Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Pengertian Kultur Sekolah

Pengertian Kultur Sekolah

oleh: mbahbarokkaahhhh     Pengarang : ita rahmat
ª
 

Sebagai salah anggota organisasi, baik pendidikan maupun non
pendidikan di manapun kita bekerja adalah merupakan sub sistem dari sistem
yang besar, art inya bahwa kita semua tidak bisa melepaskan pengaruh
globalisasi yang diciptakan dan perubahan tatanan, baik nasional maupun
internasional. Semua anggota organisasi dituntut untuk mampu memiliki
berbagai gagasan baru dan metode baru yang dapat bermanfaat dalam
membantu berinteraksi, baik interaksi individu, maupun kelompok yang
berada dalam suatu organisasi. Dan sebagai salah satu upaya agar lembaga
pendidikan berhasil dalam era globalisasi, maka institusi tersebut harus
mampu menyesuaikan strategi globalnya. Salah satu strategi agar lembaga
pendidikan dapat menyesuaikan diri adalah melalui perubahan kultur sekolah,
dimana kultur sekolah itu meliputi: nilai-nilai, norma perilaku, sistem,
kebijakan, dan prosedur, yang melalui semuanya itu suatu organisasi
menyesuaikan diri de ngan kompleksitas arena global. 
Disamping itu organisasi mempunyai suatu sistem yang khas dan
Setiap organisasi mempunyai kepribadian dan jati diri sendiri, karena itu
setiap organisasi memiliki kultur yang khas pula. Sedangkan konsep kultur
didunia pendidikan berasal dari kultur tempat didunia industri, yang mana
kultur tersebut merupakan situasi yang akan memberikan landasan dan arah
untuk berlangsungnya suatu proses pembelajaran secara efisien dan efektif.
Dan berikut ini akan dikemukkan beberapa pengertian tentang kultur
organisasi secara umum, yaitu sebagai berikut:
1. Yang dimaksud dengan kultur organisasi ialah kesepakatan bersama yang
dianut bersama dalam kehidupan organisasi dan mengikat semua orang dalam
organisasi yang bersangkutan, kultur organisasi inilah yang menentukan:2
a) Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh para anggota organisasi.
b) Batas-batas perilaku .
c) Sifat dan bentuk pengendalian dan pengawsan
d) Gaya manajerial yang dapat diterima oleh para anggota organisasi.
e) Cara formalisasi yang tepat.
f) Teknik penyaluran emosi dalam interaksi antara seorang dengan orang
lain, dan antara satu kelompok.
2. Kultur organisasi terdiri dari serangkaian ideologi, simbol, nilai-nilai inti
yang sifatnya komplek dan diyakini bersama oleh seluruh organisasi dan
mempengaruhi cara mereka melakukan bisnis. Kultur organisasi itu
mempengaruhi cara organisasi melakukan bisnisnya serta membantu
mengatur dan mengontrol perilaku pegawainya.
3. Menurut Toto Tasmara, bahwa Budaya adalah pembiasaan tidak ada
sesuatu yang lebih kuat mengakar dalam perilaku seseorang kecuali
kebiasaan,. Sebagaimana Rosulullah bersabda “ amal” yang paling afdhal
adalah amal yang dilakukan secara kontinu walaupun sedikit”. Dan ungkapan
ini seharusnya menjadi pegangan bagi kita, bahwa kebiasaan yang positif
harus dilanggengkan secara berkesinambungan.
4. Sedangkan menurut Antropolog Clifford Geertz, salah satu ilmuwan yang
memberikan sumbangan penting dalam mendeskripsikan tentang pengertian
kultur sekolah, Mengemukakan bahwa kultur sekolah dapat dideskripsikan
sebagai pola nilai- nilai, ritual, mitos dan kebiasaan-kebiasaan yang dibentuk
dalam perjalanan panjang sekolah. 4Atau suatu perilaku, nilai- nilai, sikap
hidup, dan cara hidup untuk melakukan penyesuaian dengan lingkungan dan
sekaligus cara untuk me mandang persoalan dan memecahkannya
Diterbitkan di: 30 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Membangun kultur sekolah Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.