Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Abdurrahman al-Dakhil

oleh: ardatulabyan    
ª
 
Khlifah Abbasiyah, al-Manshur, pada suatu hari pernah berkata kepada para sahabtnya: “Tunjukkan kepadaku, siapakah pemberani dari bangsa Quraisy?” mereka menjawab: “Anda sendiri.” Al-Manshur menjawab: “Tidak.” Abdurrahman bin Muawiyah yang menyeberangi lautan, dan menuruni jurang, lalu masuk ke negeri orang asing sendirian, kemudian ia membangun kota di sana, membentuk pasukan tentara, membangun kantor pemerintahan, dan mendirikan kerajaan setelah dia selesai mengatur semua sarananya dengan baik dan penuh disiplin.”

Setelah menggulingkan daulah Umawiyah yang telah berkuasa selama sembilan puluh tahun, orang-orang Abbasiyah mengeluarkan perintah pada tahun 750 M. untuk mengikis habis orang-orang yang ada kaitannya dengan dinasti Umawiyah. Mata-mata pun disebar keseluruh pelosok negeri mencari jejak mereka. Hanya segelintir orag yang selamat dari tebasan pedang Abbasiyah, diantaranya ialah seorang pemuda berusia sembilan belas tahun, yaitu Abbdurrhman bin Mu’awiyah bin Hasyim bin Abdul Malik, yang lari dari Irak, mengarungi guru Syria, menuju Palestina. Kemudin dia menyeberangi gurun Sinai ke Mesir, lalu melewati beberapa wilayah Afrika menuju Andalusia yang telah ditaklukan oleh nenek moyangnya dari dinasti Umayah.

Abdurrahman memasuki Andalusia hanya diikuti oleh 400 budak yang setia kepada Bani Umayah. Ada yang mengatakan bahwa ketika dia mendarat pada tahun 755 M. pasukan tentara Syam menghadiahkan seorang budak perempuan yang sangat cantik kepadanya. Ketika dia melihat dan memperhatikan kecantikannya, dia berkata: “Sesungguhnya hati dan mata ini teah sepakat. Akan tetapi, jika saya meninggalkan perempuan ini, maka berarti saya telah mendhaliminya. Namun, jik sibuk dengan perempuan ini, maka bererti saya menzalimi kepentingan saya. Oleh karena itu, aku tidak memerlukannya.” Kemudian dia mengembalikan perempuan itu kepada mereka.

Tatkala Harun al-Rasyid memegang kendali pemerintahan di Bagdad, Chalemagne, Raja Perancis, dengan leluasa dapat memerangi musuhnya di Andalusia, karena di sisi lain Harun al-Rasyid sedang memerangi Byzantium, musuh Chalemagne. Maka Charlemagne menyebrangi gunung Brawns untuk menyerang Abdurrahman. Namun, karena berita kekacauan yang melanda dalam imperiumnya terpaksa dia kembali lagi dan urung menyerang Andalusia.

Kekalahan Perancis tahun setelah itu, dia tidak pernah tidak termasuk masa-masa pembenahan yang dilakukan oleh Abdurrahman al-Salits. Tatkala memasuki Andalusia, Abdurrahman sudah menemukan bahwa tentaranya telah diatur sesuai dengan cara yang berlaku di kabilah Badui. Dia kemudian membangun angkatan bersenjata yang teratur jumlahnya tidak kurang dari 40.000 personil. Dia sadar bahwa Spanyol sangat mungkin diserang dari tiga arah di lautan. Oleh karena itu dia, mulai membangun armada perang laut, yang tergolong sebagai armada yang pertama kali di Andalusia Islam. Armada inilah yang pada zaman Abdurrahman al-Salits menjadi armada laut terkuat di Barat dan Laut Tengah.

Pada zamanya pula, Andalusia mencapai pertumbuhan yang sangat pesat tampaknya dia telah menyiapkan hal itu dalam masa yang cukkup lama. Suatu kemajuan yang belum tercapai oleh Spanyol sebelum itu adalah Cordoba bersaing dengan Konstantinopel dan Baghdad dari segi kemegahan, kemewahan, dan perkembangan ilmu pengetahuan serta seni. Cordoba dikenal oleh orang Arab bukan Arab sebagai Pengantin Andalusia dan permata dunia.

Tiga tahu sebelum meninggal dunia, Abdurrahman merenovasi bangunan masjid Cordob dan memperluasnya. Atapnya disanggah oleh tiang-tiang besar yang jumlahnya 123 tiang. Dia laksana Ka’bah kaum muslimin di dunia islam bagian barat. Hingga kini masjid itu masih berdiri megah. Dia termasuk tempat yang paling banyak dikunjungi oleh para wisatawan setelah istana al-Hambra, sebagai peninggalan sejarah yang sangat menarik.

Selain yang disebutkan di atas, Abdurrahman juga seorang penyair dan orator yang sangat baik, meskipun sejarah menyebutkan bahwa dia adalah pemuda terusir, yang dengan ketegaran dan kemauman kerasnya, berhasil mendirikan daulah Umawiyah kedua, yang masih bertahan hingga tahun 1031 M. Dia mampu mengatasi serangan dari kekuatan besar di Timur dan Barat, Harun al-Rasyid dan Charlemagne. Dia lahir dan meninggal padah tahun731 – 788 M.

Diterbitkan di: 02 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.