajak merubah cara berpikirnya mengembangkanpandangan yang realistik.
Diterbitkan di: 12 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.