Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendidikan>Pengertian Kepemimpinan Kepala Sekolah

Pengertian Kepemimpinan Kepala Sekolah

oleh: permatahatti     Pengarang : naimatul
ª
 
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan seseorang atau
sekelompok orang untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu. Unsur kuncinya
adalah pengaruh yang dimiliki seseorang dan pada gilirannya akibat pengaruh itu bagi
orang yang hendak dipengaruhi. Kepemimpinan terjadi pada saat seseorang berusaha
mempengaruhi prilaku orang lain atau sekelompok orang tanpa perlu mempersoalkan
alasan. Mungkin jadi hal itu dilakukan untuk mencapai tujuan pribadi atau tujuan
orang lain, dan tujuan itu mungkin juga sejalan atau tidak sejalan dengan tujuan orang
lain atau tujuan organisasi. Dengan demikian, peranan motif menjadi penting artinya
dalam upaya seseorang yang memainkan peran sebagai pemimpin.
Dalam suatu definisi terkandung suatu makna atau nilai-nilai yang dapat
dikembangkan lebih jauh, sehingga dari suatu definisi dapat diperoleh suatu
pengertian yang jelas dan menyeluruh tentang sesuatu. Satu diantara definisi
kepemimpinan yang bermacam-macam tersebut, mengemukakan:“Leadership is interpersonal influence exercised in a situation, and
directed, through the communication process, toward the attainment
of a specified goal or goals”.
Kepemimpinan kepala sekolah yang berhasil apabila mereka memahami
keberadaan sekolah sebagai organisasi yang kompleks dan unik, serta mampu
melaksanakan peranan kepala sekolah sebagai seseorang yang diberi tanggung jawab
untuk memimpin sekolah.
Ditinjau dari cara pendekatannya, terdapat tiga tipe utama kepemimpinan
kepala sekolah yaitu kepemimpinan yang otoriter, kepemimpinan laissez faire dan
kepemimpinan yang demokratis.
Kepemimpinan yang bersifat otoriter muncul atas keyakinan pemimpin
bawahan fungsi dan perannya adalah memerintah, mengatur dan mengawasi anggota
kelompoknya. Pemimpin yang demikian ini merasa bahwa statusnya berbeda dan
lebih tinggi dari pada kelompoknya. Oleh karena itu ia menempatkan diri di luar dan
diatas kelompoknya. Keuntungan kepemimpinan yang otoriter ini adalah bahwa
disiplin dapat dikontrol dengan baik dan semua pekerjaan dapat berlangsung secara
tertib dan teratur. Kelemahannya yaitu staf atau kelompok tidak dapat berkembang
dengan baik karena kurang atau tidak mendapat kesempatan untuk ikut berpartisipasi
dalam pengambilan keputusan.
Kebalikan dari kepemimpinan otoriter adalah kepemimpinan yang laissez
faire. Pada kepemimpinan semacam ini pemimpin berkeyakinan bahwa perannya hanya mendampingi dan melayani apabila diperlukan. Ia merasa fungsinya adalah
sebagai penasehat dan pemberi petunjuk. Kelemahan kepemimpinan semacam ini
yaitu anggota kelompok tidak berkembang karena tidak mendapat bimbingan dan
pengarahan yang cukup.
Pada kepemimpinan yang demokratis pemimpin berkeyakinan bahwa
perannya ialah mendorong, membimbing, menghimpun semua kekuatan kelompok
secara maksimal dan bekerja sama dengan kelompok dalam rangka mencapai tujuan
bersama. Ia merasa harus menggerakkan kelompok ke arah pencapaian tujuan.
Pemimpin yang demokratis menyadari bahwa kekuatan kelompok adalah keseluruhan
dari kekuatan-kekuatan anggotanya. Dengan kata lain apabila ia ingin meningkatkan
kualitas kelompoknya, maka ia akan meningkatkan kualitas setiap anggota
kelompoknya. Karena itu dalam kepemimpinan yang demokratis prinsip utama ialah
mengikutsertakan semua orang dalam proses penetapan dan penentuan strategi dalam
usaha pencapaian tujuan bersama.
Diterbitkan di: 26 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.