Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Unsur-Unsur Bimbingan Konseling Agama

Unsur-Unsur Bimbingan Konseling Agama

oleh: sangraja     Pengarang : nur laila
ª
 
Ada beberapa unsur dalam bimbingan konseling agama, diantaranya:a). KonselorPendidik yang bertugas mendewasakan manusia agar selalubertanggung jawab atas segala tindakan yang dilakukan, sedang konselorlebih menitikberatkan bantuan yang diberikan pada klien dalam mengatasiberbagai masalah yang dihadapinya untuk dapat memecahkan masalahsendiri secara inisiatifnya. Dalam melaksanakan hal tersebut, seorangkonselor harus memiliki kemampuan khusus (keahlian tertentu) dan persyaratan-persyaratan tertentu agar dapat mengantarkan klien kearahkesejahteraan hidup lahir dan batin.Konselor bukan berasal dari sembarang orang, konselor harusmemenuhi syarat-syarat sebagai berikut:1. Meyakini akan kebenaran agama yang dianutnya, menghayati danmengamalkan karena ia akan menjadi pembawa norma agama sertamenjadi idola sebagai muslim sejati baik lahir maupun batin.2. Kematangan jiwa dalam bertindak menghadapi permasalahan yangmemerlukan pemecahan.3. Bersikap wajar, artinya sikap dan tingkah laku konselor harus wajartidak dibuat-buat.4. Ramah, sebab keramahan konselor dapat menjadikan klien merasaenak, aman, dan betah berhadapan dengan konselor serta merasaditerima oleh koselor.5. Hangat, sikap yang hangat dari konselor mempunyai pengaruh yangpenting bagi suksesnya proses konseling, karena sikap hangat darikonselor dapat menciptakan hubungan baik antara klien dan konselor,sehingga dengan hubungan baik itu klien dapat merasa enak, aman,kerasan berhadapan dengan konselor.6. Bersungguh-sungguh dalam proses konseling agar dapat tercapaitujuan, maka konselor harus bersungguh-sungguh mau melibatkan diri berusaha menolong klien dalam memecahkan masalah yang dihadapi,dengan kesungguhan konselor dapat mempengaruhi proses konseling.7. Mempunyai sifat kreatif, sebab dunia bimbingan konselingberorientasi pada individu dengan segala keunikannya, artinya setiaporang pasti berbeda-beda dalam sikap, cita-cita, nilai yang dianutnya,latar belakang yang dianutnya, serta latar belakang kehidupannya.Oleh karena itu konselor harus kreatif dalam mencari jalan keluar dariberbagai masalah yang sama oleh klien yang berbeda.8. Flexibel atau luwes, sikap luwes yang dimiliki oleh konselor sangatpenting, sebab konselor tidak selalu berhadapan dengan individu yangberasal dari satu zaman saja. Oleh karena itu, konselor harus flexibeldalam memahami dan menerima system nilai yang dimiliki olehkliennya.
b). Konseli (Klien)Klien adalah individu yang mempunyai masalah yang memerlukanbimbingan dan konseling.Roger menyatakan bahwa klien itu adalahorang yang hadir ke konselor dan kondisinya dalam keadaan cemas ataukongrungsi. Sekalipun klien itu individu yang memperoleh bantuan, diabukanlah obyek atau indiidu yang pasif, atau yang tidak memilikikemampuan apa-apa. Dalam konteks konseling, klien adalah subyek yangmemiliki kekuatan, motivasi, memiliki kemauan untuk berubah, danpelaku bagi perubahan dirinya.12 Adapun syarat-syarat seorang konseliadalah:1. Klien harus sudah sampai pada umur tertentu, sehingga dapat sadarakan tugas-tugasnya, kesadaran itu dapat terwujud dengan mengetahui secara refleksi bahwa tugas-tugas itu merupakan suatu tantangan demipengembangan diri sendiri. Tanpa kesadaran itu, pelayanan bimbingantidak dapat mencapai sasarannya.2. Klien harus dapat menggunakan pikiran dan kemauan sendiri sebagaimanusia yang berkehendak bebas, serta harus bebas dariketerikatannya yang keterlaluan pada perasaan-perasaan itu.3. Klien harus rela untuk memanfaatkan pelayanan bimbingan. Dengankata lain, bimbingan tidak dapat dipaksa-paksakan.4. Klien harus ada kebutuhan obyektif untuk menerima pelayananbimbingan
c). MasalahSetiap orang hidup, pasti memiliki masalah. Akan tetapi, dalammenyelesaikan dan mengahadapi masalah tersebut belum tentu semua orang mampu. Untuk itu, perlu layanan bimbingan agar semua orangdapat menyelesaikan masalahnya sendiri.Masalah adalah ketidakseimbangan batin yang disebabkan olehadanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Seseorang yangmenghadapi masalah dan apapun faktor yang menyebabkannya, apabilatidak segera diatasi baik oleh dirinya sendiri maupun bantuan orang lain,kemungkinan akan berkembang sebagai individu yang mengalamigangguan atau sakit jiwa.Mengingat banyaknya masalah dalam kehidupan manusia, makasecara garis besar akan dibagi beberapa masalah yang dianggap perludiselesaikan dalam bidang garapan bimbingan konseling agama, yaitu:1. Perkawinan atau pernikahan2. Tingkah laku social (mengganggu masyarakat)3. Ketegangan jiwa dan penyakit syaraf4. Pengambilan keputusan5. Problem karena alkoholisme
Diterbitkan di: 12 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    objek bimbingan konseling itu apa sih? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.