Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan (PAKEM)

Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan (PAKEM)

oleh: sangraja     Pengarang : nunik zulvi
ª
 
Sebelum mempelajari secara khusus mengenai anak didik dalamkaitannya sebagai siswa atau subyek belajar, perlu kiranya melihat diri anak didikitu sebagai manusia. Dengan kata lain, dijelaskan dulu mengenai hakikat anakdidik, sebab soal hakikat anak didik adalah soal kunci utama dalam kegiatanpendidikan.Pada umumnya anak-anak yang sebaya pada tingkat-tingkat tertentu selaluingin berkelompok, tetapi anak tersebut harus mampu melepaskan diri darikelompoknya, dan mencari hubungan yang lebih luas. Serta bergaul denganteman yang lain.Hal ini juga ditegaskan oleh Montessori bahwa setiap anak didik memilikiperbedaan yang unik, mereka memiliki kekuatan, kelemahan, minat dan perhatianyang berbeda-beda, latar belakang keluarga, latar belakang sosial ekonomi danlingkungan, membuat peserta didik berbeda dalam aktifitas, kreativitas,intelegensi dan kompetensinya. Sehingga anak cenderung ingin berkelompok .Model Pembelajaran aktif, kreatif, efektif, menyenangkan (PAKEM) iniberorientasi pada proses dan tujuan. Orientasi proses model pembelajaran aktif,kreatif, efektif, menyenangkan (PAKEM) berusaha untuk meningkatkan motivasibelajar, kemandirian dan tanggung jawab, kebersamaan dan bekerja sama, dansaling menghargai. Sedangkan orientasi tujuannya yaitu agar anak lebih kritis dankreatif, suasana belajar menjadi bervariasi, meningkatkan kematangan emosional,dan siap menghadapi perubahan.Di sisi lain sifat-sifat anak menurut pandangan ilmu jiwa modern bahwajiwa manusia itu sebagai sesuatu yang dinamis, memiliki potensi dan energisendiri. Oleh karena itu secara almi anak didik menjadi aktif, sesuai denganpembelajaran aktif, kreatif, efektif, menyenangkan (PAKEM). Karena jika adanyamotivasi dan didorong oleh bermacam-macam kebutuhan. Anak didiklah yangdipandang sebagai organisme yang mempunyai potensi untuk berkembang. Olehsebab itu tugas pendidik adalah membimbing dan menyediakan kondisi agar anakdidik dapat mengembangkan bakat dan potensinya.Pada dasarnya dalam pembelajaran siswa atau anak didik adalahmerupakan satu komponen manusiawi yang menempati posisi sentral sebab siswaatau anak didiklah yang menjadi pokok persoalan sebagai pihak yang inginmeraih cita-cita, memiliki tujuan dan ingin mencapainya secara optimal. Jadidalam proses belajar mengajar (PBM) yang harus diperhatikan pertama kaliadalah siswa atau anak didik karena mereka merupakan subyek dalam belajar. Sehingga dalam proses ini guru harus mampu mengorganisasi setiap kegiatanbelajar mengajar dan menghargai anak didiknya sebagai suatu subyek yangmemiliki bekal dan kemampuan. Pengertian guru semacam ini sangat pentingdikarenakan agar guru tidak bersikap sebagai seorang atasan, disamping itu agarguru tidak segan-segan memberikan dorongan kepada siswanya, perwujudaninteraksi guru dan siswa harus lebih banya berbentuk pemberian motivasi, agarsiswa lebih bergairah, memiliki semangat, potensi dan kemampuan yang dapatmeningkatkan harga dirinya. Dengan demikian siswa diharapkan lebih aktifdalam melakukan kegiatan belajar, hal ini sesuai dengan sistem pengajaranmodern yang menempatkan siswa sebagai pihak yang aktif, karena menurutpenyelidikan belajar yang lebih efektif hanya mungkin dilakukan kalau siswaturut aktif dalam merumuskan serta memecahkan berbagai masalah dalampembelajaran.Selain itu jika dihubungkan dengan implementasi pembelajaran aktif,kreatif, efektif, menyenangkan (PAKEM) pada pendidikan agama Islam (PAI)khususnya aqidah akhlak. Maka dapat kita ketahui pedoman pembelajaranpendidikan agama Islam di peroleh pada usaha pendidik dalam menguraikan isikurikulum pendidikan agama Islam secara lebih spesifik. Sehingga lebih mudahuntuk menerapkannya di dalam kelas.Yang di maksud dengan isi kurikulum disini salah satunya dalah akhlak (moralitas), akhlak adalah perilaku sehari-hariyang tercermin dalam ucapan, sikap dan perbuatan. Hal ini sesuai dengan makna pembelajaran aktif, kreatif, efektif,menyenangkan (PAKEM) yang berarti kreatif yakni menginginkan adanyaperubahan yang baru, dan guru penuh perhatian dalam setiap prosespembelajaran. Jika kita kembali pada teori pendidikan menurut KH. Dewantarabahwa yang di maksud pengajaran ialah penambahan pengetahuan (kognitif) danpembinaan keterampilan.Hal ini jelas berhubungan dengan ciri-ciri pembelajaran aktif, kreatif,efektif, menyenangkan (PAKEM) yang diantaranya adalah selalu ingin mencoba,tidak pernah puas dengan hasil kerjanya dan selalu ingin berbuat terus sertamenumbuhkan motivasi, percaya diri dan kritis.Contohnya pada saat pembelajaran siswa diajarkan sikap hormat dansantun pada orang tua, sikap disiplin, giat belajar, dan suka bekerja keras, pedulisesama manusia.Dengan demikian implementasi pembelajaran aktif, kreatif, efektif,menyenangkan (PAKEM) pada pendidikan agama Islam (PAI) adalah merupakanproses perubahan untuk mencapai pembelajaran yang lebih baik. Khususnya padapembelajaran aqidah akhlak yang memfokuskan pada afektif, kognitif,psikomotorik anak didik.
Diterbitkan di: 12 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.