Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Hubungan Bimbingan Konseling tentang Karier terhadap Pemahaman Karier

Hubungan Bimbingan Konseling tentang Karier terhadap Pemahaman Karier

oleh: santaitapipasti     Pengarang : fitriameli
ª
 
Hubungan Bimbingan Konseling tentang Karier terhadap Pemahaman
Karier Siswa
Pada dasarnya Sekolah Menengah Kejuruan setelah mereka lulus dari
kelas III, mereka dihadapkan pada beberapa masalah diantaranya : kelanjutan

study, pemintaan pada pekerjaan dan ketika mereka akan menentukan
pilihannya, untuk menentukan hal itu harus melalui proses pengambilan
keputusan. Contoh : untuk melanjutkan pendidikan itu harus ada berbagai
pertimbangan seperti faktor biaya, pemilihan jurusan.
Oleh sebab itu bimbingan konseling tentang karier memiliki peranan
penting bagi peserta didik guna merencanakan masa depannya seperti
merencanakan kelanjutan pendidikannya, atau bekerja. Dalam hal ini peserta
didik mampu mempertimbangkan dan mengambil keputusannya tentang
dirinya atau yang sesuai dengan keadaan dirinya, baik keputusan untuk
melanjutkan Perguruan Tinggi maupun untuk masuk pada lapangan pekerjaan.
Kedua-duanya memerlukan pertimbangan terlebih dahulu terutama mengenai
kemampuan diri sendiri, bagi mereka yang ingin masuk kepada dunia
pekerjaan ia akan menilai dirinya sendiri bidang apa yang cocok bagi dirinya
sesuai kepribadian, minat, bakat, kemampuan dan keterampilan. Sehingga
sebelum mengambil keputusan kita membutuhkan banyak-banyak informasi,
pengetahuan, pertimbangan dan didalamnya terkandung keyakinan atas apa
yang kita perbuat.
Adapun keputusan untuk pemilihan pekerjaan menurut ahli psikologi,
bahwa arah pilih pekerjaan terutama sangatlah ditentukan oleh kesan pertama
yaitu pada masa bayi atau kanak-kanak. Baik perasaan puas dan tidak puas,
selanjutnya terus berkembang menjadi kekuatan yang berupa energi psikis

kesan atas perasaan didekati atau dijauhi serta perasaan puas atau tidak puas
diterima anak dalam memilih kariernya dan kehidupan di masa depannya.
Dikatakan oleh David Hediman bahwa pemilihan karier tidak hanya
tentang pemahaman dirinya sendiri akan tetapi pemilihan pekerjaan
merupakan rentetan akibat dari keputusan. Keputusan yang diambil individu
pada tahap kehidupannya di masa lampau.
Dari dua pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa pemilihan
pekerjaan itu sifatnya individual dimana setiap individu memiliki latar
belakarng yang berbeda-beda seperti bakat, kepribadian, minat, kemampaun
dan keterampilan itu juga pun berbeda-beda. Menurut John Vaizey
permasalahan penting bagaimana arah dunia pendidikan bisa sejalan dengan
kesempatan kerja sehingga selayaknya perencanaan pendidikan lebih
terfokuskan pada dunia kerja.
Dalam bimbingan konseling tentang karier memiliki tujuan diantaranya
dapat meningkatkan pengetahuan tentang dunia kerja serta dapat
mengembangkan sikap dan nilai-nilai diri sendiri serta dalam menghadapi
pilihan pekerjaan dan persiapan memasukinya.
Dibawah ini skema hubungan antara informasi karier terhadap
keputusan pilihan pekerjaan.Dengan melihat kemungkinan-kemungkinan diatas, maka terdapat
empat jalur yang dapat ditempuh para siswa setelah mereka menamatkan
pendidikannya yaitu :
1. Para siswa yang langsung masuk pada lapangan pekerjaan.
2. Para siswa yang mengambil latihan atau kursus terlebih dahulu sebelum
masuk dunia kerja.
3. Para siswa yang memilih melanjutkan pendidikan ke akademi sebelum
bekerja.
4. Para siswa melanjutkan ke perguruan tinggi sebelum memasuki dunia kerja
Diterbitkan di: 01 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.