Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Pembelajaran Kontekstual Dengan Pendekatan Masyarakat Belajar

Pembelajaran Kontekstual Dengan Pendekatan Masyarakat Belajar

oleh: ryantampan     Pengarang : alifatuza
ª
 
Suatu permasalahan tidak selalu dapat dipecahkan sendirian, akan tetapiselalu membutuhkan bantuan orang lain untuk memecahkannya, apalagipersoalan tersebut dihadapi seorang siswa dalam belajar tentunya masihmembutuhkan bantuan temannya. Hal tersebut senada dengan teori belajarSlameto dalam bukunya Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhinyabahawa Belajar adalah proses perubahan tingkah laku sebagai hasil dariinteraksi denga n lingkungannya. Interaksi ini akan sangat terlihat dalam prosespembelajaran kontekstual dengan pendekatan masyarakat belajar. Konsepmasayarakat belajar (learning community) dalam pembelajaran kontekstualsangat menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh melalui kerjasamadengan orang lain.16Dalam masyarakat belajar, hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasamadengan orang lain, antar teman, antar kelompok, yang sudah tahu memberi tahuyang belum tahu, yang pernah memiliki pengalaman membagi pengalamannya
pada orang lain. Inilah hakikat dari masyarakat belajar, masyarakat salingberbagi.Kegiatan belajar dalam masyarakat belajar di dalam kelas dapat terjadiapabila tidak ada pihak yang mendominasi komunikasi ataupun pihak yangsegan untuk bertanya, tidak ada pihak yang menganggap dirinya paling tahu,semua pihak saling mendengarkan, saling berbagi dan saling menerima.Pengertian masyarakat belajar (learning community) adalah sebagai berikut.171. Adanya kelompok belajar yang berkomunikasi untuk berbagi gagasan danpengalaman.2. Ada kerjasama untuk memecahkan masalah.3. Pada umumnya hasil kerja kelompok lebih baik daripada kerja secaraindividual.4. Ada rasa tanggung jawab kelompok, semua anggota dlam kelompokmempunyai tanggung jawab yang sama.5. Upaya membangun motivasi belajar bagi anak yang belum mampu dapatdiadakan.6. Ada rasa tanggung jawab dan kerja sama antara anggota kelompok untuksaling memberi tahu dan menerima.7. Ada fasilitator/guru yang memandu proses belajar dalam kelompok.8. Harus ada komunikasi dua arah atau multi arah.9. Menciptakan situasi dan kondisi yang memungkinkan seorang belajardengan anak lainnya.10. Ada kemauan untuk menerima pendapat yang lebih baik.11. Ada kesediaan untuk menghargai pendapat orang lain.12. Tidak ada kebenaran yang satu saja.13. Dominasi siswa-siswa yang pintar perlu deperhatikan agar yang lemah bisaberperan.14. Siswa bertanya kepada teman-temannya itu sudah mengandung learningcommunity.Sesuai dengan penjelasan di atas, menurut Depdiknas, didalam kelasCTL, guru sangat disarankan selalu melaksanakan pembelajaran dalamkelompok-kelompok belajar. Pada kelompok belajar ini siswa dibagi secaraheterogen dari tingkat kemampuannya, sehingga dengan demikian akantercapai tujuan pembelajaran kontekstual dengan pendekatan masyarakatbelajar. Syarat utama dari seorang guru dalam pembelajaran ini adalah guruharus mampu menjadi fasilitator dalam pembentukan kelompok dan dalampendampingan dalam kelompok-kelompok belajar tersebut.18‘Seorang guru yang mengajari siswanya’ bukanlah sebuah contoh dariguru di dalam kelas masyarakat belajar karena komunikasi hanya satu arahyaitu informasi atau pengalaman hanya dating dari seorang guru kepadamuridnya saja. Guru disini harus mampu menciptakan suasana belajar yang
multi arah dan guru harus mendapatkan dan menerima informasi darisiswanya.Metode belajar dengan teknik masyarakat belajar sangat membantuproses pembelajaran dimana wujud dari pembelajarannya dapat berupasebagai berikut.1. Bekerja dalam pasangan2. Pembentukan kelompok kecil3. Pembentukan kelompok besar4. Bekerja kelompok dengan kelas di atasnya 19

referensi :

16 Slameto, Belajar dan factor-faktor yang mempengaruhinya, ( Jakarta: Rineke Cipta, 2003),hal 2
17 Nurhadi, dkk, Pembelajaran kontekstual, hal 47-48
18 Depdiknas , Pendekatan Kontekstual, hal 15
19 Nurhadi, dkk, Pembelajaran kontekstual , hal 49
Diterbitkan di: 09 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pengertian learning community dari para ahli Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.