Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Tinjauan Tentang Metode Tandur

Tinjauan Tentang Metode Tandur

oleh: rajahebat     Pengarang : finasurya
ª
 

1. Pengertian
Metode tandur adalah merupakan strategi pembelajaran yang dirancang
oleh guru untuk membantu mengatasi peserta didik yang mengalami kesulitan
dalam memahami pelajaran atau derajat resiko pribadi. Tandur merupakan
kerangka perencanaan Quantum Teaching. Singkatan dari; Tumbuhkan, Alami,
Namai , Demonstrasikan, Ulangi dan Rayakan. peserta didik yang mengalami
kesulitan dalam memahami pelajarannya atau derajat resiko pribadi akan
membuat peserta didik menahan diri atau mengalami downshift yang
menyebabkan belajar berhenti. Seperti halnya peserta didik ditunjuk untuk
berbicara atau menjawab pertanyaan yang merupakan suatu resiko pribadi yang
besar dan pengalaman yang sulit, maka peserta didik tidak akan punya
kesempatan untuk meraih sukses. Dengan metode tandur ini memastikan bahwa
mereka mengalami pembelajaran berlatih, menjadikan isi pelajaran nyata bagi
mereka sendiri dan mencapai sukses.
Dalam Quantum Teaching rancanga n yang perlu diperhatikan oleh guru
adalah: Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi dan Rayakan, yang
disingkat dengan TANDUR, mempunyai pengertian bahwa:
a. Tumbuhkan
Dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik, seringkali mengajar
harus berhadapan dengan peserta didik yang mempunyai berbagai sikap dan kemampuan yang berbeda-beda. Sebagian peserta didik mempunyai
kemampuan bahasa yang baik, sebagian yang lain mempunyai kemampuan
logika yang baik, sebagian yang lain kemampuan logika matematik. Sebagian
peserta didik bersifat pemalu, sedangkan yang lain bersifat cenderung sulilt
diatur. Apabila hal ini terjadi, tugas pengajar selanjutnya adalah
menumbuhkembangkan potensi tersebut dengan cara memberikan motivasi
peserta didik.
Motivasi merupakan gambaran tentang semua gejala yang terkandung
dalam stimulus tindakan kearah tujuan tertentu, dimana sebelumnya tidak ada.
Gerakan maju kearah tujuan tersebut. berbagai masalah di kelas, motivasi
adalah proses membangkitkan, mempertahankan, dan mengontrol minatminat.
12 Walker dalam bukunya Cinditional And Instrumental Learning
menjelaskan “suatu aktivitas belajar sangat lekat dengan motivasi”.
Perubahan suatu motivasi akan merubah pula wujud, bentuk, dan hasil
belajar. Ada tidaknya motivasi seorang individu untuk belajar sangat
berpengaruh dalam proses aktivitas belajar itu sendiri. 13
Pada saat proses belajar mengajar guru menciptakan minat peserta
didik pada suatu subyek, guru akan sering menemukan bahwa ini maju pada
minat baru, menciptakan relevansi rantai yang terus-menerus. Ketika guru
bertanggungjawab untuk hidup, guru akan memulai untuk mengupayakan
agar segalanya terlaksana dengan baik, guru akan dihadapkan beberapa
pilihan keputusan, yang menuntut pembuatan keputusan yang tepat dan juga upaya suatu kemampua n untuk membuat keputusan penuh keyakinan dapat
melahirkan kekuatan pribadi.
Dalam Quantum Teaching motivasi dikaitkan dengan minat, konsep
diri dan sikap akan menampakkan tingkahlaku tertentu yang diinginkan dan
mendukung terjadinya proses belajar yang sukses.
Sedangkan AMBAK atau apa manfaat bagiku adalah motivasi yang
didapat dari pemilihan secara mental antara manfaat dan akibat-akibat dari
keputusan. Karena dasarnya, segala sesuatu yang akan dikerjakan harus
menjanjikan manfaat bagi dirinya sendiri. Maka tingkahlaku belajar juga
harus demikian, menjanjikan hasil-hasil dari tanggungjawab hidup yang
sebelumnya masih terbayang b. Alami
Maksud dari alami adalah memberi pengalaman seperti pengalaman
umum yang dimiliki oleh peserta didik sebelumnya.15
Kerangka rancangan Quantum Teaching ini termasuk bagian dari
langkah-langkah yang tepat untuk membangun pola pengajaran yang baik,
yakni dengan mengintegrasikan materi pelajaran dengan pengalaman aktivitas
sehari- hari. Para peserta didik tidak lagi disodori teori yang cenderung abstrak
untuk kemudian dihafalkan dan disebutkan lagi saat ujian, namun lebih
bagaimana proses belajar terjadi dengan penerapan langsung materi pelajaran
secara lebih komprehensif.
c. Namai
Seseorang yang belajar sama halnya dengan melakukan proses
perubahan tingkah laku. Tingkah laku diambil dalam arti yang luas dan
mencakup pengamatan, pengenalan, pengertian, perbuatan, keterampilan,
perasaan, minat dan sikap. Belajar tidak hanya mengenai bidang intelektual,
tetapi juga mengenai seluruh pribadi peserta didik.
Kerangka rancangan namai dimaksudkan dengan menyediakan kata
kunci, rumus, konsep dan model serta strategi sebagai sebuah metode yang
digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan sesuai
dengan taraf perkembangan dan kesanggupan peserta didik serta cara atau
proses belajar itu sendiri.
Penamaan akan memuaskan hasrat alami otak untuk memberikan
identitas, mengurutkan dan mendefinisikan. Penamaan dibangun diatas
sejumlah pengetahuan dan keingintahuan peserta didik, membuat mereka
penasaran, penuh pertanyaan, dan disinilah saatnya mengajarkan konsep,
keterampilan berfikir dan strategi belajar.
d. Demonstrasikan
Yang dimaksud demonstrasikan adalah menyediakan kesempatan
bagi peserta didik untuk menunjukkan bahwa mereka sesungguhnya tahu dan
mampu. Seorang guru selain menumbuhkan semangat peserta didik,
hendaknya guru juga mengajari arti keberanian yang sebenarnya. Peserta
didik harus diupayakan dan didorong untuk tidak mencari alasan atau pemahaman yang maksimal. Cara tepat untuk meningkatkan pemahaman
adalah dengan mempelajari otak yang memiliki kemampuan yang luar biasa.
Pengulangan dapat memperkuat koneksi saraf dan menumbuhkan
kemampuan peserta didik bahwa mereka sebenarnya tahu. Maka pengulangan
harus dilakukan dengan mengikutsertakan multi kecerdasan (Multiple
Intelegence) disatu pihak dan multi modalitas (Multiple Modality) dipihak
lain, mengeksplorasi multi kecerdasan termasuk didalamnya kecerdasan
spasial- visual, verbal linguistik, interpersonal, musical-ritmik, naturalisasi,
kinestetik, intrapersonal, dan logis matematik, menggunakan kecerdasan
berganda dalam pembelajaran membantu siswa mendapatkan lebih banyak
makna dan rangsangan otak dalam proses belajar, sekaligus memberi mereka
lebih banyak variasi dan kesenangan, serta mengembangkan dan memperkuat
kecerdasan mereka.17 sedangkan untuk mengeksplorasi multi kecerdasan
meliputi modalitas visual, auditori dan kinestetik.
f. Rayakan
Kerangka rancangan ini merupakan pengakuan terhadap
penyelesaian sebuah tugas, usaha, partisipasi suatu pemerolehan keterampilan
dan ilmu pengetahuan, merasa kebanggaan pemberdayaan diri untuk usaha
maksimal, simpati untuk kepercayaan diri serta ungkapan terimahkasih untuk
antusiasnya, semua itu adalah sesuatu yang sangat beharga dan kesemuanya
itu adalah perlu diberikan pujian dengan merayakannya, tidak harus dengan
wujud kegiatan perayaan yang perlu kemegahan, dapat juga dalam bentuk
ungkapan perasaan, baik secara individual maupun bersama-sama. Maksud dari ganjaran itu adalah supaya dengan ganjaran itu anak lebih giat lagi
usahanya untuk memperbaiki dan mempertinggi prestasi yang telah dapat
dicapainya. Dengan kata lain, anak menjadi lebih keras kemauannya untuk
bekerja dan berbuat lebih baik lagi. 

Diterbitkan di: 04 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    daftar pustakanya di mana...???? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    ada gak buku yang menyatakan tandur tu metode??? bingung ni,, tandur tu kan langkah pembelajaran dalam quantum,,, tpi kenapa disebut metode??? tolong ya??? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.