Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Perencanaan Kurikulum

oleh: obeyyy     Pengarang : ranan tazwa
ª
 

Perencanaan tahap awal sebelum melangkah pada fungsi manajemen
yang lain. Banyak langkah-langkah dalam proses perencanaan kurikulum
yang dikemukakan beberapa tokoh, yaitu:
1) Model Ralph Tyler
a) Menentukan tujuan
b) Memilih pengalaman-pengalaman pendidikan
c) Mengorganisir No.2
Yaitu mengorganisir pengalaman-pengalaman pendidikan yang
mana atau seperti apa yang patut dicantumkan dalam kurikulum.
d) Cara mengevaluasi
2) Model D.K Wheeler
a) Menentukan tujuan
b) Memilih pengalaman pendidikan (belajar)
c) Menentukan materi pelajaran
d) Organisasi dan integrasi no.2 dan 3
Pada tahap ini, manajer mengorganisir dan mengkorelasikan
keseluruhan hal-hal yang telah didapat pada langkah ke-2 dan 3.
e) Evaluasi terhadap efektifitas pada no.2,3 dan 4 dalam pencapaian
no.1
Manajer kembali mengamati langkah ke-2,3 dan 4 apakah
telah sesuai dengan tujuan yang telah dirancang sebelumnya.
Kurikulum sebagai mata pelajaran yang harus dikuasai anak didik,
dalam proses perencanaannya memiliki ketentuan sebagai berikut31:
1) Perencanaan kurikulum biasanya menggunakan judgment ahli bidang
studi. Dengan mempertibangkan faktor-faktor sosial dan faktor
pendidikan, ahli tersebut menentukan mata pelajaran apa yang harus
diajarkan pada siswa.
2) Dalam menentukan dan menyeleksi kurikulum perlu dipertimbangkan
beberapa hal seperti tingkat kesulitan, minat siswa, urutan bahan
pelajaran dan lain sebagainya.
3) Perencanaan dan implementasi kurikulum ditentukan kepada
penggunaan metode dan strategi pembelajaran yang memungkinkan
anak didik dapat menguasai materi pelajaran, semacam menggunakan
pendekatan ekspositori.
Perencanaan kurikulum dengan tindakan ke depan. Karena itu
seorang pemimpinlah yang berwenang dan bertanggung jawab atas
pembuatan perencanaan. Terdapat dua karakteristik dalam perencanaan,
yaitu:
1) Bersifat Ekonomis
Kegiatan di dalam perencanaan ini diorganisir secara efektif dan
seefesien mungkin, untuk menekan biaya yang terlalu tinggi namun
tetap semua kegiatan diupayakan mencapai hasil yang diharapkan
sebelumnya, dengan tidak mengurangi kualitas yang baik dari biaya
yang minimalis tersebut.
2) Kesempatan terjadinya Komitmen.
Hal ini memungkinkan terjadinya suatu hubungan kerja antara
pimpinan, staf dan anggota-anggota organisasi lainnya untuk dapat
mencapai maksud-maksud perencanaan.
Suatu unsur perencanaan yang baik mengandung lima unsur, antara
lain:
1) Tujuan dirumuskan secara jelas
2) Komprehensif, namun jelas bagi staf dan para anggota organisasi.
3) Hierarki rencana yang fokus pada daerah yang paling penting
4) Bersifat ekonomis, mempertimbangkan sumber-sumber yang tersedia.
5) Layak, memungkinkan perubahan
Diterbitkan di: 28 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.