Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Macam-macam Acuan Penilaian

Macam-macam Acuan Penilaian

oleh: mbahbarokkaahhhh     Pengarang : chusnul khotimah
ª
 

Di dalam setiap kegiatan belajar mengajar selalu dilakukan penilaian,
hasil penilaian disajikan dalam bentuk nilai angka atau huruf; dalam hal ini,
lembaga pendidikan ada yang menggunakan penilaian dengan angka 0 – 100, dan
ada pula yang menggunakan penilaian angka itu dengan skala 0 – 10.
Nilai angka ataupun nilai huruf itu umumnya merupakan hasil tes atau
ujian yang diberikan oleh guru kepada para siswa setelah mereka mengikuti
pelajaran selama jangka waktu tertentu. Nilai-nilai tersebut dimasukkan ke dalam buku laporan pendidikan atau buku rapor, seperti Surat Tanda Tamat Belajar
(STTB), Ijazah, dan daftar nilai lainnya.
Pengolahan nilai-nilai menjadi nilai akhir seorang siswa dapat dilakukan
dengan mengacu kepada kriteria atau patokan tertentu, dalam hal ini terdapat
jenis-jenis acuan penilaian yaitu Penilaian Acuan Patokan (PAP), dan Penilaian
Acuan Norma (PAN).33 Untuk lebih jelasnya akan diuraikan sebagai berikut :
6. Penilaian Acuan Patokan (PAP)
Yang dimaksud dengan Penilaian Acuan Patokan (PAP) adalah suatu
penilaian yang memperbandingkan prestasi belajar siswa dengan suatu
patokan yang telah ditetapkan. Suatu prestasi yang seharusnya dicapai oleh
siswa dituntut oleh guru.34
Dijelaskan pula dalam buku prinsip-prinsip dan teknik evaluasi
pengajaran jika suatu penilaian disebut PAP jika dalam melakukan penilaian
itu harus mengacu kepada suatu kriteria pencapaian tujuan pengajaran yang
telah dirumuskan dan ditetapkan. Nilai-nilai yang diperoleh siswa
dihubungkan dengan tingkat pencapaian penguasaan siswa tentang materi
pengajaran sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditetapkan.
Sebagai contoh, misalnya untuk dapat diterima sebagai calon
penerbang di sebuah lembaga penerbangan, setiap calon harus memenuhi
syarat antara lain tinggi badan sekurang-kurangnya 165 cm dan memiliki tingkat kecerdasan (IQ) serendah-rendahnya 130 berdasarkan hasil tes yang
diadakan oleh lembaga yang bersangkutan berdasarkan kriteria atau patokan
itu, siapa pun calon yang tidak memenuhi syarat-syarat tersebut dinyatakan
gagal dalam tes atau tidak akan diterima sebagai siswa calon penerbangan.
7. Penilaian Acuan Norma (PAN)
Penilaian Acuan Norma (PAN) adalah penilaian yang dilakukan
dengan mengacu pada norma kelompok, yakni nilai-nilai yang diperoleh siswa
di perbandingkan dengan nilai. Siswa lain yang termasuk di dalam kelompok
itu.
Yang dimaksud dengan "norma" dalam hal ini adalah kapasitas atau
prestasi kelompok, sedangkan yang dimaksud dengan "kelompok" adalah
sejumlah siswa dalam satu kelas, sekolah, rayon-rayon propinsi atau wilayah.
Sebagai contoh kongkret dapat dikemukakan disini cara penilaian yang
pernah dilakukan untuk menentukan kelulusan (lulus-tidaknya) seorang siswa
dalam Ebtanas, untuk SLTP dan SLTA pada akhir tahun ajaran 1984/1985.
Dari hasil Ebtanas itu dikenal adanya nilai yang disebut Nilai Ebtanas Murni
(NEM) yang berasal dari hasil penilaian panitia ujian dengan menggunakan
patokan persentase, yang menunjukkan tingkat kemampuan atau penguasaan
siswa tentang materi pengajaran yang diujikan. Dengan kata lain, NEM
merupakan hasil penilaian dengan cara PAP. Akan tetapi, setelah diperhatikan
ternyata nilai-nilai NEM pada umumnya sangat rendah sehingga tidak
memenuhi syarat untuk dapat dinyatakan lulus, kemudian NEM itu diolah ke

dalam PAN dengan menggunakan rumus tertentu dengan maksud agar nilainilai
tersebut dapat diperbesar Dalam penilaian Ujian Nasional sekarang ini mengacu pada patokan
PAP karena penilaian ini membandingkan prestasi belajar siswa dengan suatu
patokan yang telah ditetapkan. Mengenai kelulusan siswa tahun 2006-2007 ini
harus memenuhi beberapa syarat yaitu harus lulus dari Ujian Nasional dan
ujian sekolah. Jadi penilaian Ujian Nasional ini mengacu pada patokan PAP,
sedangkan penilaian ujian sekolah diperoleh dari patokan PAN. Maka kedua
patokan penilaian di atas dijadikan untuk acuan penilaian ujian sekarang ini.
Diterbitkan di: 01 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa saja aspek-aspek dalam sistem pendiidikan yang menggambarkan saling hubung antara mengajar dan menilai Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.