Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Kriteria Sekolah Bermutu

Kriteria Sekolah Bermutu

oleh: santaitapipasti     Pengarang : diana hikmah
ª
 

Fungsi lembaga pendidikan sebagai tempat belajar yang memiliki
kewajiban untuk menyelenggarakan pengalaman pembelajaran yang bermutu
bagi peserta didik. Tempat belajar atau dimaknai sebagai suatu organisasi
pendidikan memiliki bidang garapan tertentu, yaitu bidang kesiswaan,
keguruan, kurikulum, sarana prasarana, keuangan, hubungan sekolah dan
masyarakat, pengelolaan kelas, kebijakan, dan pelayanan khusus seperti
bimbingan dan penyuluhan, perpustakaan, laboratorium, ekstrakurikuler,
kantin atau koperasi dan transportasi sekolah. Semua itu dikelola bagi
kebermanfaatan siswa belajar.34
Dengan demikian, sekolah bermutu adalah sekolah yang menjalankan
fungsinya sebagai tempat belajar yang paling baik yang menyediakan layanan pembelajaran yang bermutu bagi siswa. Hasil belajar yang memuaskan bagi
semua pihak.
Dalam konteks pendidikan, pengertian mutu mendasarkan pada input
(masukan), proses, output (keluaran).
a. Input (masukan)
Dapat dilihat dari beberapa sisi. Pertama, kondisi baik atau tidaknya
masukan sumber daya manusia, seperti kepala sekolah, guru laboran, staf
tata usaha, dan siswa. Kedua, memenuhi atau tidaknya kriteria masukan
material berupa alat peraga, buku-buku, kur ikulum, prasarana, sarana
sekolah dll. Ketiga, memenuhi atau tidaknya kriteria masukan yang berupa
perangkat lunak, seperti peraturan, struktur organisasi dan deskripsi kerja.
Keempat, mutu masukan yang bersifat harapan dan kebutuhan seperti visi,
motivasi, ketekunan dan cita-cita.
b. Proses
Sekolah yang bermutu pada umumnya memiliki sejumlah
karakteristik “proses” sebagai berikut:
1) Proses belajar mengajar yang efektivitasnya tinggi
Sekolah yang menerapkan peningkatan mutu, memiliki
efektivitas proses belajar mengajar yang tinggi. Hal ini ditunjukkan
pada pemberdayaan peserta didik. Dimana proses belajar mengajar tidak sekedar memorisasi dan recall, bukan sekedar penekanan pada
penguasaan pengetahuan tentang apa yang diajarkan, akan tetapi lebih
menekankan pada internalisasi tentang apa yang diajarkan sehingga
tertanam dan berfungsi sebagai muatan nurani dan dihayati serta
dipraktekkan dalam kehidupan sehari- hari oleh peserta didik.
2) Kepemimpinan sekolah yang kuat
Pada sekolah yang menerapkan peningkatan mutu, kepala
sekolah memiliki peran yang kuat dalam mengkoordinasikan,
menggerakkan dan menyerasikan semua sumber daya pendidikan yang
tersedia. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu factor
yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi,
tujuan, dan sasaran sekolahnya melalui program-program yang
dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Oleh karena itu, kepala
sekolah dituntut memiliki kemampuan manajemen dan kepemimpinan
yang tangguh agar mampu mengambil keputusan dan inisiatif/prakarsa
untuk meningkatkan mutu sekolah.
3) Lingkungan sekolah yang aman dan tertib
Sekolah memiliki lingkungan (iklim) belajar yang aman, tertib,
dan nyaman sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung
dengan nyaman. Karena itu, sekolah yang efektif selalu menciptakan
iklim sekolah yang aman, nyaman, tertib melalui pengupayaan faktorfaktor
yang dapat menumbuhkan iklim tersebut.4) Pengelolaan tenaga kependidikan yang efektif
Pengelolaan tenaga kependidikan mulai dari analisis kebutuhan,
perencanaan, pengembangan, evaluasi kinerja, hubungan kerja, hingga
sampai pada imbal jasa, merupakan pekerjaan penting bagi seorang
kepala sekolah.
Terlebih pada pengembangan tenaga kependidikan, ini harus
dilakukan secara terus-menerus mengingat kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang sedemikian pesat. Jadi, tenaga
kependidikan yang diperlukan untuk menyukseskan peningkatan mutu
sekolah adalah tenaga kependidikan yang mempunyai komitmen yang
tinggi, selalu mampu dan sanggup menjalankan tugasnya dengan baik.
5) Sekolah memiliki budaya mutu
Budaya mutu memiliki elemen-elemen sebagai berikut:
a) Informasi kualitas harus digunakan untuk perbaikan, bukan untuk
mengadili/mengontrol orang
b) Kewenangan harus sebatas tanggung jawab
c) Hasil harus diikuti penghargaan atau sanksi
d) Kolaborasi dan sinergi, bukan kompetisi, harus merupakan basis
untuk kerjasama
e) Warga sekolah merasa aman terhadap pekerjaannya
f) Atmosfer keadilan harus ditanamkan g) Imbal jasa harus sepadan dengan nilai pekerjaannya
h) Warga sekolah merasa memiliki sekolah
6) Sekolah memiliki “teamwork” yang kompak, cerdas dan dinamis
Kebersamaan (teamwork) merupakan karakteristik yang dituntut
oleh sekolah yang menerapkan peningkatan mutu, karena output
pendidikan merupakan hasil kolektif warga sekolah, bukan hasil
individual. Karena itu, budaya kerjasama antar fungsi dalam sekolah,
antar individu dalam sekolah, harus merupakan kebiasaan hidup
sehari- hari warga sekolah.
7) Sekolah memiliki kewenangan (kemandirian)
Sekolah memiliki kewenangan untuk melakukan yang terbaik
bagi sekolahnya, sehingga dituntut untuk memiliki kemampuan dan
kesanggupan kerja yang tidak selalu menggantungkan pada atasan.
Untuk menjadi mandiri, sekolah harus memiliki sumber daya yang
cukup untuk menjalankan tugasnya.
8) Partisipasi yang tinggi dari warga sekolah dan masyarakat
Sekolah yang menerapkan peningkatan mutu, memiliki
karakteristik bahwa partisipasi masyarakat merupakan bagian
kehidupannya. Hal ini dilandasi oleh keyakinan bahwa makin tinggi
tingkat partisipasi, makin besar rasa memiliki; makin besar rasa
memiliki, makin besar pula rasa tanggung jawab; dan makin besar rasa
tanggung jawab, makin besar pula dedikasinya.9) Sekolah memiliki keterbukaan (transparansi) manajemen
Keterbukaan/transparansi dalam pengelolaan sekolah merupakan
karakteristik sekolah yang menerapkan peningkatan mutu.
Keterbukaan/transparansi ini ditunjukkan dalam pengambilan
keputusan, perencanaan dan pelaksanaan kegiatan, penggunaan uang,
dan sebagainya, yang selalu melibatkan pihak-pihak terkait sebagai
alat kontrol.
10) Sekolah memiliki kemauan untuk berubah (psikologis dan fisik)
Perubahan sekolah merupakan sesuatu yang menyenangkan bagi
semua warga sekolah. Yang dimaksud perubahan adalah peningkatan,
baik bersifat fisik maupun psikologis. Artinya, setiap dilakukan
perubahan, hasilnya diharapkan lebih baik dari sebelumnya (ada
peningkatan) terutama mutu peserta didik.
11) Sekolah melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan
Fungsi evaluasi menjadi sangat penting dalam rangka
meningkatkan mutu peserta didik dan mutu sekolah secara
keseluruhan dan secara terus menerus. Perbaikan secara terus menerus
harus merupakan kebiasaan warga sekolah. Tiada hari tanpa
perbaikan. Karena itu, system mutu yang baku sebagai acuan bagi
perbaikan harus ada. System mutu yang dimaksud harus mencakup
organisasi, tanggung jawab, prosedur, proses dan sumber daya untuk
menerapkan manajemen mutu.
Diterbitkan di: 01 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.