Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Prinsip-prinsip pengawasan

Prinsip-prinsip pengawasan

oleh: sehatjaya     Pengarang : amin musthofa
ª
 
Prinsip-prinsip pengawasan yang perlu diperhatikan menurutMassie,29terdiri dari (1) tertuju kepada strategis sebagai kunci sasaranyang menentukan keberhasilan, (2) pengawasan harus menjadi umpanbalik sebagai bahan revisi dalam mencapai tujuan, (3) harus fleksibel danresponsif terhadap perubahan-perubahan kondisi lingkungan, (4) cocokdengan organisasi pendidikan, misalnya organisasi sebagai systemterbuka, (5) merupakan control diri sendiri, (6) bersifat langsung yaitupelaksanaan kontrol di tempat kerja, (7) memperhatikan hakikat manusiadalam mengontrol para personil pendidikan. Pengawasan manajemensekolah adalah usaha sistematis menetapkan standar prestasi denganperencanaan sasarannya guna mendesain sistem informasi umpan balik.Membandingkan prestasi kerja dengan standar yang telah ditetapkan lebihdahulu adalah, untuk menentukan apakah ada penyimpangan dan mencatatbesar kecilnya penyimpangan, kemudian mengambil tindakan yangdiperlukan untuk memastikan, bahwa semua sumber sekolahdimanfaatkan secara efektif dan efisien. Oleh Stoner masing-masing tahapan dalam proses pengawasanadalah :1) Menetapkan standard dan metode untuk mengukur prestasi, langkahini mencakup penetapan standar dan ukuran untuk segala macamkeperluan, mulai dari target pencapaian kurikulum sampai pada targetpencapaian mutu lulusan. Dalam konteks manajemen sekolah agarpengawasan dapat berfungsi secara efektif, standar kinerja sekolahharus diperinci dalam istilah-istilah yang dapat dipahami dan diterimaoleh kepala sekolah sendiri, guru, tenaga kependidikan, supervisor,dan karyawan sekolah. Metode pengukurannya juga harus jelas dandapat diterima sebagai yang akurat.2) Mengukur orientasi kerja, langkah ini merupakan proses yangberkesinambungan, berulang- ulang yang frekuensinya tergantung jenisaktivitas yang sedang diukur. Kesalahan yang harus dicegah adalah membiarkan berlalunya jangka waktu yang terlalu lama antarapengukuran dengan prestasi.3) Membandingkan hasil yang telah diukur dengan sasaran dan standaryang telah ditetapkan sebelumnya. Jika hasil-hasil itu memenuhistandar, kepala sekolah dapat mengasumsi bahwa segala sesuatunyatelah berjalan secara terkendali.4) Mengambil tindakan korektif, jika hasil-hasil yang dicapai tidakmemenuhi standar dan analisis menunjukkan perlunya diambiltindakan. Tindakan korektif ini dapat berupa mengadakan perubahanterhadap satu atau lebih banyak aktivitas dalam operasi sekolah, atauterhadap standar yang telah ditetapkan semula.Pengawasan dan pengendalian sekolah harus dilakukan olehkepala sekolah, pengawasan layanan belajar harus dilakukan olehsupervisor, dan pengawasan layanan teknis kependidikan dilakukan olehtenaga kependidikan yang diberi wewenang untuk itu.Selain pengawasan, langkah sela njutnya adalah proses evaluasi.Proses evaluasi merupakan suatu proses vital dan kontinyu dalam sebuahmanajemen organisasi. 31 Tujuan utama dari evaluasi strategis ini adalahmemonitor dan mengevaluasi perkembangan organisasi dalam mencapaitujuan dengan menggunakan standar tertentu, yang selanjutnya dapat memberikan koreksi atau mempertimbangkan kemungkinan mengubahmetode yang lebih sesuai dengan tujuan.Proses evaluasi sendiri pada dasarnya tidak lepas dari siklusperencanaan-implementasi-evaluasi. Dalam siklus tersebut, bila dipandangsebagai sebuah sistem tentu akan ada masukan (input), proses, dankeluaran (output).
Diterbitkan di: 09 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.