Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Stratifikasi Status Sosio-ekonomi Orang Tua

Stratifikasi Status Sosio-ekonomi Orang Tua

oleh: arjunaabadi     Pengarang : mzainul
ª
 
Di dalam kehidupan masyarakat Indonesia secara sederhana terdapatempat macam status sosial yang terdiri daria. Petani : mereka yang hidup dari pengusahaan sawah di desa yang suasanakehidupan dalam masyarakat ditandai oleh sifat kekeluargaanb. Pegawai : mereka yang menerima gaji dari pemerintah tiap bulan secaramenentu dan kerjanya juga mnenentuc. Angkatan bersenjata : anggota salah satu ke 4 angkatan, angkatan darat,angkatan laut, angkatan udara dan angkatan kepolisian. Mereka menerimagaji dari pemerintah secara menentud. Pedagang : mereka yang hidup dari keuntungan yangdiperoleh darpekerjaan jual beli. Hasilnya tidak menentu kerjanyapun juga kurangmenentu. Adanya lapisan-lapisan sosial atau kedudukan-kedudukan yangberbeda-beda tingkatannya dalam masyarakat, maka diakui pula adanyaanggapan umum bahwa ukuran kemakmuran bagi tiap-tiap golongan ataulapisan dalam masyarakat adalah berbeda.
Sebenarnya pandangan yang dianut orang-orang terhadap pengertiankemakmmuran tidak selalu sama, misalnya persepsi kemakmuran menurutburuh, guru, ulama', pegawai, pengusaha dan sebagainya. Jadi kedudukankedudukantidak hanya mempunyai perbedaaan dalam hak-hak dankewajiban-kewajiban atau peranan, tetapi dapat berbeda pula persepsinya.Bagi orang yang biasa berpikir rasional dan eksak, kemakmuran seseorangatau masyarakat diukur dengan jumlah serta nilai bahan-bahan dan barangbarangyang dimiliki atau yang dikuasai untuk memelihara dan menikmatihidupnya.Adapun menurut pandangan masyarakat umum, terutama yang hidupdi daerah pedesaan. Bagi mereka pengertian kemakmuran tidaklah berbedadaripada pengertian kebahagiaan. Kebahagiaan adalah suatu keadaan dimanakeinginan-keinginan seseorang atau suatu masyarakat seimbang dengankeadaan meteriil atau sosial yang dimiliki atau dikuasainya.Berdasarkan uraian di atas dapatlah ditarik suatu kesimpulan, bahwakemakmuran adalah suatu susunan umum dimana setiap orang yang bekerjasungguh-sungguh dengan menggunakan kemakmuran yang ada padanyaterjamin akan rumah, sandang dan papannya yang layak buat dia sendiri dankeluarganya. Dari keempat status sosial tersebut di atas, menurut Bahrein dapatdikatakan bahwa, secara umum kehidupan masayarakat dapat diklasifikasikanmenjadi tiga tingkat yaitu golongan ekonomi atas, menengah dan rendah. 1) Golongan Ekonomi AtasGolongan ekonomi atas sering kita sebut sebagai golongan "elite".Istilah elite itu sendiri pertama kali digunakan pada abad ke-17 untukmenyebut barang-barang dagangan yang mempunyai keutamaan khusus.Istilah tersebut kemudian digunakan juga untuk menyebut kelompokkelommpoksosial tinggi, seperti kesatuan-kesatuan militer atau kalanganbangsawan atas.Definisi elite bertitik tolak dari adanya ketidaksamaan bakat-bakatindividual dalam setiap lapisan kehidupan sosial. Lapisan sosial yanglebih tinggi dari suatu masyarakat, kelompok elite, secara nominal terdiridari kelompok-kelompok tertentu, yang tidak selalu didefinisikan secaratajam, yang disebut aristokrasi (bangsawan) yang bersifat militer, religiusdan komersial maupun plutokrasi (orang kaya).
Keadaan sosio-ekonomi keluarga tentulah mempunyai perananterhadap perkembangan anak-anak apabila kita pikirkan, bahwa denganadanya perekonomian yang cukup, lingkungan material yang dihadapianak di dalam keluarga itu lebih luas, ia mendapat kesempatan yang lebihluas untuk mengembangkan bermacam-macam kecakapan yang tidakdapat ia kembangkan apabila tidak ada alat-alatnya. 28Orang tua yang hidup dalam status sosio-ekonomi serba cukup dankurang mengalami tekanan-tekanan fundamental seperti dalammemperoleh nafkah hidupnya yang memadahi, orang tua tersebut dapatmencurahkan perhatian yang lebih mendalam kepada pendidkan anaknyaapabila ia tidak disulitkan dengan kebutuhan-kebutuhan primer kehidupanmanusia.Tetapi status sosio-ekonomi itu tidak merupakan faktor yangmutlak dalam perkembangan sosial, sebab hal itu bergantung pada sikapsikaporang tunya dan bagaimana corak interaksi di dalam keluarga itu.Walaupun status sosio-ekonomi orang tua memuaskan, tetapi apabilamereka itu tidak memperhatikan didikan pada anaknya atau senantiasabercekcok, hail itu juga tidak menguntungkan perkembangan sosial anakanaknya.Pada akhirnya, perkembangan sosial anak itu turut ditentukanpula oleh sikap-sikap anak terhadap keadaaan kelurganya Sebagaian orang mengartikan bahwa golongan ekonomi atasadalah sutu golongan yang serba kecukupan dalam segala hal baik itukebutuhan primer, skunder maupun tersier, atau dapat dikatakanmempunyai penghasilan ekonomi yang melebihi kebutuhan hidupnya.Sehingga mereka dengan mudah dapat memenuhi semua kebutuhan yangbersifat materiil mulai dari alat-alat permainan sampai pada alat-alatsekolah dan prabot rumah tangga yang mewah dan mahal.Sedangkan pendapatan masyarakat yang tergolong ekonomi atasadalah diatas rata-rata pendapatan nasional, menurut Suharsono Sagirterdapat distribusi pendapatan penduduk Indonesia diperkirakan golonganini mendapat US$ 1.147,9 perkapita/tahun.2) Golongan Ekonomi MenengahYang dimaksud dengan golongan ekonomi menengah adalah suatugolongan yang mempunyai pendapatan di bawah ekonomi tinggi dan diatas rendah. Golongan ekonomi menengah adalah orang yang dalamkehidupannya tidak bearlebihan akan tetapi selalu cukup dalam memenuhikebutuhannya yang disesuaikan dengan kemampuan dan dapat dikatakanbahwa golongan berekonomi menengah pendapatannya relatif stabil.Menurut Suharsono Sagir terdapat distribusi pendapatan pendudukIndonesia diperkirakan golongan ini mendapat US$ 325 perkapita/tahun. 3) Golongan Ekonomi RendahGolongan ekonomi rendah atau miskin adalah golongan yangmemperoleh pendapatan atau penerimaan sebagai imbalan terhadappekerjaan mereka yang jumlahnya jauh lebih sedikit apabila dibandingkandengan kebutuhan pokoknya. Kemiskinan lazimnya dilukiskan sebagaikurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokokseperti pangan, pakaian, papan sebagai tempat berteduh. MenurutSuharsono Sagir golongan ini diperkirakan memiliki pendapatan US$112,6 perkapita/tahun.32Menurut Parsudi Suparlan (1981) menyatakan bahwa kemiskinanadalah sebagai suatu standar tingkat hidup yang rendah; yaitu adanyasuatu tingkat kekurangan materi pada sejumlah atau segolongan orangdibandingkan dengan standar kehidupan yang umum berlaku dalammasyarakat yang bersangkutan. 33Garis kemiskinan yang menentukan batas minimum pendapatanyang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok, dapat dipengaruhioleh tiga hal:a. Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukanb. Posisi manusia dalam lingkungan sekitarc. Kebutuhan objektif manusia untuk hidup secara manusiawi. Kesemuanya dapat tersimpul dalam barang dan jasa sertatertuangkan dalam nilai uang sebagai patokan bagi penetapan pendapatanminimal yang diperlukan, sehingga garis kemiskinan ditentukan olehtingkat pendapatan minimal (versi Bank dunia di kota 70 dollar AS, dan didesa 50 dollar AS perjiwa setahun, 1973). Menurut Prof. Sayogya (1969),garis kemiskinan dinyatakan dalam Rp/tahun, ekuivalendalam nilai tukarberas (kg/orang/bulan, yaitu untuk desa 320 kg/orang/tahun dan untukkota 480 kg/orang/tahun).34Atas dasar ini maka mereka yang hidup di bawah garis kemiskinanmemiliki cri-ciri sebagai berikut:a. tidak memiliki faktor produksi sendiri sepert tanah, modal,keterampilan, dan sebagainya;b. tidak memiliki kemungkinan memperoleh aset produksi dengankekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan atau modalusaha;c. tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai tamat sekolah dasarkarena haruus membantu orang tua mencari tambahan penghasilan;d. kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas (self employed),berusaha apa saja;e. banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyaiketerampilan.
Diterbitkan di: 11 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa pengertian kemiskanan bagi orang kota menurut prof. sayogya ? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    PENGERTIAN KEMAKMURAN UMUM? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah anak dari golongan ekonomi rendah tidak dapat menyelesaikan sekolahnya? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    semuanya anak itu dituntut untuk melanjutkan sekolah 9 tahun serta banyak sekolah2 geratis yg didirikan oleh pemerintahan bagi anak yg kurang mampu, cara lain uga di lakukan oleh pihak sekolah jika ada itu kurang mampu di lihat dari hasil rapot hasilnya memuaskan hendaknya di berikan beasiswa bagi anak yang berperestasi 07 Januari 2013
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.