Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Analisa SWOT dalam pengembangan lembaga

Analisa SWOT dalam pengembangan lembaga

oleh: khoirunnisa     Pengarang : zenyrahmawati
ª
 

Lingkungan organisasi pendidikan selalu berubah dari tahun ke tahun.
Yang dimaksud dengan lingkungan adalah alam fisik, tumbuh-tumbuhan,
binatang dan manusia dengan kebudayaannya. Di antara jenis lingkungan
yang paling pesat berkembang adalah manusia dengan kebudayaannya.
Perkembangan jenis lingkungan inilah terutama yang memberi tantangan bagi
para manajer lembaga pendidikan dalam mengubah struktur organisasi.
Perubahan lingkungan pendidikan indonesia yang menonjol ialah 1)
perubahan ilmu dan teknologi dunia, 2) perkembangan kehidupan dan cara
hidup masyarakat, 3) penyempurnaan pelaksanaan pendidikan, 4) peningkatan
pendidikan afeksi untuk mengimbangi perkembangan kognisi dan, 5)
pembinaan generasi penerus agar mampu meneruskan pembangunan. Para
manajer pendidikan harus responsif terhadap perubahan-perubahan itu dan
berusaha menjawab tantangan-tantangan itu dengan cara mengubah atau menyesuaikan struktur organisasinya, membentuk struktur baru yang cocok
untuk peningkatan pendidikan yang lebih tepat dengan tuntutan zaman.
Demikian tak terkecuali bagi pondok pesantren yang merupakan
lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia juga mempunyai tanggung
jawab terhadap perubahan dan rekayasa sosial. Karena memiliki model
pendidikan dan cara belajar santri, pesantren selayaknya menjadi lembaga
tafaqquh fiddin dalam arti luas bukan hanya dimaknai menjadi lembaga
pendidikan fiqih.
Dalam kaitannya dengan respon keilmuan pesantren terhadap
dinamika modernitas, terdapat dua hal penting yang harus diperhatikan.
Dimana keduanya merupakan upaya kultural keilmuan pesantren, sehingga
keilmuan pesantren tetap menemukan relevansinya dengan perkembangan
kontemporer.
Penentuan arah pengembangan suatu lembaga sangat dipengaruhi oleh
banyak faktor, yaitu faktor internal dan eksternal. Lingkungan internal adalah
suatu kekuatan yang berada di luar lembaga dimana lembaga tidak
mempunyai pengaruh sama sekali terhadapnya sehingga perubahan-perubahan
yang terjadi pada lingkungan ini akan mempengaruhi kinerja lembaga.
Sedangkan lingkungan eksternal adalah lebih pada analisa intern lembaga
dalam rangka menilai atau mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari
tiap-tiap unit kerja.Ada dua faktor yang membuat analisa lingkungan menjadi suatu
analisa penting dalam pengembangan sebuah lembaga terutama lembaga
pendidikan. Yang pertama organisasi atau lembaga tidak berdiri sendiri tetapi
berinteraksi dengan bagian-bagian dari lingkungannya dan lingkungan itu
sendiri selalu berubah setiap saat dan yang kedua pengaruh lingkungan yang
sangat rumit dan komplek dapat mempengaruhi kinerja banyak bagian yang
berbeda dari sebuah lembaga.
Dalam melakukan analisa eksternal, perusahaan menggali dan
mengidentifikasikan semua opportunity (peluang) yang berkembang dan
menjadi trend pada saat itu serta treath (ancaman) dari para pesaing.
Sedangkan analisa internal lebih menfokuskan pada identifikasi strenght
(kekuatan) dan weakness (kelemahan) dari perusahaan.
Telaah lingkungan internal (PLI) adalah mencermati (scanning)
kekuatan dan kelemahan di lingkungan internal organisasi sendiri yang dapat
dikelola manajemen meliputi antara lain: 
a. Struktur organisasi termasuk susunan dan penempatan personelnya.
b. Sistem organisasi dalam mencapai efektifitas organisasi termasuk
efektivitas komunikasi internal.c. Sumber daya manusia, Sumber daya alam, tenaga terampil dalam tingkat
pemberdayaan sumber daya, termasuk komposisi dan kualitas sumber
daya manusianya.
d. Biaya operasional berikut sumber dananya.
e. Faktor-faktor lain yang menggambarkan dukungan terhadap proses
kinerja/misi organisasi yang sudah ada, maupun yang secara potensial
dapat muncul di lingkungan internal organisasi seperti teknologi yang
telah digunakan sampai saat ini.
Telaah Lingkungan Eksternal (PLE) adalah mencermati (scanning)
peluang dan tantangan yang ada di lingkungan eksternal organisasi sendiri
(yang tidak dapat dikelola manajemen) yang meliputi berbagai faktor yang
dapat dikelompokkan dalam bidang/aspek.
a. Task Environment, secara langsung berinteraksi dan mempengaruhi
organisasi seperti: Klien, Konsumen, Stakeholder, pesan Pelanggan.
b. Societal Envirnment, pada umumnya terdiri dari beberapa elemen penting
seperti Ekonomi, Teknologi, Sosial Budaya, Politik.
1) Economic Environment, merupakan suatu kerawanan bagi kebanyakan
organisasi, dan analisisnya paling sulit dilakukan, karena menyangkut
ekonomi tingkat nasional. Misalnya, masalah keuangan negara, tingkat
inflasi, suku bunga, dan sebagainya.2) Technological Environment, merupakan hal yang tidak kalah
pentingnya dibandingkan dengan economic environment. Kemajuan
teknologi yang dapat sangat pesat pada saat ini menuntut organisasi
untuk selalu mengikuti perubahan teknologi ini agar dapat berjalan
dengan efektif dan efisien.
3) Social Environment, menjadi yang paling penting dalam kehidupan
organisasi karena menyangkut perilaku sosial dan nilai-nilai budaya
(social attitude and values). Transparasi/keterbukaan merupakan suatu
tuntutan baru, terutama terhadap pemerintahan, sementara kritik
masyarakat harus diperhatikan, dan adanya tuntutan akan peningkatan
”quality of life”yang semakin gencar.
4) Political Environment, merupakan kebijakan-kebijakan pemerintah
yang berkaitan dengan bidang kegiatan organisasi, misalnya kebijakan
perpajakan moneter, perizinan, yang mempunyai dampak jangka
panjang pada efektivitas organisasi. Hal ini akan terasa pada organisasi
yang bidang kegiatannya telah diatur oleh pemerintah (termasuk
administrasi dan organisasi publik sebagai aparat pemerintah), karena
organissasi organisasi ini akan tergantung pada kehidupan politik
pemerintah.
Dari analisa lingkungan internal dan eksternal inilah akan
menghasilkan isu-isu strategik dalam suatu organisasi atau lembaga. Disamping itu dari identifikasi kekuatan, kelemahan, kesempatan dan kendala
tersebut akan diambil langkah-langkah strategis yang diperlukan untuk
kemajuan dan berkembangnya organisasi atau lembaga.
Diterbitkan di: 29 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.