Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Prinsip Pokok DAP (Developmentally Appropriate Practice)

Prinsip Pokok DAP (Developmentally Appropriate Practice)

oleh: rajahebat     Pengarang : ributpras
ª
 

Metode pembelajaran yang sejalan dengan konsep DAP adalah
metode pembelajaran yang menyenangkan bagi anak. Metode ini,
selain sesuai dengan tahapan perkembangan anak, juga
memperhatikan keunikan setiap anak.
Metode pembelajaran dengan konsep DAP dianggap dapat
mempertahankan, bahkan meningkatkan gairah belajar anak-anak.
Konsep DAP memperlakukan anak sebagai individu yang utuh (the
whole child) yang melibatkan empat komponen, yaitu pengetahuan
(knowledge), keterampilan (skills), sifat alamiah (dispositions), dan
perasaan (feelings); karena pikiran, emosi, imajinasi, dan sifat alamiah
anak bekerja secara bersamaan dan saling berhubungan. Dengan kata lain, metode pembelajaran yang baik adalah metode pembelajaran
yang dapat melibatkan semua aspek ini secara bersamaan, sehingga
perkembangan intelektual, sosial, dan karakter anak dapat terbentuk
secara simultan.
Telah disebutkan bahwa pendidikan di sekolah seharusnya
bertujuan untuk membangun manusia holistik. Agar tujuan itu
tercapai, maka prinsip pendidikan harus mengacu kepada prinsipprinsip
pembelajaran yang dapat mengarahkan proses pembelajaran
secara efektif. Berdasarkan hasil studi pustaka dari berbagai sumber,
maka dapat disimpulkan bahwa ada tiga prinsip antara lain:
1) Pembelajaran memerlukan pastisipasi aktif para siswa (belajar
aktif). Motivasi belajar akan meningkat kalau siswa terlibat aktif
(mempraktekan) dalam mempelajari hal-hal yang konkrit,
bermakna, dan relevan dalam konteks kehidupannya.
2) Setiap anak belajar dengan cara dan kecepatan yang berbeda Anakanak
dapat belajar dengan efektif ketika mereka dalam suasana
kelas yang kondusif (conducive learning community), yaitu
suasana yang memberikan rasa aman dan penghargaan, tanpa
ancaman, dan memberikan semangat.
3) Prinsip pembelajaran tersebut didukung oleh beberapa hasil riset
otak yang mempunyai implikasi terhadap pendidikan. National
Research Council (1999) dalam Megawangi, dkk. (2004)
mengumpulkan dan mengkompilasikan berbagai hasil riset otak
yang harus menjadi acuan bagi para pendidik agar proses
pendidikan dapat berjalan dengan efektif.
Beberapa hasil riset tersebut adalah :
a) Proses belajar melibatkan seluruh dimensi manusia (tubuh,
pikiran,dan emosi)
b) Faktor emosi sangat berperan dalam mempengaruhi sistem limbik
otak yang dikenal sebagai otak emosi. Sistem limbik ini berperan
dalam memfilter segala macam persepsi yang masuk. Apabila
persepsi yang masuk berupa ancaman, ketakutan, kesedihan, maka
bagian batang otak yang merupakan otak reptil (binatang) akan
lebih berperan sehingga seseorang akan berada dalam modus
bertahan atau menyelamatkan diri. Suasana di kelas tradisional
yang kaku akan menurunkan fungsi otak menuju batang otak,
sehingga anak tidak bisa berpikir efektif. Sedangkan dalam kondisi
yang menyenangkan, aman, dan nyaman akan mengaktifkan
bagian neo-cortex (otak berpikir), sehingga dapat mengoptimalkan
proses belajar dan meningkatkan kepercayaan diri anak.
c) Informasi yang menarik dan bermakna akan disimpan lebih lama
dalam memori, sedangkan informasi yang membosankan dan tidak
relevan, akan mudah dilupakan.
d) Kaitan erat antara aspek fisiologi, emosi dan daya ingat
mempunyai implikasi penting bagi proses belajar, yaitu : suasana
belajar yang menyenangkan, melibatkan seluruh aspek sensori
manusia (panca-indera), relevan atau kontekstual, dan yang
terpenting, proses belajar harus memberikan rasa kebahagiaan.
e) Manusia akan lebih mudah mengerti kalau terlibat secara langsung
dalam mengerjakannya, atau dengan ingatan spatial (bentuk atau
gambar)
Diterbitkan di: 04 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa gunanya DAP terhadap keterampilan berbicara Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.