Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Syarat-syarat Hukuman

oleh: ryantampan     Pengarang : ummi athifi
ª
 
Menurut Suwarno, syarat-syarat menghukum secara terperinci yaituada 10, sebagai berikut :1) Hukuman harus selaras dengan kesalahan.2) Hukuman harus seadil-adilnya.3) Hukuman harus lekas dijalankan agar anak mengerti benar apasebabnya ia di hukum dan apa maksud hukuman itu.4) Memberi hukuman harus dalam keadaan tenang, jangan dalamkeadaan emosional5) Hukuman harus sesuai dengan umur anak6) Hukuman harus diikuti dengan penjelasan sebab bertujuan untukmembentuk kata hati, tidak hanya menghukum saja.7) Hukuman harus diakhiri dengan pemberian ampun8) Hukuman kita gunakan jika terpaksa, atau merupakan alat pendidikanyang terakhir karena penggunaan alat pendidikan yang lain sudah takdapat lagi.9) Yang berhak memberi hukuman hanyalah mereka yang cinta padaanak saja, sebab jika tidak berdasarkan cinta, maka hukuman akanbersifat balas dendam. 10) Hukuman harus menimbulkan penderitaan pada yang di hukum danyang menghukum (sebab yang menghukum karena paksa).10Adapun persyaratan dalam menjatuhkan hukuman ini menurutAmier Daien sebagai berikut :1) Pemberi hukuman harus tetap dalam jalinan cinta kasih sayang. Kitamemberikan hukuman pada anak bukan karena kita ingin menyakitihati anak, melampiaskan rasa dendam, dan sebagainya. Akan tetapikita menghukum demi kebaikan, demi kepentingan anak demi masadepan anak sendiri. Oleh karena itu, sehabis menghukum tidak bolehberakibat putusnya hubungan kasih sayang.2) Pemberian hukuman harus didasarkan pada alasan “keharusan”.Artinya sudah tidak ada alat pendidikan yang lain yang bisadipergunakan. Seperti halnya di muka telah dijelaskan, bahwahukuman merupakan tindakan terakhir yang kita laksanakan, setelahdipergunakan alat-alat pendidikan yang lain tetapi tidak memberikanhasil. Dalam hal ini kiranya patut diperingatkan bahwa kita hendaknyajangan terlalu biasa dengan hukuman. Kita tidak boleh terlalu mudahdengan hukuman. Hukuman kita berikan kalau memang hal itu betulbetuldiperlukan, dan harus kita berikan secara bijaksana.3) Pemberian hukuman harus menimbulkan kesan pada hati anak.Dengan adanya kesan itu, anak akan selalu ingat pada peristiwa tersebut. dan kesan itu akan selalu mendorong anak kepada kesadarandan keinsyafan. Akan tetapi sebaliknya, hukuman tersebut tidak bolehmenimbulkan kesan yang negatif terhadap anak. Misalnya sajamenyebabkan rasa putus asa pada diri anak, rasa rendah diri dansebagainya. Hukuman jangan sampai atau tidak boleh berakibat anakmemutuskan hubungan ikatan batin dengan pendidiknya. Artinyasudah tidak mau menerima lagi anjuran-anjuran, saran-saran yangdiberikan oleh pendidiknya.4) Pemberian hukuman targetnya harus menimbulkan atau menjadikankeinsyafan dan penyesalan pada anak. Hal inilah yang merupakanhakekat daripada tujuan pemberian hukuman terhadap anak didik. Dandengan keinsyafan itu anak berjanji dalam hatinya sendiri untuk tidakmengulangi perbuatannya lagi.5) Pemberian hukuman harus diikuti dengan pemberian ampun dandisertai dengan harapan serta kepercayaan. Setelah anak selesaimenjalani hukumannya, maka guru sudah tidak lagi menaruh ataumempunyai rasa dendam terhadap anak tersebut. 11Di samping itu, kepada anak harus diberikan kepercayaan kembaliserta harapan, bahwa anak itupun akan sanggup dan mampu berbuat baikseperti temannya yang lain.

referensi :
10 Suwarno, Pengantar Pendidikan, (Jakarta: Bina Aksara Baru, 1982), 117
11 Amien Daien Indrakusuma, Pengantar Ilmu Pendidikan, (Surabaya: Usaha Nasional, 1973),155
Diterbitkan di: 09 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.